By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Jemaah Aolia di Gunung Kidul, Yogyakarta Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, PBNU: Harus Dicegah dan Tidak Boleh Terulang
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Religi > Jemaah Aolia di Gunung Kidul, Yogyakarta Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, PBNU: Harus Dicegah dan Tidak Boleh Terulang
Religi

Jemaah Aolia di Gunung Kidul, Yogyakarta Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, PBNU: Harus Dicegah dan Tidak Boleh Terulang

Muhajir
Last updated: 2024/04/06 at 4:11 AM
Muhajir Published April 6, 2024
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurrozi (Gus Fahrur) menanggapi fenomena kelompok masyarakat Aolia di Padukuhan Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta yang berhari raya pada Jum’at, 05 April 2024 kemarin.

“Dengan dalih tokoh panutan mereka berbicara langsung dengan Allah SWT, ini sungguh memprihatinkan, harus dicegah dan tidak boleh terulang kembali”, kata Gus Fahrur.

Gus Fahrur berharap, semua umat Islam khususnya tokoh agama harus beribadah sesuai ajaran agama Islam yang benar, menggunakan ilmu dan akal sehatnya , tidak boleh mempermainkan ajaran agama Islam dan berdalih telah berbicara langsung dengan Gusti Allah SWT.

“Agama itu tuntunan dan ajaran yang berlaku untuk masyarakat umum. Maka tidak bisa seseorang secara asal-asalan ngaku sudah komunikasi langsung dengan Gusti Allah. Pengakuan semacam itu tidak sah dan tidak boleh dijadikan dasar tuntunan agama”, tutur Gus Fahrur.

Menurutnya, dasarnya ibadah dalam Islam harus sesuai tuntunan syari’at yang dipahami dengan ilmu-ilmu standar ajaran agama Islam yang sudah jelas dalil-dalilnya dan garis-garisnya , semua harus ilmiah, rasional dan dapat diuji keabsahannya oleh masyarakat umum.

“Kepada saudara kita Masyarakat Muslim Panggang, Gunung Kidul, dihimbau untuk mengambil tuntunan agama Islam dari para ulama yang benar dan dapat menjelaskan dan dapat mempertanggung
jawabkan ajarannya sesuai metode nalar syari’at Islam yang sah dan telah diterima oleh masyarakat dunia islam secara luas. Kata Gus Fahrur.

Lebih lanjut Gus Fahrur mengatakan, tidak semestinya masyarakat gampang percaya pada siapa pun yang mengaku punya hubungan khusus dengan Tuhan yang Maha Esa tapi bertindak tanpa ilmu yang berkesesuaian dengan ketentuan-ketentuan syari’at islam, karena Islam adalah agama yang dijalankan berdasarkan ilmu syari’at.

Masyarakat jangan terkecoh oleh keanehan atau kesaktian individu, orang yang dapat menghadirkan hal-hal ajaib sekalipun itu tidak berarti dia memiliki keistimewaan dihadapan Tuhan yang Maha Esa. Karena tukang sulap dan tukang sihir juga bisa melakukannya.

“Hendaknya diwaspadai bahwa bangsa Jin dan setan juga bisa datang kepada siapa pun dan mengaku-ngaku sebagai Gusti Allah atau malaikat untuk mengajak manusia kepada kesesatan. Benar dan salah seseorang dalam ajaran agama Islam hanya boleh diukur dengan ketentuan-ketentuan syari’at sesuai tuntunan Al-Qur’an, hadist, qiyas dan ijma’ para ulama. Kata Gus Fahrur.

Menurutnya, statemen pimpinan jama’ah seperti ini membingungkan masyarakat, bahkan bisa masuk kategori pelecehan terhadap ajaran Islam. suatu narasi yang tidak masuk dalam kategori kebebasan berpendapat. Karena sudah ada aturan-aturan baku dalam praksis beragama seperti hitungan jumlah hari puasa Ramadhan dan tata cara penetapannya dalam Islam. (AM)

Rekomendasi

Berita Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kemenhaj Benahi Tata Kelola dan Perkuat Layanan Jemaah

Berita Nasional

Belajar dari Wuchen, Kementrans Dorong Wisata Berbasis Budaya di Kawasan Transmigrasi

Berita Nasional

Kemenhub Perkuat Pengawasan Kendaraan ODOL di Pelabuhan Tanjung Perak

Featured

Bukan Sekadar Touring, 160 Bapak-Bapak Cari Bahagia di Ciwidey dan Pangalengan

Muhajir April 6, 2024 April 6, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Religi
Kemenhaj dan Kementerian Kebudayaan Jajaki Museum Haji Indonesia, Lestarikan Jejak Sejarah Bangsa
October 23, 2026
Olahraga
Jaden Mcdaniels Perpanjang Kontrak Dengan Minnesota Timberwolves Hingga 2030
October 22, 2026
Olahraga
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
October 22, 2026
Olahraga
Liverpool Vs Villarreal: Comeback Dramatis, The Reds Menang 4-3
October 21, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Religi

Kemenhaj dan Kementerian Kebudayaan Jajaki Museum Haji Indonesia, Lestarikan Jejak Sejarah Bangsa

October 23, 2026
Religi

Kemenhaj Pastikan Jamaah Umrah Aman

October 12, 2026
Religi

Menhaj dan Dubes Yordania Bahas Peluang Wisata Jemaah Haji dan Umrah Indonesia

October 6, 2026
Religi

DSN MUI Dorong Kemenkeu Bentuk Struktur Khusus Ekonomi Syariah

October 5, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Jemaah Aolia di Gunung Kidul, Yogyakarta Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, PBNU: Harus Dicegah dan Tidak Boleh Terulang
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?