UPDATECIREBON.COM – Operasi pencarian korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Perairan Laut Jawa memasuki hari ketujuh. Tim SAR gabungan terus memperluas pencarian dengan mengerahkan sejumlah kapal dan personel untuk menyisir lokasi kejadian.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengerahkan tiga kapal negara, yakni KN Kunyit, KN Grantin P. 211, dan KN Miang Besar, untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban.
Hingga saat ini, sebanyak 117 dari total 243 orang dalam manifes telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan sembilan orang meninggal dunia. Sementara itu, 126 orang lainnya masih dalam pencarian.
Dalam operasi tersebut, KN Kunyit yang dikerahkan Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin berperan mendukung aspek kenavigasian sekaligus operasi SAR.
Kapal tersebut memasang Wreck Mark Buoy atau Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) sebagai penanda lokasi kerangka KMP Virgo Transport 8. Penandaan ini dilakukan untuk membantu memastikan keamanan alur pelayaran bagi kapal yang melintas sekaligus menandai lokasi yang menjadi area evakuasi korban.
Pemasangan Wreck Mark Buoy selesai dilakukan pada Kamis, 17 September, pukul 15.25 waktu setempat. Selain itu, empat pelampung penandaan sementara juga dipasang di sekitar kerangka kapal.
Setelah pemasangan penanda selesai, KN Kunyit tetap berada di sekitar lokasi untuk berkoordinasi dengan unsur terkait dan mendukung kegiatan penyelaman serta pencarian korban.
Berdasarkan komunikasi SROP Banjarmasin dengan KN Kunyit pada Jumat, 18 September pukul 11.21 waktu setempat, proses penyelaman untuk mencari korban telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin, Hary Bowo Seno Putro, mengatakan dukungan KN Kunyit difokuskan pada aspek kenavigasian dan operasi SAR.
“KN Kunyit telah melakukan penandaan kerangka KMP Virgo Transport 8 dengan Wreck Mark Buoy dan penandaan sementara di sekitar lokasi. KN Kunyit juga tetap berada di lokasi untuk mendukung kegiatan penyelaman dan pencarian korban oleh Tim Gabungan,” ujar Hary.
Selain pengerahan kapal, SROP Banjarmasin juga mendukung operasi melalui komunikasi dan pemantauan. Informasi keselamatan pelayaran turut disebarluaskan melalui Notice to Mariners (NTM) kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, KN Grantin P. 211 dikerahkan untuk memperkuat pencarian dengan melakukan penyisiran dan pengamatan di area kejadian. Kapal tersebut juga menyiapkan personel penyelam untuk mendukung operasi.
Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak, Capt. Rusmanu, mengatakan KN Grantin P. 211 terus melakukan penyisiran untuk membantu menemukan korban.
“KN Grantin P. 211 melakukan penyisiran dan pengamatan untuk mencari korban di daerah kejadian. Kami terus mendukung upaya Tim SAR Gabungan dan berharap proses pencarian dapat berjalan lancar,” ujar Capt. Rusmanu.
Selain KN Kunyit dan KN Grantin P. 211, Ditjen Perhubungan Laut juga mengerahkan KN Miang Besar dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda untuk turut memperkuat proses pencarian dan evakuasi korban.
Dengan masih adanya 126 orang yang belum ditemukan, operasi SAR gabungan terus dilakukan dengan mengoptimalkan unsur yang berada di lokasi, termasuk pencarian di sekitar kerangka kapal dan penyelaman.
Editor: Yudistira
