UPDATECIREBON.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sejumlah komoditas cabai di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, mulai merangkak naik cukup signifikan. Lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat dikeluhkan pedagang maupun pembeli karena mulai memengaruhi aktivitas transaksi di pasar tradisional.
Berdasarkan pantauan di Pasar Sumber, Minggu (17/5/2026), kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi sekitar Rp65 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Sementara cabai merah keriting juga ikut naik dari Rp35 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram.
Kenaikan harga mulai terasa dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha. Selain faktor permintaan pasar yang meningkat, terbatasnya pasokan dari daerah penghasil akibat cuaca yang tidak menentu disebut menjadi pemicu utama naiknya harga.
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Sumber, Darmayanti (49), mengatakan lonjakan harga membuat sebagian pembeli mulai mengurangi jumlah belanja karena harga dianggap terlalu memberatkan.
“Sekarang harga cabai naik terus. Pembeli jadi banyak yang ngurangin belanja, biasanya beli satu kilo sekarang cuma setengah kilo,” ujar Darmayanti saat ditemui di lapaknya.
Menurutnya, kenaikan harga sebenarnya sudah terjadi secara bertahap sejak awal pekan. Namun mendekati Idul Adha, lonjakan harga mulai terasa lebih cepat karena stok barang yang masuk ke pasar tidak sebanyak biasanya.
“Barang dari petani juga datangnya nggak sebanyak biasanya, jadi harga ikut naik. Kalau mendekati hari besar biasanya memang ramai, tapi sekarang kenaikannya lumayan terasa,” katanya.
Kenaikan harga tersebut tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Sejumlah pembeli kini terpaksa menyesuaikan pengeluaran rumah tangga agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi.
Salah seorang warga Tukmudal, Nunung (37), mengaku harus lebih cermat mengatur belanja harian karena harga cabai dan sejumlah bahan pokok lainnya terus mengalami kenaikan.
“Kalau cabai naik begini terasa banget, apalagi kebutuhan lain juga ikut naik. Jadi sekarang belinya sedikit-sedikit dulu supaya pengeluaran nggak terlalu besar,” ujar Nunung.
Ia menilai, cabai merupakan salah satu kebutuhan dapur yang sulit dikurangi karena hampir selalu digunakan dalam masakan sehari-hari. Meski harga melonjak, masyarakat tetap membeli, namun dengan jumlah yang lebih sedikit.
Selain cabai rawit merah dan cabai merah keriting, beberapa komoditas lain seperti bawang merah dan tomat juga mulai mengalami kenaikan harga meski belum terlalu signifikan.
Pedagang memperkirakan harga kebutuhan dapur, khususnya cabai, masih berpotensi naik apabila permintaan masyarakat terus meningkat mendekati Hari Raya Idul Adha, sementara pasokan dari petani belum kembali stabil. Kondisi ini dikhawatirkan dapat semakin menekan daya beli masyarakat di pasar tradisional.
Editor: Ade MN
