By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Drone Pertanian Pangkas Waktu dan Biaya Penyemprotan Sawah hingga 90 Persen
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Featured > Drone Pertanian Pangkas Waktu dan Biaya Penyemprotan Sawah hingga 90 Persen
Featured

Drone Pertanian Pangkas Waktu dan Biaya Penyemprotan Sawah hingga 90 Persen

Muhajir
Last updated: 2026/09/06 at 11:29 AM
Muhajir Published September 6, 2026
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM — Teknologi drone mulai mengubah cara petani mengelola lahan pertanian di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Pemanfaatan drone pertanian mampu memangkas waktu penyemprotan lahan seluas satu hektare dari sekitar empat jam menjadi hanya 20 menit.

Tak hanya menghemat waktu, penggunaan drone juga memangkas biaya penyemprotan hingga 90 persen. Biaya yang sebelumnya mencapai sekitar Rp170.000 per hektare kini dapat ditekan menjadi hanya Rp17.000 per hektare.

Efisiensi ini dirasakan setelah kelompok tani mengoptimalkan aset drone pertanian dengan pendampingan teknis dari Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University. Drone dimanfaatkan untuk penyemprotan pestisida sekaligus pemupukan, terutama untuk mengantisipasi potensi peningkatan hama dan penyakit tanaman pada musim kering.

Bagi petani, drone bukan sekadar teknologi baru. Penggunaannya membuat proses penyemprotan sekitar 12 kali lebih cepat, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta membantu penyebaran pupuk dan pestisida secara lebih merata.

Dengan karakteristik lahan pertanian Merauke yang luas, efisiensi tersebut berpotensi memberikan penghematan yang lebih besar. Pada lahan seluas empat hektare, misalnya, petani dapat menghemat hingga Rp612.000 untuk satu kali kegiatan penyemprotan.

Ketua TEP IPB University, Doni Sahat, mengatakan pemanfaatan drone menjawab kebutuhan nyata petani yang selama ini harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mengelola lahan.

“Penyemprotan secara manual menggunakan sprayer tetap dapat dilakukan, tetapi membutuhkan waktu dan tenaga yang jauh lebih besar. Dengan lahan pertanian di Merauke yang cukup luas, drone membuat proses penyemprotan lebih cepat, efisien, dan efektif,” kata Doni, Minggu (6/9/2026).

Manfaat teknologi tersebut turut dirasakan Margono, petani padi di Satuan Permukiman (SP) 4, Distrik Tanah Miring. Ia mengaku sempat ragu ketika ditawari penggunaan drone untuk pemupukan di lahan miliknya.

Namun, keraguan itu berubah setelah drone digunakan di lahan padi seluas sekitar empat hektare. Menurut Margono, perbedaan antara metode manual dan drone langsung terlihat.

“Awalnya saya sempat ragu ketika ditawari pemupukan menggunakan drone. Setelah dicoba di lahan saya, perbedaannya langsung terasa. Biasanya pemupukan manual membutuhkan waktu seharian dan tenaga yang cukup besar. Dengan drone, prosesnya jauh lebih cepat, menghemat waktu, dan sebaran pupuknya lebih merata,” ujar Margono.

Pemanfaatan drone di Merauke menjadi contoh penerapan teknologi yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan wilayah. Pendekatan tersebut sejalan dengan arah pembangunan kawasan transmigrasi yang tidak menerapkan satu pola untuk seluruh daerah.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan setiap wilayah memiliki potensi dan persoalan yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pembangunan yang berbeda pula.

“Tidak ada pembangunan di tanah air ini yang one size fits all. Sistemnya harus tailor-made. Setiap wilayah memiliki potensi dan persoalan yang berbeda. Karena itu, pendekatannya tidak boleh dipukul rata,” kata Menteri Iftitah.

Pemanfaatan drone di Merauke menunjukkan modernisasi pertanian tidak selalu harus dimulai dari pembangunan berskala besar. Teknologi tepat guna yang dibarengi peningkatan kapasitas petani dapat memberikan manfaat langsung, mulai dari menekan biaya produksi hingga mempercepat pekerjaan.

Ke depan, kemampuan petani mengoperasikan dan merawat drone secara mandiri diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi tersebut ke lebih banyak lahan dan kelompok tani. Dengan begitu, drone tidak hanya menjadi bantuan teknologi, tetapi menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan ekonomi petani di kawasan transmigrasi.

Editor: Alwi

Rekomendasi

Ciayumajakuning

Becak Listrik Bawa Harapan Baru Lansia Kuningan, Tak Lagi Kayuh di Tanjakan

Berita Nasional

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 373 Penerbangan Terdampak

Berita Nasional

HUT ke-81 DPR RI, Puan: Ukuran Kinerja Bukan Sekadar Banyaknya UU

Berita Nasional

Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang hingga 09.30 WIB, 22.798 Penumpang Terdampak

Muhajir September 6, 2026 September 6, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Ciayumajakuning
Ekspedisi Kata KKN 04 UNU Cirebon, Ajak Anak Desa Kempek Temukan Dunia Lewat Buku
September 7, 2026
Berita Nasional
Mendes Yandri Usulkan Lima Poin Penting dalam RUU Reforma Agraria
September 7, 2026
Berita Nasional
34.323 Desa Bersinggungan dengan Kawasan Hutan, Mendes Yandri Dorong Kepastian Hak Atas Tanah
September 7, 2026
Ciayumajakuning
Kertajati Jadi Bandara Alternatif Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
September 7, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Featured

Apartemen Mewah Daesung BIGBANG Melonjak, Kini Bernilai Rp131 Miliar

September 7, 2026
Featured

Jang Dong Yoon, Aktor Korea yang Viral karena Tangkap Perampok

September 7, 2026
Featured

Spider Noir Nicolas Cage Resmi Berakhir, Tak Berlanjut ke Musim Kedua

September 6, 2026
Featured

Ario Soejono, Putra Indonesia yang Jadi Menteri di Belanda

September 2, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Drone Pertanian Pangkas Waktu dan Biaya Penyemprotan Sawah hingga 90 Persen
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?