UPDATECIREBON.COM – Petenis Republik Ceko, Linda Noskova, menorehkan sejarah baru dengan menjuarai Wimbledon 2026 setelah mengalahkan rekan senegaranya, Karolina Muchova, 6-2, 5-7, 6-3 pada partai final yang berlangsung di All England Club, London, Minggu WIB.
Kemenangan tersebut mengantarkan Noskova meraih gelar Grand Slam pertamanya sekaligus menjadikannya juara Wimbledon termuda dalam 15 tahun terakhir. Pada usia 21 tahun, Noskova mengikuti jejak legenda tenis Ceko, Petra Kvitova, yang merebut gelar Wimbledon pertamanya pada 2011.
“Ini sungguh akan saya kenang selamanya, tetapi mungkin saya membutuhkan beberapa hari untuk benar-benar menyadari apa yang telah terjadi,” ujar Noskova, seperti dikutip dari WTA.
Noskova juga menjadi petenis Ceko kedua setelah Kvitova yang berhasil memenangi final Grand Slam pada penampilan perdananya di Wimbledon. Gelar ini merupakan trofi tunggal paling bergengsi dalam kariernya setelah sebelumnya mengoleksi tiga gelar level tur.
Keberhasilan tersebut turut mendongkrak posisi Noskova ke peringkat ketujuh dunia, sementara Karolina Muchova diproyeksikan naik ke peringkat keenam dunia, yang menjadi pencapaian terbaik sepanjang kariernya.
Bagi Muchova, kekalahan ini menjadi kegagalan keduanya di final Grand Slam setelah sebelumnya harus puas sebagai runner-up French Open 2023.
Final sesama petenis Ceko ini juga menjadi laga yang istimewa. Partai puncak tunggal putri Wimbledon yang mempertemukan dua petenis dari negara yang sama terakhir kali terjadi pada 2009, saat Serena Williams mengalahkan Venus Williams.
Dengan kemenangan tersebut, Noskova kini tercatat sebagai petenis kelima Republik Ceko yang berhasil menjuarai Grand Slam nomor tunggal, sekaligus menjadi petenis putri Ceko ketiga yang mengangkat trofi Wimbledon dalam kurun empat tahun terakhir.
Jalannya pertandingan berlangsung sengit. Noskova tampil dominan pada set pertama dengan dua kali mematahkan servis Muchova untuk menang 6-2.
Muchova kemudian memberikan perlawanan luar biasa di set kedua. Saat tertinggal 2-5, ia mampu menyelamatkan tiga championship point, mematahkan servis Noskova, lalu kembali menggagalkan dua championship point lainnya sebelum merebut lima gim secara beruntun untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan.
“Pelatih saya mengatakan, jika saya membutuhkan waktu, ambillah sejenak untuk kembali fokus,” ungkap Noskova.
Usai kehilangan set kedua, Noskova memilih mengambil jeda singkat sebelum memasuki set ketiga. Dalam perjalanan menuju ruang ganti, pandangannya tertuju pada trofi Venus Rosewater Dish yang menjadi motivasi tambahan untuk bangkit.
Strategi tersebut terbukti berhasil. Noskova kembali tampil tenang dan agresif pada set ketiga hingga akhirnya memastikan kemenangan 6-3 sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara Wimbledon 2026 untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Editor: Yudistira
