UPDATECIREBON.COM – Dalam upaya meningkatkan konektivitas di wilayah timur Indonesia, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berkomitmen. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memajukan transportasi laut, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kepulauan, khususnya di Maluku.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi, menyoroti beberapa infrastruktur vital yang tengah dibangun atau direncanakan untuk mendukung tujuan tersebut. Namun, beberapa tantangan infrastruktur, terutama keterbatasan fasilitas di beberapa Wilayah Kerja Pelabuhan (Wilker Pelabuhan), masih menjadi perhatian utama.
Salah satu titik sorotan adalah Wilker Pelabuhan Lirang, yang menghadapi masalah pendangkalan alur masuk. Meskipun telah dilakukan pengerukan pada tahun 2017, masalah tersebut kembali muncul, menghambat aktivitas pelabuhan.
Wilker Pelabuhan Luang juga menjadi fokus perhatian karena kegiatan pelabuhan dilakukan dengan jarak yang jauh dari pulau Luang. Beberapa kapal perintis telah menjadikan wilayah ini sebagai tempat singgah.
Di sisi lain, Wilker Pelabuhan Mahaleta juga menghadapi tantangan serupa dengan kerusakan pada infrastruktur dermaga dan causeway. Pembangunan dan rehabilitasi direncanakan pada tahun anggaran 2025 untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan pelayaran.
Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat langkah-langkah strategis ini, sehingga tujuan penguatan konektivitas dapat tercapai lebih cepat. Kemenhub berkomitmen untuk terus mengawal dan mempercepat upaya ini demi memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat kepulauan dan ekonomi nasional. (AM)
