UPDATECIREBON.COM – Proyek pembangunan Jalan Lingkar Utara Jawa Barat mulai menunjukkan progres signifikan. Infrastruktur strategis yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu dipastikan akan menjangkau wilayah Kabupaten Kuningan, sekaligus menjadi jalur penghubung penting antarwilayah di utara Jabar.
Jalan Lingkar Utara diproyeksikan menjadi salah satu proyek konektivitas besar yang tak hanya memperkuat akses transportasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadirannya juga akan terintegrasi dengan rencana pembangunan Tol Cikumis (Cirebon–Kuningan–Ciamis), sehingga membuka konektivitas baru dari Purwakarta hingga Kuningan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut kini telah memasuki tahap perencanaan teknis, meliputi penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan feasibility study (FS) atau studi kelayakan.
Secara keseluruhan, jalur strategis ini dirancang membentang sepanjang kurang lebih 165 kilometer, melintasi enam kabupaten di wilayah utara Jawa Barat. Rute yang direncanakan dimulai dari Purwakarta, kemudian melewati Subang, Indramayu, Majalengka, Kabupaten Cirebon, hingga berakhir di Kabupaten Kuningan.
Berbeda dari proyek jalan baru pada umumnya, konsep pembangunan Jalan Lingkar Utara Jabar lebih menitikberatkan pada optimalisasi infrastruktur yang sudah ada. Pemerintah akan memanfaatkan ruas jalan kabupaten maupun jalan desa yang telah tersedia, kemudian melakukan pelebaran di sejumlah titik agar memenuhi standar konektivitas antardaerah.
Ruas jalan yang masuk dalam pengembangan ini minimal memiliki lebar sekitar lima meter sebelum dilakukan peningkatan kapasitas lebih lanjut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kuningan, Teddy Sukmajayadi, membenarkan jalur Jalan Lingkar Utara Jawa Barat akan melintasi wilayah Kabupaten Kuningan.
Di wilayah Kuningan, jalur tersebut direncanakan masuk melalui Desa Patalagan, Kecamatan Pancalang, lalu tersambung hingga kawasan perbatasan Kuningan–Cirebon di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus.
Menurut Teddy, panjang jalur yang masuk ke Kabupaten Kuningan diperkirakan sekitar 7 kilometer. Meski relatif pendek, ruas ini dinilai sangat strategis karena akan terhubung dengan jalan nasional serta kawasan permukiman di wilayah perbatasan yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi cukup besar.
“Pak Gubernur Jawa Barat ingin membangun Jalan Lingkar Utara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Jalur itu nantinya berakhir di kawasan perbatasan Desa Sampora,” ujar Teddy.
Dinas PUTR Kuningan juga telah melakukan survei lapangan di kawasan Desa Patalagan untuk memastikan kesiapan jalur yang akan digunakan. Hasil survei sementara menunjukkan kondisi jalan cukup memungkinkan untuk dilakukan pelebaran, karena di sejumlah titik masih tersedia lahan di sisi kiri maupun kanan jalan.
Jika terealisasi, Jalan Lingkar Utara Jawa Barat diyakini akan menjadi pengungkit baru bagi distribusi logistik, mobilitas masyarakat, hingga pengembangan kawasan ekonomi baru di wilayah utara Jawa Barat, khususnya daerah yang selama ini belum terhubung secara optimal dengan jalur utama provinsi.
Editor: Ade MN
