UPDATECIREBON.COM — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan mendorong perwira transportasi laut untuk mampu mengikuti perkembangan teknologi pelayaran tanpa mengabaikan keselamatan.
Pesan tersebut disampaikan Kepala BPSDMP Suharto saat menjadi inspektur upacara Wisuda ke-X Politeknik Pelayaran Sumatera Barat (Poltekpel Sumbar) di Padang Pariaman, Sabtu (5/9/2026).
Suharto mengatakan industri pelayaran global saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat. Digitalisasi, perkembangan teknologi kapal, hingga penggunaan energi alternatif membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia pelayaran yang adaptif semakin penting.
“Perubahan teknologi akan berlangsung sangat cepat. Para perwira harus mampu mengikuti perkembangan tersebut tanpa meninggalkan aspek keselamatan,” ujar Suharto.
Menurutnya, SDM transportasi laut tidak cukup hanya menguasai teknologi yang digunakan saat ini. Para perwira juga harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi masa depan sekaligus mendukung target pengurangan emisi atau net-zero.
Transformasi industri pelayaran ditandai dengan semakin luasnya penggunaan teknologi digital serta pengembangan bahan bakar dan sumber energi alternatif. Sejumlah teknologi dan energi yang mulai dikembangkan di sektor pelayaran antara lain methanol, ammonia, hydrogen, LNG, baterai, dan fuel cell.
Perkembangan tersebut sejalan dengan strategi Organisasi Maritim Internasional (IMO) yang menargetkan sektor pelayaran internasional menuju net-zero greenhouse gas emissions sekitar 2050.
Meski teknologi pelayaran berkembang pesat, Suharto menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Menurutnya, keselamatan jiwa, kapal, muatan, dan lingkungan harus menjadi pertimbangan dalam setiap pengambilan keputusan oleh seorang perwira transportasi laut.
“Teknologi boleh berkembang, tetapi keselamatan tidak boleh dikompromikan. Profesionalisme, disiplin terhadap prosedur, dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat tetap menjadi bagian penting dari kompetensi seorang perwira transportasi,” tegasnya.
Suharto juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dan kolaborasi. Menurutnya, sektor transportasi membutuhkan sinergi antara pemerintah, operator, industri pelayaran, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting bagi lulusan pola pembibitan yang nantinya menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berperan sebagai regulator transportasi.
Para lulusan tidak hanya dituntut memahami kebijakan transportasi, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi serta kerja sama dengan pelaku industri dan mitra pemerintah.
“Tidak ada artinya apabila kita berjalan masing-masing. Kolaborasi harus terus dikembangkan sehingga pada akhirnya memberikan pelayanan transportasi yang semakin baik dan meningkatkan kepuasan masyarakat,” kata Suharto.
BPSDMP akan terus mendorong pendidikan transportasi yang menghasilkan lulusan dengan kompetensi teknis sekaligus memiliki integritas, profesionalisme, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan bekerja sama.
“BPSDMP tidak hanya ingin menciptakan perwira yang kompeten. Kita ingin membentuk SDM transportasi sebagai paket lengkap, memiliki kompetensi, integritas, mampu berkolaborasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Suharto.
Sementara itu, 134 perwira Diklat Pembentukan Poltekpel Sumbar resmi diwisuda dalam Wisuda ke-X Poltekpel Sumbar.
Sebanyak 134 lulusan tersebut terdiri atas 73 lulusan Program Diploma IV Transportasi Laut, 36 lulusan Program Diploma III Studi Nautika, dan 25 lulusan Program Diploma III Teknologi Nautika.
Pada rangkaian kegiatan yang sama, Poltekpel Sumbar juga melepas 397 lulusan Diklat Peningkatan Perwira Siswa.
Direktur Poltekpel Sumatera Barat Budi Riyanto berpesan agar para perwira yang telah menyelesaikan pendidikan tetap menerapkan nilai-nilai yang ditanamkan selama menempuh pendidikan di Poltekpel Sumbar.
Budi juga berharap kekompakan dan sinergi yang telah terbangun selama pendidikan dapat terus dilanjutkan ketika para lulusan memasuki dunia kerja.
Sinergi tersebut diharapkan terjalin antara perwira pola pembibitan yang mengabdi di lingkungan pemerintahan sebagai regulator dan perwira jalur reguler yang memiliki peluang karier di industri pelayaran.
Dengan penguatan kompetensi, integritas, keselamatan, dan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, lulusan Poltekpel Sumbar diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri pelayaran masa depan sekaligus mendukung terwujudnya transportasi laut yang aman dan berkelanjutan.
Editor: Alwi
