By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Kesenian Jaranan, Warisan Budaya Jawa Timur yang Tetap Lestari
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Seni & Budaya > Kesenian Jaranan, Warisan Budaya Jawa Timur yang Tetap Lestari
Seni & Budaya

Kesenian Jaranan, Warisan Budaya Jawa Timur yang Tetap Lestari

Muhajir
Last updated: 2026/07/12 at 12:02 PM
Muhajir Published July 12, 2026
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Indonesia memiliki beragam seni tradisional yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman. Salah satunya adalah kesenian Jaranan, pertunjukan rakyat khas Jawa Timur yang memadukan unsur tari, musik gamelan, drama, dan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Jaranan dikenal luas melalui atraksi para penari yang menunggangi kuda tiruan berbahan anyaman bambu atau kulit. Gerakannya yang dinamis, iringan gamelan yang menghentak, serta suasana pertunjukan yang khas menjadikan Jaranan sebagai salah satu kesenian tradisional paling populer di Pulau Jawa.

Kesenian Jaranan telah berkembang sejak lama di berbagai daerah di Jawa Timur. Seiring perjalanan waktu, setiap daerah melahirkan gaya pertunjukan yang memiliki ciri khas masing-masing, seperti Jaranan Kediri, Jaranan Sentherewe dari Tulungagung, Jaranan Pegon, hingga Jaranan Buto di Banyuwangi. Meski memiliki perbedaan gerak, musik, maupun kostum, seluruhnya tetap mempertahankan identitas sebagai seni pertunjukan rakyat yang kaya akan nilai budaya.

Dalam sejumlah tradisi lisan, Jaranan juga dikaitkan dengan kisah kepahlawanan prajurit berkuda pada masa kerajaan-kerajaan di Jawa. Karena berkembang melalui berbagai daerah, asal-usul dan cerita yang melatarbelakanginya memiliki beberapa versi yang berbeda.

Foto: Kesenian Jaranan

Daya tarik utama Jaranan terletak pada properti kuda kepang yang dimainkan para penari dengan gerakan lincah dan penuh semangat. Pertunjukan diiringi seperangkat gamelan, kendang, kenong, gong, serta alat musik tradisional lainnya yang menghasilkan irama energik.

Busana penari yang didominasi warna-warna cerah dipadukan dengan aksesori khas Jawa semakin memperkuat nilai estetika pertunjukan. Pada beberapa kelompok, pementasan juga dilengkapi tokoh-tokoh seperti barongan, celeng, hingga penthul yang membuat jalannya pertunjukan semakin atraktif.

Di sejumlah daerah, sebagian pertunjukan Jaranan juga dikenal menghadirkan unsur ritual atau atraksi trance yang menjadi bagian dari tradisi kelompok seni tertentu. Namun, tidak semua kelompok Jaranan menampilkan unsur tersebut karena bentuk pertunjukan kini semakin beragam dan banyak disesuaikan dengan kebutuhan hiburan maupun festival budaya.

Lebih dari sekadar hiburan, kesenian Jaranan mengandung pesan tentang keberanian, semangat juang, disiplin, kebersamaan, dan kesetiaan. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam gerakan para penari yang menggambarkan kekompakan pasukan berkuda serta kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan.

Karena mengandung pesan moral yang kuat, Jaranan tidak hanya dipentaskan dalam acara hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan adat, festival budaya, penyambutan tamu, hingga agenda promosi pariwisata di berbagai daerah.

Di era modern, kesenian Jaranan terus beradaptasi tanpa meninggalkan akar budayanya. Berbagai sanggar seni, komunitas budaya, pemerintah daerah, hingga generasi muda aktif melestarikan kesenian ini melalui pelatihan, festival, pentas budaya, dan media digital.
Upaya tersebut membuat Jaranan tetap dikenal oleh masyarakat luas sekaligus menjadi salah satu ikon budaya Jawa Timur yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sebagai warisan budaya Indonesia, kesenian Jaranan bukan hanya menyajikan pertunjukan yang memikat, tetapi juga menjadi cerminan kekayaan tradisi, kreativitas, dan identitas masyarakat Jawa yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Editor: Alwi

Rekomendasi

Religi

Umrah Mandiri Harus Disertai Peningkatan Kwalitas Layanan

Berita Nasional

Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

Berita Nasional

Bertemu Walikota Subulussalam, Wamen Viva Yoga: Perlu Sinergi dengan Banyak Pihak Untuk Membangun Subulussalam

Berita Nasional

Danrindam XVIII/Ksr Hadiri Penutupan Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II TA 2026

Muhajir July 12, 2026 July 12, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Religi
Umrah Mandiri Harus Disertai Peningkatan Kwalitas Layanan
August 13, 2026
Religi
Ratusan Jemaah Umrah Terdampak, Kemenhaj Periksa PT TAS
August 13, 2026
Berita Nasional
Danrindam XVIII/Ksr Hadiri Penutupan Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II TA 2026
August 13, 2026
Berita Nasional
PAN Sepakat dengan Megawati: Oposisi Bukan Istilah Konstitusional
August 13, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Seni & Budaya

Batik Mega Mendung Cirebon, Warisan Budaya yang Mendunia

July 19, 2026
Seni & Budaya

Tradisi Nenjrag Bumi, Ritual Khas Masyarakat Sunda untuk Bayi Baru Lahir

July 13, 2026
Seni & Budaya

Sejarah Tari Piring Melayu dan Makna di Balik Gerakan yang Memukau

July 12, 2026
Seni & Budaya

Keindahan Arsitektur Candi Prambanan, Mahakarya Hindu yang Memikat Dunia

July 12, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Kesenian Jaranan, Warisan Budaya Jawa Timur yang Tetap Lestari
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?