By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Ario Soejono, Putra Indonesia yang Jadi Menteri di Belanda
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Featured > Ario Soejono, Putra Indonesia yang Jadi Menteri di Belanda
Featured

Ario Soejono, Putra Indonesia yang Jadi Menteri di Belanda

Muhajir
Last updated: 2026/09/02 at 8:11 AM
Muhajir Published September 2, 2026
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM — Jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, seorang putra Nusantara sudah lebih dulu mencatat sejarah di pemerintahan Belanda.

Namanya Raden Adipati Ario Soejono. Pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur, 31 Maret 1886, ini menjadi satu-satunya warga pribumi Indonesia yang pernah duduk sebagai menteri dalam kabinet pemerintahan Belanda.

Soejono diangkat sebagai menteri tanpa portofolio pada 6 Juni 1942, ketika pemerintahan Belanda berada dalam pengasingan di London akibat pendudukan Nazi Jerman.
Pengangkatannya menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang putra Indonesia masuk ke jajaran pemerintahan Belanda.

Namun, perjalanan Soejono menuju posisi tersebut bukanlah sesuatu yang tiba-tiba.

Ia berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya merupakan Bupati Tulungagung. Berbekal pendidikan dan pengalaman di pemerintahan, Soejono memulai karier sebagai pegawai pemerintahan pada 1911.

Empat tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Bupati Pasuruan, jabatan yang diembannya hingga 1927. Ia juga pernah menjadi anggota Volksraad, lembaga perwakilan pada masa Hindia Belanda. Pengalaman politik dan pemerintahannya kemudian membawanya semakin dekat dengan pusat pemerintahan Belanda.

Masuknya Soejono ke kabinet Belanda tidak lepas dari situasi Perang Dunia II.

Pada 1942, Jepang mulai menguasai Hindia Belanda. Pemerintah Belanda pun berpindah dan menjalankan pemerintahan dari London.

Dalam situasi tersebut, keberadaan Soejono memiliki arti politik. Belanda ingin menunjukkan kepada sekutunya, terutama Amerika Serikat, bahwa mereka bukan sekadar kekuatan kolonial yang menutup ruang bagi masyarakat pribumi.

Perdana Menteri Belanda Pieter Sjoerd Gerbrandy bahkan menyebut kehadiran Soejono dalam kabinet sebagai sebuah momen bersejarah.

Di tengah kabinet Belanda, ia menyuarakan masa depan Indonesia setelah perang. Pada Oktober 1942, ia mengajukan sejumlah gagasan mengenai hubungan Belanda dan Indonesia setelah perang berakhir.

Soejono menilai keinginan masyarakat Indonesia untuk menentukan nasib sendiri merupakan sesuatu yang serius. Ia mendorong Belanda memberikan pengakuan terhadap hak Indonesia untuk menentukan masa depannya sendiri.

Sejumlah anggota kabinet Belanda menolak usul Soejono. Meski demikian, ia tetap mempertahankan pandangannya mengenai masa depan Indonesia.

Kariernya sebagai menteri berlangsung singkat. Setelah sekitar tujuh bulan berada dalam kabinet, Soejono meninggal dunia di London pada 5 Januari 1943, dalam usia 56 tahun.

Nama Ario Soejono mungkin tidak setenar tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan lainnya. Namun, sejarah mencatat posisinya sebagai orang Indonesia pertama sekaligus satu-satunya pribumi Indonesia yang pernah menjadi menteri dalam kabinet Belanda.

Lebih dari sekadar jabatan, kisah Soejono menunjukkan sebuah ironi sejarah: seorang putra dari negeri yang saat itu masih berada di bawah kolonialisme justru duduk di meja pemerintahan negara penjajah.

Dan dari dalam pemerintahan itu pula, ia membawa satu pesan penting—bahwa masa depan Indonesia seharusnya ditentukan oleh bangsa Indonesia sendiri.

Editor: Fath

Rekomendasi

Ciayumajakuning

198 Karung Beras Bansos Diamankan Polisi di Cirebon, Diduga Diperjualbelikan

Religi

Kemenhaj Gandeng BKN, 1.344 Calon Petugas Haji Jalani Seleksi CAT Serentak

Berita Nasional

Mendagri Tito Ajak Pemda dan Forkopimda Galakkan Gerakan Indonesia ASRI

Olahraga

Tottenham Borong Dua Pemain Chelsea di Deadline Day, Mudryk dan Adarabioyo Resmi Merapat

Muhajir September 2, 2026 September 2, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Ciayumajakuning
Ekspedisi Kata KKN 04 UNU Cirebon, Ajak Anak Desa Kempek Temukan Dunia Lewat Buku
September 7, 2026
Berita Nasional
Mendes Yandri Usulkan Lima Poin Penting dalam RUU Reforma Agraria
September 7, 2026
Berita Nasional
34.323 Desa Bersinggungan dengan Kawasan Hutan, Mendes Yandri Dorong Kepastian Hak Atas Tanah
September 7, 2026
Ciayumajakuning
Kertajati Jadi Bandara Alternatif Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
September 7, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Featured

Apartemen Mewah Daesung BIGBANG Melonjak, Kini Bernilai Rp131 Miliar

September 7, 2026
Featured

Jang Dong Yoon, Aktor Korea yang Viral karena Tangkap Perampok

September 7, 2026
Featured

Spider Noir Nicolas Cage Resmi Berakhir, Tak Berlanjut ke Musim Kedua

September 6, 2026
Featured

Drone Pertanian Pangkas Waktu dan Biaya Penyemprotan Sawah hingga 90 Persen

September 6, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Ario Soejono, Putra Indonesia yang Jadi Menteri di Belanda
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?