UPDATECIREBON.COM — Buah mengkudu dikenal memiliki aroma yang menyengat dan rasa yang pahit. Meski demikian, buah yang banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, ini telah lama dimanfaatkan sebagai bahan herbal.
Di balik rasanya yang khas, mengkudu atau Morinda citrifolia mengandung sejumlah nutrisi, antara lain vitamin C, vitamin E, folat, magnesium, kalium, dan kalsium. Buah ini juga mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid dan saponin.
Sejumlah penelitian menunjukkan mengkudu memiliki potensi memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Lantas, apa saja?
- Membantu Melindungi Sel Tubuh
Mengkudu mengandung antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas. Paparan radikal bebas dapat berasal dari berbagai sumber, seperti polusi, asap rokok, radiasi, hingga paparan sinar matahari berlebih.
Meski demikian, konsumsi mengkudu bukan satu-satunya cara menjaga sel tubuh. Pola makan sehat, olahraga, tidur cukup, dan menghindari rokok tetap penting.
- Membantu Menjaga Kadar Kolesterol
Beberapa penelitian menunjukkan ekstrak atau jus mengkudu berpotensi membantu mencegah penumpukan kolesterol di pembuluh darah.
Kandungan flavonoid dalam mengkudu diduga berperan dalam proses tersebut. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya dalam menjaga kadar kolesterol pada manusia.
- Berpotensi Meredakan Nyeri Sendi
Mengkudu telah lama digunakan secara tradisional untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan.
Sejumlah penelitian terhadap ekstrak mengkudu juga menunjukkan potensi dalam mengurangi nyeri dan pembengkakan pada sendi. Meski begitu, mengkudu tidak dapat menggantikan pengobatan medis untuk penyakit radang sendi.
- Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh
Kandungan vitamin dan senyawa antioksidan dalam mengkudu dapat mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.
Namun, menjaga daya tahan tubuh tetap membutuhkan pola hidup secara menyeluruh, termasuk mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, beristirahat cukup, dan menjaga kebersihan.
- Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah
Beberapa penelitian menunjukkan mengkudu memiliki potensi membantu menurunkan dan menjaga kadar gula darah.
Efek tersebut diduga berkaitan dengan kandungan senyawa fenolik yang dapat memengaruhi metabolisme glukosa. Meski demikian, bukti yang tersedia belum cukup untuk menjadikan mengkudu sebagai pengganti obat diabetes.
Bagi penderita diabetes yang ingin mengonsumsi mengkudu sebagai tambahan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
- Membantu Menjaga Berat Badan
Penelitian tertentu menunjukkan mengkudu berpotensi membantu menjaga berat badan dan mencegah obesitas, salah satunya melalui pengaruh terhadap metabolisme tubuh.
Namun, hasil tersebut tidak berarti mengkudu dapat menjadi solusi tunggal untuk menurunkan berat badan. Pola makan seimbang dan aktivitas fisik tetap menjadi bagian penting dalam menjaga berat badan
.
7. Memiliki Potensi dalam Melindungi Tubuh dari Kerusakan Sel
Kandungan antioksidan dalam mengkudu dapat membantu mengurangi stres oksidatif. Kondisi tersebut berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan.
Karena itu, mengkudu diteliti memiliki potensi dalam membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker. Namun, hingga kini belum dapat disimpulkan bahwa konsumsi mengkudu secara langsung dapat mencegah kanker pada manusia.
Perhatikan Efek Samping Mengkudu
Meski kerap digunakan sebagai bahan herbal, mengkudu tetap perlu dikonsumsi dengan bijak. Pada sebagian orang, konsumsi mengkudu dapat menimbulkan efek samping, seperti diare. Ada pula laporan mengenai risiko gangguan hati.
Mengkudu juga perlu diwaspadai oleh orang dengan penyakit ginjal, kadar kalium tinggi dalam darah, maupun gangguan hati. Selain itu, mengkudu berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan tertentu.
Ibu hamil dan menyusui juga sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi mengkudu dalam bentuk suplemen atau sebagai pengobatan herbal.
Dengan berbagai kandungan nutrisinya, mengkudu memang memiliki sejumlah potensi manfaat bagi kesehatan. Namun, tidak semua manfaat tersebut telah memiliki bukti klinis yang kuat.
Karena itu, mengkudu sebaiknya tidak digunakan untuk menggantikan pengobatan dokter, terutama untuk penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, atau kanker.
Editor: Eko
