By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Indonesia Bidik Kursi Dewan ICAO, Modalnya Bukan Sekadar Rekam Jejak
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Indonesia Bidik Kursi Dewan ICAO, Modalnya Bukan Sekadar Rekam Jejak
Berita Nasional

Indonesia Bidik Kursi Dewan ICAO, Modalnya Bukan Sekadar Rekam Jejak

Muhajir
Last updated: 2026/09/01 at 10:29 AM
Muhajir Published September 1, 2026
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM — Indonesia kembali membidik posisi strategis dalam tata kelola penerbangan sipil dunia. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan resmi mencalonkan Indonesia sebagai Anggota Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO) pada 43rd Extraordinary Assembly 2026, Senin (31/8/2026).

Langkah tersebut menjadi upaya Indonesia untuk kembali terlibat langsung dalam pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan penerbangan sipil internasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan Indonesia memiliki rekam jejak panjang di Dewan ICAO. Indonesia tercatat pernah menduduki kursi Dewan ICAO selama 12 periode berturut-turut sejak 1962 hingga 2001.

Peluang untuk kembali masuk ke jajaran Dewan ICAO semakin terbuka setelah jumlah anggota Dewan bertambah dari 36 menjadi 40 negara.

“Pencalonan ini adalah momentum strategis bagi Indonesia untuk kembali hadir di meja pengambilan keputusan penerbangan sipil dunia,” ujar Lukman.

Menurutnya, pencalonan Indonesia tidak hanya didasarkan pada kepentingan nasional, tetapi juga kapasitas, pengalaman, dan kontribusi Indonesia terhadap penerbangan sipil internasional.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia memiliki posisi geografis strategis di antara Samudra Pasifik dan Hindia. Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa serta wilayah udara sekitar 7,7 juta kilometer persegi, penerbangan menjadi salah satu sektor penting dalam menjaga konektivitas nasional dan hubungan Indonesia dengan dunia.

Besarnya aktivitas penerbangan nasional tercermin dari jumlah penumpang dan jaringan penerbangan yang dilayani.

Hingga semester pertama 2026, Indonesia telah melayani 24,9 juta penumpang domestik dan 18,5 juta penumpang internasional melalui 257 bandar udara.

Layanan tersebut mencakup 297 rute domestik dan 160 rute internasional yang dioperasikan oleh 14 maskapai nasional serta 59 maskapai asing.

Selain skala penerbangan yang besar, Indonesia juga membawa capaian keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai modal pencalonan.

Berdasarkan audit ICAO USOAP, Indonesia mencatat nilai Effective Implementation sebesar 78,85 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata global sebesar 70,6 persen dan rata-rata kawasan Asia Pasifik sebesar 69,6 persen.

Sementara dalam audit keamanan penerbangan ICAO USAP, Indonesia membukukan capaian 88,53 persen. Angka ini jauh melampaui target global sebesar 75 persen.

“Effective Implementation kita di audit ICAO USOAP tercatat 78,85 persen, di atas rata-rata global maupun Asia Pasifik. Pada audit keamanan ICAO USAP, capaian kita 88,53 persen, jauh melampaui target global 75 persen,” kata Lukman.

Indonesia juga dinilai aktif berkontribusi dalam pengembangan kapasitas negara-negara anggota ICAO.

Melalui program Indonesia-ICAO Developing Countries Training Programme, Indonesia telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 80 negara anggota ICAO, termasuk negara-negara di kawasan Pasifik dan Afrika.

Indonesia juga berhasil meraih status Platinum Member ICAO TRAINAIR PLUS melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Dalam pencalonan kali ini, Indonesia mengusung visi “Bridging Regions, Strengthening Global Aviation”.

Visi tersebut menempatkan Indonesia sebagai wakil Asia Pasifik yang ingin mendorong dialog dan kerja sama antarkawasan, sekaligus mendukung kebijakan ICAO yang berimbang.

Keselamatan, keamanan, keberlanjutan, dan sistem penerbangan global yang inklusif menjadi sejumlah isu yang ingin diperkuat Indonesia melalui peran di Dewan ICAO.

Lukman menegaskan pencalonan tersebut bukan hanya agenda pemerintah, tetapi menjadi kepentingan seluruh ekosistem penerbangan nasional.

“Pencalonan ini bukan sekadar upaya pemerintah, melainkan pencalonan seluruh ekosistem penerbangan Indonesia,” tuturnya.

Ia mengajak kementerian dan lembaga, maskapai, pengelola bandar udara, penyelenggara navigasi penerbangan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung pencalonan Indonesia.

Kementerian Perhubungan berharap rekam jejak, kapasitas, serta kontribusi Indonesia selama ini dapat kembali memperoleh kepercayaan komunitas penerbangan internasional.

Jika berhasil, Indonesia akan kembali memiliki kursi di meja pengambilan keputusan penerbangan sipil dunia dan memperkuat posisi Asia Pasifik dalam menentukan arah masa depan penerbangan global.

Editor: Yudistira

Rekomendasi

Featured

Spider Noir Nicolas Cage Resmi Berakhir, Tak Berlanjut ke Musim Kedua

Berita Nasional

Bima Arya Tegaskan Transformasi Pemilu Digital Harus Utamakan Keterbukaan dan Akuntabilitas

Featured

Drone Pertanian Pangkas Waktu dan Biaya Penyemprotan Sawah hingga 90 Persen

Berita Nasional

Prabowo Janjikan Pinjaman Lunak, Rakyat Tak Lagi Bergantung pada Rentenir

Muhajir September 1, 2026 September 1, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Ciayumajakuning
Ekspedisi Kata KKN 04 UNU Cirebon, Ajak Anak Desa Kempek Temukan Dunia Lewat Buku
September 7, 2026
Berita Nasional
Mendes Yandri Usulkan Lima Poin Penting dalam RUU Reforma Agraria
September 7, 2026
Berita Nasional
34.323 Desa Bersinggungan dengan Kawasan Hutan, Mendes Yandri Dorong Kepastian Hak Atas Tanah
September 7, 2026
Ciayumajakuning
Kertajati Jadi Bandara Alternatif Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
September 7, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

Mendes Yandri Usulkan Lima Poin Penting dalam RUU Reforma Agraria

September 7, 2026
Berita Nasional

34.323 Desa Bersinggungan dengan Kawasan Hutan, Mendes Yandri Dorong Kepastian Hak Atas Tanah

September 7, 2026
Berita Nasional

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 270 Ribu Penumpang Terdampak

September 7, 2026
Berita Nasional

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Kemenhaj Minta Travel Lindungi Jemaah Umrah

September 7, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Indonesia Bidik Kursi Dewan ICAO, Modalnya Bukan Sekadar Rekam Jejak
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?