By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Sejarah Tari Piring Melayu dan Makna di Balik Gerakan yang Memukau
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Seni & Budaya > Sejarah Tari Piring Melayu dan Makna di Balik Gerakan yang Memukau
Seni & Budaya

Sejarah Tari Piring Melayu dan Makna di Balik Gerakan yang Memukau

Muhajir
Last updated: 2026/07/12 at 11:42 AM
Muhajir Published July 12, 2026
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Indonesia memiliki beragam kesenian tradisional yang menjadi identitas setiap daerah. Salah satu yang masih terus dilestarikan adalah Tari Piring Melayu, sebuah tarian yang memadukan keindahan gerak, ketangkasan penari, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat Melayu.

Tari Piring Melayu dikenal melalui atraksi para penari yang memainkan dua buah piring di kedua telapak tangan dengan gerakan cepat, luwes, dan penuh keseimbangan. Kepiawaian menjaga piring tetap berada di tangan tanpa terjatuh menjadi daya tarik utama yang selalu memukau penonton dalam setiap pertunjukan.

Secara historis, Tari Piring berasal dari budaya Minangkabau di Sumatra Barat sebagai tarian ungkapan syukur atas hasil panen. Seiring perjalanan waktu dan interaksi budaya, tarian ini berkembang dalam masyarakat Melayu dengan penyesuaian pada fungsi, gerak, dan nilai-nilai adat setempat. Di beberapa wilayah Melayu, seperti pesisir timur Sumatra, Tari Piring menjadi bagian dari prosesi adat, termasuk dalam rangkaian upacara Malam Berinai menjelang pernikahan.

Dalam tradisi Melayu, Tari Piring tidak hanya dipentaskan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi simbol penghormatan kepada tamu, ungkapan rasa syukur, serta bagian dari pelestarian adat istiadat yang masih dijaga hingga sekarang.

Foto: Tari Piring Melayu

Keunikan Tari Piring Melayu terletak pada perpaduan gerakan tangan, langkah kaki, serta irama musik tradisional Melayu yang harmonis. Setiap gerakan dilakukan secara terukur sehingga piring yang dibawa tetap seimbang meskipun penari bergerak cepat dan dinamis.

Busana adat Melayu yang dikenakan para penari semakin menambah keindahan pertunjukan. Balutan kain songket, baju kurung, tanjak, serta aksesori tradisional menghadirkan nuansa elegan yang mencerminkan identitas budaya Melayu.

Di balik keindahan gerakannya, Tari Piring Melayu menyimpan filosofi tentang kerja keras, kebersamaan, keseimbangan hidup, serta rasa syukur atas rezeki yang diterima. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi adat, sopan santun, dan semangat gotong royong.

Karena itu, tarian ini sering dipentaskan dalam berbagai acara adat, penyambutan tamu kehormatan, festival budaya, hingga perayaan hari besar sebagai media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada masyarakat luas.

Di tengah arus modernisasi, Tari Piring Melayu tetap menjadi salah satu kesenian tradisional yang memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Berbagai sanggar seni, komunitas budaya, hingga pemerintah daerah terus berupaya mengenalkan tarian ini kepada generasi muda melalui pelatihan, festival, dan pertunjukan budaya.

Pelestarian Tari Piring Melayu menjadi langkah penting untuk menjaga warisan budaya Nusantara agar tidak hilang ditelan zaman. Lebih dari sekadar pertunjukan, tarian ini merupakan cerminan identitas budaya Melayu yang kaya akan nilai sejarah, estetika, dan filosofi kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini.

Editor: Nizam

Rekomendasi

Berita Nasional

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Pidana Korporasi Pelaku Karhutla

Berita Nasional

Prabowo Hadiri Seabad Gontor, Tekankan Peran Santri Bangun Bangsa

Berita Nasional

Kementerian Perhubungan dan DGAC Prancis Gelar Pertemuan Steering Committee ke-11

Berita Nasional

Helikopter Polri Evakuasi Jenazah Korban KMP Virgo dari Tengah Laut

Muhajir July 12, 2026 July 12, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Religi
Kemenhaj Buka Opsi Maskapai Alternatif Untuk Tekan Biaya Haji 2027
September 22, 2026
Featured
10 Ciri Anjing Sehat dan Bahagia yang Perlu Diperhatikan
September 22, 2026
Berita Nasional
Kemenhaj Dalami Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jawa Timur
September 21, 2026
Berita Nasional
Dewan Pers Gelar Doa Bersama, Menanti Kabar Lima Jurnalis Hilang Saat Liputan Anak Krakatau
September 21, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Seni & Budaya

Kahitna Hadirkan Carlo Saba Secara Virtual di Konser 40 Tahun

September 6, 2026
Berita NasionalSeni & Budaya

Thalia Gunawan Rilis Single Kedua “Jangan Lupakanku”, Bawa Kisah Rindu LDR dalam Balutan Koplo

August 29, 2026
Seni & Budaya

Batik Mega Mendung Cirebon, Warisan Budaya yang Mendunia

July 19, 2026
Seni & Budaya

Tradisi Nenjrag Bumi, Ritual Khas Masyarakat Sunda untuk Bayi Baru Lahir

July 13, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Sejarah Tari Piring Melayu dan Makna di Balik Gerakan yang Memukau
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?