By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Di Forum Para Pemuka Agama untuk Perubahan Iklim, Gus Yahya Mengusulkan Strategi dan Upaya Menyelesaikan Konflik Global
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Di Forum Para Pemuka Agama untuk Perubahan Iklim, Gus Yahya Mengusulkan Strategi dan Upaya Menyelesaikan Konflik Global
Berita Nasional

Di Forum Para Pemuka Agama untuk Perubahan Iklim, Gus Yahya Mengusulkan Strategi dan Upaya Menyelesaikan Konflik Global

Muhajir
Last updated: 2023/11/07 at 6:17 AM
Muhajir Published November 7, 2023
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Abu Dhabi – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf menyerukan kepada para pemuka agama dunia agar peduli pada masalah kemanusiaan, koeksistensi, perdamaian, dan menjaga lingkungan hidup. Menurut dia, masalah-masalah itu itu harus menjadi salaha satu prioritas utama dalam agenda-agenda strategis mereka.

“Menjaga lingkungan, melestarikan bumi sebagai rumah besar umat manusia, adalah kewajiban besar yang harus diemban dan dijalankan oleh seluruh umat beragama. Para pemuka agama harus memberikan perhatian yang besar terhadap masalah ini,” kata Gus Yahya, panggilan akrab KH. Yahya Cholil Staquf dalam pidatonya pada Global Faith Summit on Climate Action, atau Konferensi Internasional Para Pemuka Agama untuk Perubahan Iklim, yang akan diadakan pada 6-7 November 2023 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE).

Secara prinsip, kata dia, keberadaan manusia di muka bumi ini mengemban tanggung jawab atas bumi itu sendiri. Manusia diberi kesempatan dan didorong untuk hidup dan berkembang, dengan dipenuhi segala kebutuhannya. Tetapi pada saat yang bersamaan, manusia juga memiliki amanah dan tanggung jawab untuk merawat jagat. Dalam arti kata yang lebih lugas, keberadaan manusia di muka bumi ini mengemban tanggung jawab atas nama Tuhan untuk menjaga dan memakmurkannya.

“Berbagai macam kerusakan yang terjadi di muka bumi yang dibuat oleh manusia pada saat ini, merupakan konsekuensi dari kelalaian manusia atas jati diri mereka dan ketiadaan pengembanan dan penunaian amat Allah sebagai khalifahnya di muka bumi. Kelalaian tersebut mengkonsekwensikan tindakan-tindakan manusia untuk berebut penguasaan atas sumerdaya-sumberdaya alam, antara satu sama lain,” kata Gus Yahya.

Ditambahkannya, semakin umat manusia ini terpecah-belah dan saling bertentangan, berkonflik satu sama lain, semakin semena-mena mereka dalam mengeksploitasi sumberdaya-sumberdaya alam yang telah dikuasainya. Dinamika konflik, pertentangan dan pertarungan inilah yang meniscayakan terciptanya kerusakan-kerusakan di muka bumi ini.

Kata Gus ahya, upaya pemeliharaan atas kesentosaan bumi dan alam ini mensyaratkan dua hal penting.

Pertama, harmoni dalam hubungan dan pergulatan antar umat manusia. Kedua, distribusi sumberdaya-sumberdaya alam dengan mengedepankan rahmah (kasih sayang) dan ‘adâlah (keadilan).

“Ini mutlak diperlukan untuk menghilangkan saling curiga dan permusuhan, untuk kemudian menjadi pijakan dalam membangun harmoni kehidupan antar umat manusia,” ujar Gus Yahya.

Di tengah masalah-masalah lingkungan hidup yang merundung bumi dan umat manusia pada hari ini, pilihan-pilihan strategi untuk mengatasi dan menyelesaikannya harus pula mengedepankan rahmah dan ‘adâlah. Jangan sampai dipilih satu strategi saja yang mungkin secara logis dapat mencegah kerusakan bumi lebih lanjut yang lebih parah, dan atau memperbaiki kerusakan yang ada tetapi pada saat yang sama merugikan satu pihak di antara masyarakat umat manusia.

Ditegaskan pula oleh Gus Yahya, bahwa strategi yang hendak dibangun dalam rangka penyelesaian masalah-masalah lingkungan itu, harus pula mempertimbangkan dampak-dampak kemanusiaannya secara komprehensif.

“Apabila harus ada satu pihak yg mungkin dirugikan akibat pilihan strategi yang diambil, maka harus disediakan pula insentif dan inisiatif yang adil bagi pihak tersebut, dan disediakan pula strategi yang workable dan delivered untuk mempersiapkan dan membantu kelompok yang dirugikan, agar dapat beradaptasi, sehingga tetap terpelihara kesentosaanya,” imbuhnya.

Global Faith Summit on Climate Action, atau Konferensi Internasional Para Pemuka Agama untuk Perubahan Iklim tersebut diadakan atas Kerjasama Majlis Hikama Muslimin UAE bekerjasama dengan PBB, sebagai bagian dari rangkaian acara COP28 UAE – United National Climate Change Conference.

Dalam event yang mengumpulkan para tokoh agama terkemuka dari seluruh penjuru dunia itu, Gus Yahya menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris bertema “Spiritual Ecology: Fulfilling the Qur’anic Mandate to Serve as God’s Vicegerent on Earth (Khalîfah fî al-Ardh)”. Teks pidato tersebut juga diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dengan judul “al-Îkûlûjiyâ al-Rûhiyyah: Istîfâ al-Amr al-Qur’ânî li al-Idhthilâ’ bi Daur al-Khalîfah fî al-Ardh”.

Selain Gus Yahya, dalam forum tersebut juga turut serta berbicara beberapa tokoh penting dunia Islam lainnya, seperti H.E. Syekh Nahyan bin Mubarak al-Nahyan (Menteri Toleransi dan Koeksistensi, UAE), H.E. Syekh Muhammad al-Dhuwaini (Wakil Grand Syekh Al-Azhar, Mesir), H.V. Syekh Allahsukur Pasahzadeh (Grand Mufti Kaukasia, Azerbaijan), Dr. Salim bin Muhammad al-Malik (General Director of the Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization ISESCO, KSA), Syaikh Abdullah bin Ahmad al-Khalifa (Direktur King Hamad Global Center for Peaceful Coexistence, Bahrain), Syaikh Talgat Tadzhuddin (Kepala Dewan Tinggi Islam, Russia), Dr. Syafiq Mughni (Organisasi Muhammadiyah, Indonesia) dan lain-lain. (AM)

Rekomendasi

Berita Nasional

Kemendagri Luncurkan Instrumen Monev

Olahraga

Real Madrid Umumkan Dani Carvajal Hengkang di Akhir Musim

Berita Nasional

Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera

Berita Nasional

Dam Jemaah Haji makin Tertib dan Transparan, Indonesia Perluas Manfaat Hingga Palestina

Muhajir November 7, 2023 November 7, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Berita NasionalSeni & Budaya
Lagu “Kamu yang di Bangku Depan” Milik Thalia Gunawan Mulai Menembus Jakarta, Siap Ramaikan Industri Musik Tanah Air
May 26, 2026
Featured
Kebutuhan Sovereign Cloud Meningkat, Arupa dan Civo Hadirkan Platform Berbasis Kubernetes di Indonesia
May 25, 2026
Berita Nasional
AS Berpeluang Capai Kesepakatan Sementara dengan Iran soal Nuklir
May 25, 2026
Featured
NTSB Tutup Sementara Sistem Docket Usai Audio Pilot Korban Kecelakaan UPS Direkonstruksi AI
May 25, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita NasionalSeni & Budaya

Lagu “Kamu yang di Bangku Depan” Milik Thalia Gunawan Mulai Menembus Jakarta, Siap Ramaikan Industri Musik Tanah Air

May 26, 2026
Berita Nasional

AS Berpeluang Capai Kesepakatan Sementara dengan Iran soal Nuklir

May 25, 2026
Berita Nasional

Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera

May 25, 2026
Berita Nasional

Kemendagri Luncurkan Instrumen Monev

May 25, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Di Forum Para Pemuka Agama untuk Perubahan Iklim, Gus Yahya Mengusulkan Strategi dan Upaya Menyelesaikan Konflik Global
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?