By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Mendagri Ajak Pejabat Daerah Kendalikan Inflasi Agar Ekonomi Stabil
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Mendagri Ajak Pejabat Daerah Kendalikan Inflasi Agar Ekonomi Stabil
Berita Nasional

Mendagri Ajak Pejabat Daerah Kendalikan Inflasi Agar Ekonomi Stabil

Muhajir
Last updated: 2024/01/03 at 10:20 AM
Muhajir Published January 3, 2024
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memaparkan, berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indonesia pada Desember 2023 secara year-on-year (yoy) sebesar 2,61 persen. Meski angka inflasi terjaga dengan baik, Mendagri mengingatkan semua pihak agar tidak lantas terlena. Pasalnya, di bulan Desember tahun lalu masih ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), serta faktor kenaikan harga pada perayaan Natal dan Tahun Baru.

Hal itu disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Rabu (3/1/2024). Rakor tersebut diikuti oleh para kepala daerah seluruh Indonesia dan kementerian/lembaga terkait.

“Faktor Natal dan Tahun Baru yang membuat demand di berbagai sektor tinggi termasuk sektor wisata, transportasi, mobilitas masyarakat bergerak. Dan kemudian ada juga acara Tahun Baru, malam Tahun Baru, banyak yang pesta, banyak yang makan, membuat pola demand meningkat, demand yang meningkat ya otomatis akan meningkatkan terjadi kenaikan harga,” katanya.

Mendagri menjelaskan, dari data per 2 Januari 2024 perkembangan inflasi global menunjukkan posisi inflasi Indonesia berada di peringkat 53 dari 186 negara di dunia yang diurutkan dari inflasi terendah hingga tertinggi. Adapun di tingkat ASEAN, Mendagri memaparkan, posisi inflasi Indonesia berada di rangking 4 terendah dari 11 negara setelah Thailand, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Sementara di antara negara G20, Indonesia peringkat nomor 7.

“Di negara G20 ekonomi terbesar dunia, 20 negara ekonomi terbesar dunia, peringkat kita adalah inflasinya termasuk 7 yang terendah, bersama dengan China, Italy, Switzerland, Netherland, Saudi, Euro Area, dan kemudian Indonesia. Sisanya masih ada 16 negara G20 yang inflasinya di atas kita, mulai dari Jepang di atas kita, Amerika di atas kita, bahkan yang tertinggi Argentina 161 persen,” katanya.

Dirinya mengungkapkan, angka tersebut patut diapresiasi karena mengelola negara Indonesia lebih kompleks. Indonesia memiliki penduduk nomor satu paling besar di Asia Tenggara dan nomor empat di dunia. “Negara besar, tetapi mampu mengendalikan inflasi di tengah kekompleksitasan masalah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini ada dua isu utama yang menjadi perhatian masyarakat, yaitu terkait lapangan pekerjaan dan stabilisasi harga bahan pokok (bahan pangan). Isu ini mendominasi sebesar 60 persen dibandingkan isu lainnya. Tren tersebut terlihat pula di berbagai negara karena kenaikan harga pangan yang naik. Hal itu kemudian menimbulkan gejolak keamanan dan politik, serta mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

“Kita melihat tren pertumbuhan ekonomi dunia, kita masih terjaga di angka 4,94 persen. Itu lebih baik daripada banyak negara-negara yang lebih maju, bahkan negara-negara Norway, bahkan kita di atas Amerika dan sebagian negara-negara Eropa, pertumbuhan ekonomi kita cukup baik, rangkingnya adalah rangking 50 dari 185 negara,” terangnya.

Beberapa daerah dari data yang dikantongi Mendagri juga menunjukkan prestasi pertumbuhan ekonomi di atas angka nasional. Daerah-daerah tersebut seperti Maluku Utara 25,13 persen, Sulawesi Tengah 13,06 persen, Papua 8,28 persen, Sulawesi Barat 7,50 persen, dan Maluku 5,69 persen.

“Ini daerah-daerah yang pertumbuhan ekonominya di atas nasional,” tandasnya.
(Am)

Rekomendasi

Ciayumajakuning

Kolaborasi Akademisi Terapkan Teknologi Cerdas E-Ox Level untuk Akuakultur di Desa Durajaya-Cirebon

Berita Nasional

12 Penumpang Speedboat SB. Mister Un Berhasil Dievakuasi dengan Selamat

Berita NasionalReligi

Sambut HUT Ke-81 RI, Kemenag Gelar Zikir dan Doa Bersama

Berita Nasional

Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Naik 10,3 Persen, KY Terima 1.402 Aduan pada Semester I 2026

Muhajir January 3, 2024 January 3, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Berita Nasional
Transformasi Satpol PP, Sekjen Kemendagri Tegaskan Pentingnya Pendekatan Humanis
July 31, 2026
Olahraga
8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships Diharapkan Dongkrak Roda Perekonomian Jakarta
July 31, 2026
Berita Nasional
Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Naik 10,3 Persen, KY Terima 1.402 Aduan pada Semester I 2026
July 30, 2026
Berita Nasional
KPK Sita Barang Bukti Rp2,7 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang
July 30, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

Transformasi Satpol PP, Sekjen Kemendagri Tegaskan Pentingnya Pendekatan Humanis

July 31, 2026
Berita Nasional

Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Naik 10,3 Persen, KY Terima 1.402 Aduan pada Semester I 2026

July 30, 2026
Berita Nasional

KPK Sita Barang Bukti Rp2,7 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang

July 30, 2026
Berita Nasional

Zikir dan Doa Kebangsaan 1 Agustus di Monas, Terbuka untuk Umum

July 30, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Mendagri Ajak Pejabat Daerah Kendalikan Inflasi Agar Ekonomi Stabil
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?