By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Indonesia Menjadi Tuan Rumah High Level Officials Meeting ke-11 Asia Pacific Regional Forum on Health and Environment
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Indonesia Menjadi Tuan Rumah High Level Officials Meeting ke-11 Asia Pacific Regional Forum on Health and Environment
Berita Nasional

Indonesia Menjadi Tuan Rumah High Level Officials Meeting ke-11 Asia Pacific Regional Forum on Health and Environment

Muhajir
Last updated: 2023/11/23 at 1:42 AM
Muhajir Published November 23, 2023
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjadi tuan rumah penyelenggaraan High Level Official Meeting (HLOM) ke-11 dari Asia Pacific Regional Forum of Health and Environment (APRFHE) di Swissotel, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

“The Role of Strategic Health and Environment on National Development to Achieve the SDGs”, adalah tema HLOM tersebut. HLOM ke-11 APRFHE 2023 dihadiri oleh 125 delegasi dari 10 negara dan 2 Organisasi Internasional yaitu UNEP dan WHO.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono bersama Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Sigit Reliantoro yang mewakili Menteri LHK, secara resmi membuka kegiatan (22/11) yang diagendakan berlangsung selama dua hari hingga besok. Turut hadir pada diskusi Technical Working Group (TWG) yaitu Deputy WHO Representative untuk Indonesia, Dr. Momoe Takeuchi, dan Deputy Regional Director UNEP Asia Pacific, Marlene Nilsson.

HLOM ke-11 membahas mengenai tata kelola APRFHE, persoalan finansial, dan mekanisme pemantauan, serta isu strategis dan teknikalitas relevan. Para delegasi membahas isu masalah kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan sebaliknya, serta pengembangan kebijakan publik yang inklusif dan adil sebagai solusi. Selain itu, negara-negara yang bergabung sepakat untuk memperkuat peran APFRHE dalam sektor lingkungan dan kesehatan di regional Asia Pacific.

Sumber foto: Humas KLHK

Menteri LHK, Siti Nurbaya yang hadir secara daring dalam video sambutannya menyatakan bahwa Indonesia sadar akan pentingnya pendekatan nasional dan internasional untuk mengembangkan pertanggungjawaban terhadap lingkungan, kesehatan yang kemudian akan digunakan untuk membangun kesehatan sosial dan lingkungan. Maka dari itu, diskusi ini dimaknai untuk memperkuat kolaborasi antar bagian APRFHE.

Ia juga mendorong perspektif untuk pembaruan tematik dan ilmiah dari negara-negara anggota APRFHE, terutama mengenai delapan Working Groups (TWGs) yang sudah ada. Dengan begitu, Ia mengharapkan seluruh tujuan dapat tercapai, mulai dari meraih syarat standar kesehatan yang baik, pembangunan nasional, hingga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Dalam hal memperkuat kerjasama dan kolaborasi antar anggota APRFHE, Menteri LHK berharap representatif regional World Health Organization (WHO) dan United Nations of Environment Programme (UNEP) dapat menyampaikan pandangan mereka. Sebab, dibutuhkan bersatunya aksi dan kolaborasi bersama yang diperkuat melalui pembelajaran dari pengalaman menghadapi rintangan di masa lalu, untuk bekal di masa mendatang.

“Mari kita menjaga kolaborasi bertingkat tinggi ini dengan mempergiat diskusi, saling berbagi pengetahuan dan praktik, meningkatkan kapasitas pembangunan, perkembangan teknologi serta inovasi pengelolaan dalam lingkup kesehatan dan lingkungan,” ucapnya.

Sementara itu, Wamenkes Dante Saksono, menjelaskan bahwa kesehatan manusia bergantung pada alam dan lingkungan di sekitarnya. Dampak iklim dapat disoroti melalui persinggungan antara kesehatan dan lingkungan, sehingga melalui pendekatan kesehatan bisa juga untuk mencapai tujuan keseimbangan kesehatan manusia dan lingkungan secara berkelanjutan.

“Tubuh manusia itu bagaikan bumi. Bumi kini tengah menghadapi seperti halnya yang dilakukan tubuh ketika suhu naik, yaitu memberi sinyal peringatan. Saat ini, bumi menghadapi kenaikan suhu hingga 0,5 derajat celsius yang disebabkan oleh manusia. Bila situasi ini diabaikan, bumi akan menghadapi konsekuensi yang tak lagi bisa kita perbaiki,” ujar Dante.

Asia Pacific Regional Forum of Health and Environment (APRFHE) adalah forum diskusi sebagai bentuk wadah bagi bidang kesehatan dan lingkungan untuk membentuk kebijakan dan intervensi bersifat nasional dan regional, dengan tujuan meningkatkan serta menjaga kesehatan dan lingkungan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Sementara High Level Official Meeting (HLOM) merupakan pertemuan rutin setiap 18 bulan untuk mendiskusikan titik fokus hal-hal terkait forum regional yang dihadiri oleh level Eselon I dan Ministerial Meeting. Indonesia menjadi ketua APRFHE periode 2020 – 2024 sesuai dengan kesepakatan pada Ministerial Meeting di Manila, Filipina pada tahun 2016.

Beberapa agenda sempat tertunda ketika masa pandemi COVID-19 pada 2020 hingga 2021, sebab adanya kondisi yang memiliki urgensi lebih tinggi yaitu pengalihan anggaran demi penanganan pandemi yang melanda.

APRFHE pertama kali diinisiasi di tahun 2004 dengan nama Regional Forum on Environment and Health (APRFHE) dimana 14 negara menjadi anggota, sebelum nama, tujuan, dan target direvisi pada Ministerial Meeting ke-4 di tahun 2016 dengan anggota saat ini 51 negara.

Indonesia akan mengadakan rangkaian pertemuan mulai dari Ministerial Meeting setiap tiga tahun, High Level Official Meeting (HLOM) dalam kurun 18 bulan sekali, 2 kali dalam 5 tahun Technical Working Group (TWG), serta Scientific Panel Meeting setahun sekali.

Setelah kegiatan diskusi pada hari kedua esok para delegasi akan diajak berkunjung ke Taman Wisata Alam Mangrove Kapuk Jakarta untuk melakukan kegiatan penanaman dan susur mangrove.(AM)

Rekomendasi

Berita Nasional

Sekjen Kemendagri Minta Bulog Percepat Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur

Olahraga

Persib Larang Bobotoh Nyalakan Flare Saat Lawan Persijap

Olahraga

Antonelli Menang di GP Kanada, Kian Kokoh di Puncak Klasemen F1 2026

Berita Nasional

Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera

Muhajir November 23, 2023 November 23, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Berita Nasional
Sinergisitas Dan Tata Kelola Percepatan Pembangunan Papua
May 27, 2026
Berita NasionalReligi
Wapres Salat Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal Jakarta
May 27, 2026
Ciayumajakuning
PCNU Kota Cirebon Tebar Keberkahan Idul Adha 1447 H, Salurkan 1.000 Paket Daging Qurban untuk Masyarakat
May 27, 2026
Berita NasionalSeni & Budaya
Lagu “Kamu yang di Bangku Depan” Milik Thalia Gunawan Mulai Menembus Jakarta, Siap Ramaikan Industri Musik Tanah Air
May 26, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

Sinergisitas Dan Tata Kelola Percepatan Pembangunan Papua

May 27, 2026
Berita NasionalReligi

Wapres Salat Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal Jakarta

May 27, 2026
Berita NasionalSeni & Budaya

Lagu “Kamu yang di Bangku Depan” Milik Thalia Gunawan Mulai Menembus Jakarta, Siap Ramaikan Industri Musik Tanah Air

May 26, 2026
Berita Nasional

AS Berpeluang Capai Kesepakatan Sementara dengan Iran soal Nuklir

May 25, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Indonesia Menjadi Tuan Rumah High Level Officials Meeting ke-11 Asia Pacific Regional Forum on Health and Environment
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?