By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: PBNU dan Kapolri Bahas Sinergi Penanganan Kekerasan di Dunia Pendidikan
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > PBNU dan Kapolri Bahas Sinergi Penanganan Kekerasan di Dunia Pendidikan
Berita Nasional

PBNU dan Kapolri Bahas Sinergi Penanganan Kekerasan di Dunia Pendidikan

Muhajir
Last updated: 2025/02/13 at 5:00 AM
Muhajir Published February 13, 2025
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan audiensi dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) di Markas Besar Polri, Jakarta. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2025 yang telah berlangsung di Hotel Sultan pada 5-7 Februari 2025. Dalam rekomendasinya, NU menyoroti urgensi penanganan kekerasan di dunia pendidikan, terutama di pesantren dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Audiensi kali ini dihadiri langsung Ketua PBNU Alissa Wahid bersama jajaran pengurus lainnya. Kegiatan audiensi kali ini menunjukkan komitmen PBNU dalam memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan.

Dalam pertemuan ini, PBNU dan Polri membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat sistem perlindungan terhadap peserta didik di Indonesia. Kapolri mengungkapkan bahwa Polri telah membentuk Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (Dir TPPA) dan tengah memperluas jangkauannya hingga ke tingkat kecamatan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa penanganan kasus kekerasan, khususnya di lingkungan pendidikan, dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif.

“Kami menyadari bahwa kekerasan di dunia pendidikan, baik di sekolah maupun di pesantren, memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu, kami siap bersinergi dengan PBNU untuk mencegah dan menangani kasus-kasus yang terjadi,” ujar Kapolri dalam pertemuan tersebut.

Menanggapi hal ini, Ketua PBNU Alissa Wahid menyampaikan, NU memiliki jaringan pesantren yang luas di seluruh Indonesia dan siap bekerja sama dengan Polri untuk mengedukasi serta meningkatkan kesadaran di kalangan pengelola lembaga pendidikan terkait pencegahan kekerasan.

“Kami ingin memastikan bahwa lembaga pendidikan, terutama pesantren, menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Sinergi dengan Polri menjadi langkah penting agar ada mekanisme perlindungan yang lebih sistematis,” tutur perempuan yang akrab disapa Ning Alissa ini.

Selain itu juga disoroti pentingnya edukasi bagi para pengasuh dan tenaga pendidik dalam menangani kasus kekerasan. Menurutnya, pendekatan berbasis pencegahan melalui sosialisasi dan peningkatan kapasitas akan lebih efektif dalam mengurangi kasus-kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Kami berharap ada program bersama antara PBNU dan Polri untuk meningkatkan pemahaman tenaga pendidik tentang bagaimana mencegah dan menangani kekerasan di satuan pendidikan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, PBNU dan Polri Sepakat mengakselerasi kerjasama sebagai upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di dunia pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan kondusif bagi generasi muda Indonesia.

Lebih lanjut Ning Alissa Wahid menegaskan, PBNU telah membentuk Satuan Tugas khusus untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di dunia pendidikan dan sudah menyusun roadmap untuk mengembangkan sejumlah kinerja strategis.

Dalam konteks kerja sama dengan Kapolri, Satgas ini akan berperan dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di dunia pendidikan, memastikan koordinasi yang lebih sistematis antara NU dan aparat penegak hukum.

Editor: Fahmi

Rekomendasi

Muhajir February 13, 2025 February 13, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Berita Nasional
Sambut Mudik Lebaran 2026, Tiket Kereta Api Reguler Terjual 382.047 Tiket
February 3, 2026
Berita Nasional
Angkut 47,4 Juta Pelanggan Sepanjang 2025, Kereta Api Jarak Jauh KAI Jaga Emisi Karbon Tetap Terkendali
February 3, 2026
Berita Nasional
KAI Angkut 983.036 Ton Barang Non Batu Bara Selama Januari 2026, Perkuat Rantai Pasok Nasional
February 2, 2026
Berita Nasional
Menag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
February 1, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

Sambut Mudik Lebaran 2026, Tiket Kereta Api Reguler Terjual 382.047 Tiket

February 3, 2026
Berita Nasional

Angkut 47,4 Juta Pelanggan Sepanjang 2025, Kereta Api Jarak Jauh KAI Jaga Emisi Karbon Tetap Terkendali

February 3, 2026
Berita Nasional

KAI Angkut 983.036 Ton Barang Non Batu Bara Selama Januari 2026, Perkuat Rantai Pasok Nasional

February 2, 2026
Berita Nasional

Menag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua

February 1, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: PBNU dan Kapolri Bahas Sinergi Penanganan Kekerasan di Dunia Pendidikan
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?