UPDATECIREBON.COM – Kebiasaan mengonsumsi satu buah alpukat setiap hari berpotensi membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Temuan tersebut terungkap dalam studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Current Developments in Nutrition.
Penelitian yang melibatkan 1.008 orang dewasa dengan lingkar pinggang berlebih menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi satu alpukat besar atau sekitar 168 gram setiap hari selama enam bulan mengalami penurunan beban glikemik pola makan rata-rata 13,7 poin dibandingkan kelompok yang tidak rutin mengonsumsi alpukat.
Beban glikemik merupakan ukuran yang menunjukkan seberapa besar suatu makanan dapat meningkatkan kadar gula darah. Semakin rendah beban glikemik, semakin baik pula pengelolaan gula darah dan semakin kecil risiko berbagai penyakit kronis.
Selain mengalami penurunan beban glikemik, peserta yang rutin mengonsumsi alpukat juga tercatat mengonsumsi lebih banyak serat dan lemak tak jenuh, serta lebih sedikit karbohidrat dan protein hewani dibandingkan kelompok kontrol.
Manfaat tersebut diduga berasal dari kandungan serat, lemak sehat, dan berbagai senyawa bioaktif dalam alpukat. Serat membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat sehingga lonjakan gula darah setelah makan dapat ditekan.

Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa hasil studi ini masih memiliki sejumlah keterbatasan. Seluruh peserta merupakan individu dengan obesitas sentral, sehingga hasilnya belum tentu berlaku untuk semua kelompok masyarakat. Selain itu, penelitian juga didanai oleh organisasi industri alpukat sehingga masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memperkuat temuan tersebut.
Para peneliti menyarankan alpukat tetap dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Mengingat satu buah alpukat besar mengandung sekitar 320 kalori, buah ini sebaiknya digunakan sebagai pengganti sumber lemak lain dalam menu harian, bukan sebagai tambahan asupan lemak.
Editor: Nizam
