UPDATECIREBON.COM – Masyarakat yang tetap ingin berolahraga di luar ruangan saat cuaca panas diimbau untuk lebih waspada agar terhindar dari dehidrasi maupun gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO., Subsp.ALK (K) mengatakan langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan tubuh sudah terhidrasi dengan baik sebelum memulai aktivitas. Menurutnya, kebutuhan cairan sebaiknya dipenuhi sejak malam hari atau setidaknya dua hingga tiga jam sebelum berolahraga.
Ia menjelaskan, cara sederhana untuk mengetahui kondisi hidrasi tubuh adalah dengan memeriksa warna urine. Jika urine berwarna kuning jernih atau kuning muda, tubuh umumnya telah mendapat asupan cairan yang cukup. Sebaliknya, urine berwarna kuning tua atau keruh dapat menjadi tanda tubuh mengalami kekurangan cairan.

Selain menjaga hidrasi, pemilihan pakaian juga perlu diperhatikan. Dokter Andi menyarankan menggunakan pakaian olahraga berwarna terang, berbahan ringan, longgar, dan mudah menyerap keringat agar tubuh tidak mudah menyerap panas dari sinar matahari.
Penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30 juga dianjurkan untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet selama berolahraga di luar ruangan.
Ia juga mengimbau masyarakat memilih lokasi olahraga yang teduh, memiliki banyak pepohonan, serta memperhatikan kualitas udara sebelum beraktivitas. Berolahraga bersama teman dinilai lebih aman karena dapat saling memantau kondisi apabila terjadi keadaan darurat.
Dokter Andi mengingatkan agar segera menghentikan aktivitas jika muncul gejala seperti pusing, sakit kepala, mual, tubuh lemas, kram otot, denyut jantung yang sangat cepat, hingga kebingungan atau gangguan kesadaran. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda tubuh mengalami dehidrasi atau tekanan akibat panas.
Apabila mengalami tanda-tanda tersebut, ia menyarankan untuk segera beristirahat di tempat yang teduh dan memperbanyak minum air putih guna mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Editor: Fath
