UPDATECIREBON.COM — Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) secara konsisten memperkuat konsolidasi internal serta memperluas kontribusi nyata bagi bangsa dan dunia. Menghadapi dinamika geopolitik, ekonomi, dan sosial yang kian kompleks, Ketua PWNU Jawa Tengah, K.H. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), merumuskan lima pilar strategis yang menjadi panduan gerak langkah Jam’iyah ke depan.
Kelima poin strategis tersebut mencakup penguatan konsolidasi warga, kemandirian tata kelola, peran mitra strategis negara, modernisasi pendidikan, hingga kepemimpinan internasional.
Berikut adalah 5 pilar utama arah perjuangan Nahdlatul Ulama yang disampaikan oleh Gus Rozin:
- Mempererat Ukhuwah Nahdliyah.
Penguatan persaudaraan dan solidaritas antarwarga Nahdliyin (ukhuwah nahdliyah) menjadi fondasi mendasar. Keutuhan dan kesatuan pemikiran (fikrah) serta gerakan (amaliyah) dari tingkat akar rumput hingga Pengurus Besar merupakan modal utama dalam menjaga ketahanan organisasi. - Mewujudkan Kemandirian Organisasi.
NU berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan sumber daya internal warga. Kemandirian finansial dan tata kelola organisasi yang profesional menjadi prioritas agar NU dapat menjalankan misi dakwah, sosial, dan kemanusiaan secara independen dan berkesinambungan. - Mempertegas Peran Civil Society (Shohibul Hukumah).
Sebagai elemen kunci masyarakat sipil (civil society), NU memosisikan diri sebagai shohibul hukumah—yakni mitra strategis sekaligus kritis bagi pemerintah. NU mendukung penuh kebijakan publik yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat, seraya tetap konsisten memberikan masukan, koreksi, dan kontrol sosial yang konstruktif. - Membangun Sistem Pendidikan Terintegrasi.
NU mendorong akselerasi dan modernisasi lembaga pendidikan di bawah naungannya, mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi. Melalui sistem pendidikan yang terintegrasi, NU memadukan nilai-nilai keislaman ahlussunnah wal jama’ah, wawasan kebangsaan, serta penguasaan sains dan teknologi guna mencetak generasi unggul berdaya saing global. - Memperluas Peran dalam Tatanan Global.
Gus Rozin menegaskan bahwa kiprah internasional NU merupakan bagian dari akar sejarah pembentukannya. Diplomasi historis Komite Hijaz pada masa awal berdirinya NU menjadi bukti nyata kontribusi para ulama dalam percaturan global. Ke depan, NU terus berkomitmen memperkuat diplomasi perdamaian dunia dan menggemakan Islam Rahmatan lil ‘Alamin di kancah internasional.
Melalui kelima pilar ini, Nahdlatul Ulama menegaskan kesiapan organisasi untuk terus menjadi pilar penyangga kebangsaan serta pelopor perdamaian dunia.
Editor: Fahmi
