By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Kementerian Perhubungan dan DGAC Prancis Gelar Pertemuan Steering Committee ke-11
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Kementerian Perhubungan dan DGAC Prancis Gelar Pertemuan Steering Committee ke-11
Berita Nasional

Kementerian Perhubungan dan DGAC Prancis Gelar Pertemuan Steering Committee ke-11

Muhajir
Last updated: 2026/09/19 at 1:07 AM
Muhajir Published September 19, 2026
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan menggelar 11th Steering Committee Meeting Kerja Sama Teknis Penerbangan Sipil antara Ditjen Hubud dan Direction Générale de l’Aviation Civile (DGAC) Prancis di Jakarta, Rabu (16/9). Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan DGAC Prancis, Airbus (yang dipimpin oleh Yannick Malinge, Senior Vice President Airbus Aviation Safety), serta tim teknis dari kedua belah pihak.

Membuka pertemuan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan terima kasih atas komitmen DGAC Prancis, Airbus, dan para tenaga ahli teknis yang selama ini mendukung kerja sama ini, termasuk lewat kegiatan-kegiatan teknis di lapangan yang baru saja berlangsung.

Lukman menjelaskan bahwa kerja sama penerbangan sipil Indonesia dan Prancis sudah berjalan sejak 2019 melalui Technical Cooperation Agreement (TCA), mulai dari pengembangan kompetensi inspektur, standardisasi, hingga manajemen mutu. Memasuki 2026, kerja sama ini masuk fase baru dengan fokus membangun Sustainable Oversight System.

“Keberhasilan kerja sama teknis ini bukan dilihat dari seberapa banyak pertemuan, misi, lokakarya, atau pelatihan yang sudah dijalankan, tapi dari sejauh mana hal itu benar-benar meningkatkan kapasitas safety oversight kita, dan sejauh mana peningkatan itu bisa kita jaga ke depannya,” ujar Lukman.

Lukman menambahkan bahwa Indonesia saat ini bersiap menghadapi audit ICAO USOAP yang diperkirakan berlangsung pada 2027. Menurutnya, audit itu memang penting, tapi tanggung jawab menjaga safety oversight tidak berhenti begitu audit selesai.

Beberapa area yang sedang digarap dalam kerja sama ini antara lain Specific Approvals dengan prioritas awal pada Low Visibility Operations, SMS Assessment, Risk Assessment, Personnel Licensing Examination Process, serta pengembangan State Safety Programme. Menurut Lukman, kegiatan teknis di lapangan menjadi bagian penting karena pengetahuan yang diberikan perlu benar-benar dipraktikkan, diuji, dan dievaluasi langsung di dalam sistem dan kapasitas kelembagaan Ditjen Hubud.

Ia juga tak menutup mata soal tantangan yang masih ada, mulai dari keterbatasan sumber daya dan pelatihan inspektur, hingga koordinasi antardirektorat dan unit teknis. Untuk itu, Lukman mengajak seluruh direktorat dan unit teknis di Ditjen Hubud untuk memperkuat koordinasi dan sama-sama bertanggung jawab menjalankan program ini, sambil menegaskan bahwa tanggung jawab utama membangun dan menjaga safety oversight tetap ada di tangan Indonesia sendiri.

“Lewat kerja sama ini, kami berharap kedua otoritas penerbangan sipil bisa terus saling berbagi pengalaman dan keahlian, sehingga kapasitas safety oversight kita semakin kompeten, terstandardisasi, berbasis risiko, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” tambah Lukman.

Lukman turut menjelaskan arah jangka panjang kerja sama ini, mulai dari standardisasi proses, penguatan koordinasi, Safety Risk-Based Surveillance, penguatan State Safety Programme, hingga penyusunan Competence-Based Training and Assessment framework bagi para inspektur. Ia menekankan setiap kegiatan perlu punya tujuan, penanggung jawab, tenggat waktu, dan capaian yang jelas, dengan pelaporan bulanan, tinjauan triwulanan, dan pengawasan Steering Committee agar akuntabilitasnya tetap terjaga.

Lukman berharap pertemuan ini menghasilkan empat hal: kesepahaman bersama soal sejauh mana kegiatan prioritas sudah berjalan, identifikasi tantangan utama dan dukungan yang dibutuhkan, kesepakatan soal prioritas dan tenggat waktu ke depan, serta memastikan seluruh kegiatan tetap mengarah pada satu tujuan yang sama, yaitu memperkuat safety oversight penerbangan sipil Indonesia secara berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Asia Pacific Cooperation Director, DGAC France, Thibaut Lallemand, menyampaikan apresiasi atas diskusi yang berjalan konstruktif dan komitmen yang terus terjaga dalam kerja sama ini. Ia mengaku senang melihat kemajuan di sejumlah area prioritas, seperti Specific Approvals, SMS Assessment, Risk Assessment, Personnel Licensing Examination Process, dan State Safety Programme.

“Kegiatan-kegiatan ini penting karena langsung berkontribusi pada penguatan kapasitas safety oversight Indonesia,” ujar Thibaut Lallemand.

Ia mengingatkan bahwa audit ICAO USOAP 2027 hanyalah satu tonggak, sementara yang lebih penting adalah membangun sistem yang kompeten, terstandardisasi, berbasis risiko, terkoordinasi, dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Menurutnya, mitra internasional memang bisa memberi dukungan keahlian dan sumber daya, tapi kepemilikan atas safety oversight Indonesia tetap ada di tangan Ditjen Hubud – sehingga pengetahuan dan pengalaman dari kerja sama ini perlu benar-benar tertanam menjadi kapasitas kelembagaan di dalam organisasi.

“Pengetahuan harus menjadi kompetensi. Kompetensi harus menjadi kebiasaan kerja yang konsisten. Dan kebiasaan kerja yang konsisten itu yang akan menjadi kapasitas kelembagaan yang bertahan lama. Itulah hasil yang harus kita capai bersama,” ujar Thibaut Lallemand.

Ia mengajak semua pihak untuk mengubah kesepakatan hari itu menjadi langkah nyata, dan menyampaikan ia menantikan kemajuan konkret dari kerja sama ini dalam waktu mendatang.

Melalui penyelenggaraan Steering Committee Meeting ke-11 ini, Ditjen Hubud kembali menegaskan komitmennya membangun kemitraan internasional yang strategis, guna mewujudkan sistem penerbangan sipil Indonesia yang selamat, aman, andal, berkelanjutan, serta selaras dengan standar internasional.

Editor: Alwi

Rekomendasi

Berita Nasional

KPK Geledah Kantor ATR/BPN, Ruang Dirjen Lampri Turut Disisir

Berita Nasional

Kemendagri Dorong Local Champion dan Komunitas Percepat Penanganan Permukiman Kumuh

Ciayumajakuning

PMI Cirebon Luncurkan Bulan Dana Kemanusiaan 2026, Target Galang Rp1,5 Miliar

Religi

Menag Raih Penghargaan Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development

Muhajir September 19, 2026 September 19, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Ciayumajakuning
DPRD Kab. Cirebon Setujui Raperda Pemerintahan Berbasis Data Desa
September 20, 2026
Berita Nasional
Mahasiswa Sungai Aua Minta Polemik Adat Dibuka Transparan
September 20, 2026
Berita Nasional
The Fed Naikkan Suku Bunga, Kripto Tertekan dan Investor Mulai Atur Strategi
September 20, 2026
Berita Nasional
Harga Emas Antam Hari Ini 20 September 2026 Stagnan
September 20, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

Mahasiswa Sungai Aua Minta Polemik Adat Dibuka Transparan

September 20, 2026
Berita Nasional

The Fed Naikkan Suku Bunga, Kripto Tertekan dan Investor Mulai Atur Strategi

September 20, 2026
Berita Nasional

Harga Emas Antam Hari Ini 20 September 2026 Stagnan

September 20, 2026
Berita Nasional

Harga Emas Naik, Minyak Turun Redakan Kekhawatiran Inflasi

September 20, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Kementerian Perhubungan dan DGAC Prancis Gelar Pertemuan Steering Committee ke-11
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?