UPDATECIREBON.COM – Dewan Pers menggelar diskusi publik bertema “Negara dan Tanggung Jawab Menjaga Pilar Demokrasi” di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Anugerah Dewan Pers 2025 dan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai bidang.
Hadir sebagai pembicara, wartawan senior Bambang Harymurti; anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin; Gubernur LEMHANAS RI, Ace Hasan Syadzily; serta Guru Besar Komunikasi Politik LSPR, Prof. Dr. Lely Arrianie, M.Si. Diskusi dipandu oleh jurnalis dan moderator ternama, Aiman Witjaksono.
Dalam paparannya, Gubernur LEMHANAS Ace Hasan Syadzily menekankan bahwa pers merupakan pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menilai, keberadaan pers yang kredibel dan berpegang pada etika jurnalistik sangat menentukan arah informasi publik.
Ace menyebut, pers yang menyajikan berita objektif dan dapat dipercaya akan menjadi rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi yang benar. Menurutnya, kredibilitas berita adalah fondasi utama yang harus terus dijaga.
Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan media beradaptasi dengan era disrupsi digital. Teknologi, kata Ace, seharusnya dimanfaatkan sebagai medium baru penyebaran informasi.
“Platform digital seperti YouTube atau berbagai kanal lainnya bisa menjadi ruang bagi jurnalisme yang kredibel. Kuncinya ada pada kualitas berita dan kemampuan pers beradaptasi dengan perubahan teknologi yang begitu dinamis,” ujarnya.
Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, menilai hubungan pers dengan negara dalam sistem demokrasi Indonesia sudah berjalan cukup baik. Ia berharap media tetap menjaga independensi serta mematuhi kode etik dan undang-undang yang mengatur pers.
Nurul menegaskan, media yang mampu menyajikan narasi objektif, informatif, dan dapat dipertanggungjawabkan akan tetap menjadi panduan publik di tengah banjir informasi digital. Menurutnya, media arus utama tetap memiliki tempat di hati masyarakat karena kualitas kontennya.
“Media arus utama tetap menjadi rujukan karena menyajikan informasi yang edukatif dan bertanggung jawab. Di tengah gempuran teknologi, media tetap harus hadir dengan informasi yang proporsional,” tuturnya.
Ia juga menilai media, baik cetak maupun digital, tidak akan ditinggalkan oleh publik selama mampu menjaga mutu pemberitaan. Nurul secara pribadi mengaku masih menyukai membaca koran karena kedalaman analisis yang disajikan.
“Koran memberikan insight lebih dalam, bukan hanya judul yang sensasional, tetapi tulisan yang menyampaikan pengetahuan dan pesan yang bermakna,” ucapnya.
Diskusi publik ini turut dihadiri Ketua Dewan Pers, Prof. Komarudin Hidayat; Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto; seluruh anggota Dewan Pers; serta perwakilan pers mahasiswa dari berbagai kampus. Kehadiran para akademisi, praktisi media, dan mahasiswa membuat suasana diskusi berlangsung dinamis.
Acara ini diharapkan dapat memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi sekaligus mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga ekosistem media yang sehat, independen, dan profesional.
Editor: Fahmi
