UPDATECIREBON.COM – Kementerian Perhubungan mencatat lonjakan pengguna angkutan umum pada H-3 Lebaran, mencapai 1.181.705 orang, angka tertinggi sepanjang musim Lebaran tahun ini. Data ini diperoleh dari Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Kemenhub, Jakarta.
Menurut Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, pengguna angkutan penyeberangan mencapai puncak tertinggi, mencatat 367.031 penumpang, menyumbang 31,06% dari total pengguna angkutan umum di semua moda.
Posko pemantauan di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan mencakup 111 terminal, 16 pelabuhan penyeberangan, 51 bandara, 110 pelabuhan laut, 173 stasiun, 42 gerbang tol, serta 20 ruas jalan arteri keluar masuk Jabodetabek, dengan pemantauan titik meningkat dari 9 menjadi 11 titik dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara rinci, pengguna angkutan umum per moda transportasi pada H-3 adalah sebagai berikut:
Angkutan jalan: 249.410 penumpang, naik 9,19% dibandingkan tahun sebelumnya dan naik 109,16% dibandingkan pergerakan normal harian.
Angkutan penyeberangan: 367.031 penumpang, naik 4,31% dibandingkan tahun sebelumnya dan naik 1.029,29% dibandingkan pergerakan normal harian.
Angkutan udara: 292.855 penumpang, naik 5,11% dibandingkan tahun sebelumnya dan naik 63,83% dibandingkan pergerakan normal harian.
Angkutan laut: 93.793 penumpang, naik 7,17% dibandingkan tahun sebelumnya dan naik 74,08% dibandingkan pergerakan normal harian.
Angkutan kereta api: 178.616 penumpang, naik 9,94% dibandingkan tahun sebelumnya dan naik 13,23% dibandingkan pergerakan normal harian.
Jumlah mobil yang keluar dan masuk Jabodetabek melalui jalan tol Jasamarga mencapai 929.692 kendaraan dan 4.648.460 orang pada H-3, menunjukkan peningkatan 271,52% dibandingkan periode normal harian pada 2024.
Pada sepeda motor, terdapat 3.289.330 kendaraan dan 6.578.660 orang yang keluar dan masuk Jabodetabek, mengalami penurunan 13,98% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kendati demikian, upaya untuk mengurai kepadatan terus dilakukan, termasuk sistem buka tutup jalan dan pengalihan ke Pelabuhan Ciwandan di Pelabuhan Merak. Selain itu, koordinasi antara operator Bandar Udara, Airnav, dan Maskapai Penerbangan diperlukan untuk mengantisipasi dampak gempa bumi di wilayah Lampung yang tidak berpotensi tsunami, demikian yang diinformasikan oleh Adita. (AM)
