By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Jeje Zaenudin: Keterpilihan Pemimpin Harus Mencerminkan Kesadaran Kolektif yang Objektif
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Jeje Zaenudin: Keterpilihan Pemimpin Harus Mencerminkan Kesadaran Kolektif yang Objektif
Berita Nasional

Jeje Zaenudin: Keterpilihan Pemimpin Harus Mencerminkan Kesadaran Kolektif yang Objektif

Muhajir
Last updated: 2023/10/29 at 8:20 AM
Muhajir Published October 29, 2023
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Ustaz Jeje Zaenudin menyatakan bahwa pemimpin suatu kaum belum tentu yang terbaik dari kaum itu, tetapi pasti dia yang terpilih dari kaum itu. Sebagaimana diisyaratkan dalam pidato Abu Bakar ketika terpilih menjadi khalifah: “Aku dipilih menjadi pemimpin kalian bukan berarti aku yang terbaik di antara kalian.”

“Diantara poin pentingnya, bahwa seorang pemimpin yang terpilih dalam sistem musyawarah dan demokratis adalah ia yang paling bisa diterima sebagian besar masyarakat pemilihnya, meskipun belum tentu yang terbaik. Oleh karena itu menjadi sangat penting bagaimana membangun kualitas pemilihnya, agar keterpilihan itu sebagai hasil kesadaran kolektif yang objektif dari para pemilih, yaitu masyarakat. Bukan hasil dukungan karena iming-iming, bujuk rayu, money politic, intimidasi ataupun tekanan-tekanan lainnya,” kata Ustaz Jeje dalam keterangan tertulis menjawab awak media, Ahad (29/10/2023).

Oleh karena itu, lanjut Ustaz Jeje, konsen dari partisipasi politik umat bukan hanya memikirkan atau fokus kepada siapa figur pemimpin itu, tetapi sejauh mana masyarakat pemilih memahami visi, misi, dan program dari para kandidat pemimpin yang dipilihnya. Kemudian mampu terlibat aktif agar proses pemilihan pemimpin bangsa berjalan dengan cara yang jujur, adil, dan transparan.”

“Tidak kalah penting juga bagaimana pemimpin terpilih itu dikawal dan dampingi oleh para penasihat politik, ahli, dan para pakar yang baik serta memahami problematika dan aspirasi umat. Ini sesuai dengan peringatan hadits nabi bahwa setiap pemimpin selalu didampingi dua macam penasihat setia; maka ada penasihat yang baik dan ada penasihat yang busuk,” ujarnya.

“Menolak politik identitas yang mendorong terjadinya fanatisme kelompok atas nama agama, ras, suku, budaya itu memang sangat penting, tetapi tidak kalah pentingnya juga mendorong dan mengawal proses pemilihan pemimpin politik yang jujur, adil dan trasparan,” Sambungnya.

Ketua MUI Pusat bidang Seni Budaya dan Peradaban ini menambahkan, calon pemimpin bangsa bagaimanapun pasti mencerminkan kader-kader pilihan daripada masyarakat itu sendiri. Maka keragaman orientasi figur-figur pemimpin mencerminkan keragaman daripada aspirasi masyarakat itu sendiri, tetapi di atas perbedaan aspirasi itu harus dipersatukan oleh satu visi-misi yang disepakati bersama sebagai suatu umat dan satu bangsa. 

“Visi misi berbangsa dan bernegara itu telah tertuangkan dalam Muqaddimah konstitusi sebagai sebuah cita-cita bersama” kata dia.

Oleh sebab itu, ketika seorang pemimpin dari suatu masyarakat yang majemuk, plural, dan beragam telah terpilih melalui aspirasi mayarakat mayoritas, ia tidak berarti boleh mengabaikan apalagi meninggalkan aspirasi masyarakat yang tidak memilihnya.

“Maka dalam konteks pemilihan kepemimpinan di Indonesia, baik yang terpilih maupun yang tersisih pada akhirnya harus bersatu dalam membangun bangsa dan negara mewujudkan negeri yang baldatun thayibatun wa rabbun ghafur. Tidak patut ada oposisi yang didasarkan karena kekalahan apalagi atas dendam politik yang mewariskan perpecahan kepada rakyat,” pungkasnya.(AM)

Rekomendasi

Berita Nasional

Mendagri Tito Minta Calon Pemimpin Polri Biasakan Kebijakan Berbasis Sains dan Data

Religi

75 Ribu Orang Berebut Jadi Petugas Haji, Kemenhaj Siapkan Seleksi Ketat

Olahraga

Eala dan Gauff Tembus Babak Kedua US Open 2026

Berita Nasional

Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang hingga 09.30 WIB, 22.798 Penumpang Terdampak

Muhajir October 29, 2023 October 29, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Featured
Jang Dong Yoon, Aktor Korea yang Viral karena Tangkap Perampok
September 7, 2026
Featured
Spider Noir Nicolas Cage Resmi Berakhir, Tak Berlanjut ke Musim Kedua
September 6, 2026
Religi
Wamenhaj Soroti Travel Nakal, KBIHU Diminta Kembali Fokus Bimbing Jemaah
September 6, 2026
Seni & Budaya
Kahitna Hadirkan Carlo Saba Secara Virtual di Konser 40 Tahun
September 6, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

Kabut Asap Tebal Selimuti Kuching, Malaysia Tetapkan Status Darurat

September 6, 2026
Berita Nasional

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 150 Ribu Penumpang Terdampak

September 6, 2026
Berita Nasional

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 373 Penerbangan Terdampak

September 6, 2026
Berita Nasional

Kemenhub Larang Kapal Mendekat 3 Kilometer dari Kawah Anak Krakatau

September 6, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Jeje Zaenudin: Keterpilihan Pemimpin Harus Mencerminkan Kesadaran Kolektif yang Objektif
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?