UPDATECIREBON.COM — Kabut asap tebal menyelimuti Kota Kuching, Sarawak, Malaysia, saat kualitas udara memburuk hingga memicu penetapan status darurat kabut asap di Divisi Serian.
Jarak pandang di sejumlah wilayah menurun drastis. Warga yang tetap beraktivitas di luar rumah terlihat mengenakan masker untuk mengurangi paparan polusi.
Warga Kuching, Nuraziera Sharkawi, mengatakan kondisi kabut asap kali ini menjadi perhatian karena terjadi saat kegiatan belajar mengajar di sekolah sedang berlangsung.
“Kali ini, karena kabut asap terjadi saat masa sekolah, keluarga saya dan saya melakukan langkah pencegahan dengan mengurangi aktivitas di luar dan sebisa mungkin melakukan seluruh kegiatan di dalam rumah,” kata Sharkawi.
Ia juga mengimbau masyarakat ikut berperan mencegah kondisi udara semakin buruk, terutama dengan menghindari pembakaran terbuka.
“Jika memungkinkan, jangan melakukan pembakaran terbuka, sekecil apa pun. Kedua, batasi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar, gunakan masker untuk melindungi kesehatan bersama,” ujarnya.
Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, menyetujui deklarasi darurat untuk Divisi Serian pada 4 September 2026 setelah pemerintah menilai kondisi kabut asap telah mencapai tingkat yang membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Meski kualitas udara mulai membaik, status darurat masih diberlakukan pada Sabtu. Komite Pengelolaan Bencana Sarawak menyatakan kondisi udara akan dipantau selama tiga hari sebelum pemerintah memutuskan apakah status tersebut akan dicabut atau dipertahankan.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar, warga dianjurkan menggunakan masker N95 atau setidaknya masker tiga lapis.
Warga lainnya, Nardu Kipli, berharap kondisi segera membaik.
“Kami berharap dalam dua atau tiga hari ke depan, situasi kabut asap membaik dan tidak lagi separah ini,” kata Kipli.
Pemantauan satelit ASEAN Specialised Meteorological Centre menunjukkan sebaran asap dari titik panas kebakaran di wilayah Kalimantan, Indonesia.
Asap tersebut bergerak ke arah utara dari Kalimantan Barat dan turut memengaruhi wilayah Sarawak, sehingga memunculkan kembali persoalan kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara.
Pusat meteorologi regional memperingatkan kondisi kering berkepanjangan serta penguatan fenomena El Nino dapat membuat risiko kabut asap lintas batas tetap tinggi di kawasan Asia Tenggara bagian selatan.
Data terbaru menunjukkan indeks polusi udara di Serian turun menjadi 184 pada pukul 08.00 waktu setempat, Minggu, setelah sebelumnya mencapai puncak 521 pada 4 September.
Sementara itu, Kuching masih berada dalam kategori sangat tidak sehat, dengan indeks polusi udara mencapai 235.
Editor: Alwi
