UPDATECIREBON.COM — Presiden Prabowo Subianto menyiapkan kapal induk asal Italia untuk memperkuat kemampuan TNI Angkatan Laut dalam mendukung penanganan bencana. Kapal tersebut nantinya akan dimodifikasi agar dapat mengoperasikan helikopter sekaligus drone.
Rencana itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana melalui konferensi video di Jakarta, Senin. (8/9/2026).
“Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita. Itu kita akan refurbish, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone,” kata Prabowo dalam siaran langsung Sekretariat Presiden.
Menurut Prabowo, kapal tersebut nantinya memiliki kapasitas hingga 10 helikopter kelas menengah. Helikopter yang dioperasikan dari kapal itu diharapkan memiliki kemampuan seperti Black Hawk dan Mi-17.
Kapasitas angkut helikopter tersebut dinilai penting untuk mendukung operasi penanganan bencana. Prabowo menyebut helikopter sekelas itu rata-rata mampu membawa sekitar 4-5 ton air, sehingga dapat dimanfaatkan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
“Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita,” ujar Prabowo.
Kehadiran kapal dengan kemampuan tersebut, menurut Prabowo, akan memperkuat respons pemerintah ketika menghadapi kebakaran hutan dengan titik api dalam jumlah besar.
Selain untuk operasi helikopter, kapal tersebut juga akan dimodifikasi untuk mendukung penggunaan drone. Kemampuan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemantauan dan koordinasi dalam operasi penanggulangan bencana.
Prabowo menegaskan pengadaan dan modifikasi sarana tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat mitigasi serta kesiapsiagaan bencana.
Ia meminta berbagai peralatan dan sarana pendukung disiapkan jauh sebelum bencana terjadi. Dengan demikian, pemerintah dapat bergerak lebih cepat ketika menghadapi situasi darurat.
“Jadi kita persiapan mengatasi mitigasi, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya harus kita siapkan,” tegas Prabowo.
Langkah tersebut menunjukkan upaya pemerintah membangun kemampuan respons bencana yang lebih cepat dan terintegrasi, termasuk dengan memanfaatkan aset yang dapat menjangkau wilayah terdampak melalui jalur laut dan udara.
Editor: Yudistira
