By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Kurangi Waktu Tempuh dan Kemacetan, Kemenhub Kembangkan BRT Cekungan Bandung
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Kurangi Waktu Tempuh dan Kemacetan, Kemenhub Kembangkan BRT Cekungan Bandung
Berita Nasional

Kurangi Waktu Tempuh dan Kemacetan, Kemenhub Kembangkan BRT Cekungan Bandung

Muhajir
Last updated: 2026/07/23 at 12:03 AM
Muhajir Published July 23, 2026
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengembangkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Cekungan Bandung, yang merupakan bagian dari Mass Transit Project (MASTRAN). Melalui sistem transportasi umum massal yang modern, efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan, BRT diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh perjalanan, menekan kemacetan, serta menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih cepat dan andal.

Pengembangan BRT Cekungan Bandung menjadi salah satu upaya dalam menjawab tantangan mobilitas di kawasan Bandung Raya yang masih menghadapi kemacetan. Berdasarkan hasil kajian, kecepatan rata-rata bepergian di Bandung hanya sekitar 18 km/jam dan pengguna jalan diperkirakan kehilangan waktu hingga 108 jam setiap tahun akibat kemacetan.

“Masyarakat tidak hanya membutuhkan transportasi umum yang nyaman, tetapi juga memiliki waktu perjalanan yang pasti dan BRT dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan. Karena itu, BRT Cekungan Bandung dirancang dengan jalur khusus, sistem operasi yang terintegrasi, dan dukungan Intelligent Transportation System (ITS) agar layanan menjadi lebih andal, cepat, dan konsisten,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan di Depo Leuwipanjang, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7).

Dirjen Aan mengatakan, saat ini pembangunan sejumlah infrastruktur proyek BRT Cekungan Bandung telah dimulai, di antaranya depo, halte, jalur khusus BRT hingga Intelligent Transport System (ITS). Penerapan teknologi ITS akan membantu mengatur operasional layanan secara lebih efisien sehingga diharapkan layanan BRT mampu memberikan kepastian waktu perjalanan dan masyarakat semakin tertarik beralih menggunakan angkutan umum.

“Layanan BRT Cekungan Bandung ditargetkan beroperasi dengan headway maksimal tujuh menit pada jam sibuk dan maksimal 15 menit pada jam tidak sibuk sehingga masyarakat dapat menikmati layanan yang lebih pasti, cepat, dan dapat diandalkan. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik utama untuk meningkatkan penggunaan transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi di kawasan Bandung Raya,” kata Aan.

Adapun, pengembangan BRT Cekungan Bandung merupakan bagian dari Mastran Project yang dijalankan melalui kolaborasi pembiayaan Pemerintah Indonesia bersama World Bank (WB) dan Agence Française de Développement (AFD).

Sejalan dengan itu, hasil analisis World Bank memproyeksikan pengembangan BRT Cekungan Bandung mampu mengurangi rata-rata waktu tempuh perjalanan sebesar 11 persen dari sekitar 45 menit menjadi 40 menit. World Bank juga memperkirakan layanan BRT ini akan melayani sekitar 99.000 penumpang per hari dan 21 persen di antaranya diprediksi merupakan pengguna yang beralih dari kendaraan pribadi.

“Selain dapat mempercepat waktu perjalanan, pengembangan layanan BRT diharapkan dapat mengurangi kemacetan, menekan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon hingga 196 ribu ton CO2 secara bertahap. Kami juga berharap BRT Cekungan Bandung sekaligus dapat meningkatkan akses masyarakat menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik,” jelasnya.

Sementara itu, Operations Manager Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Alanna Simpson, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk terus mendukung Pemerintah Indonesia terutama Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Jawa Barat, dalam memajukan sistem BRT di kawasan Cekungan Bandung untuk meningkatkan mobilitas, memperkuat konektivitas dan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan transportasi umum yang lebih andal dan berkelanjutan.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Fabien Penone, bahwa Prancis melalui AFD telah berperan penting dalam mengembangkan sistem BRT Bandung bersama Kementerian Perhubungan dan Bank Dunia. Hari ini, proyek BRT sedang terwujud yang mencerminkan keinginan bersama Prancis dan Indonesia untuk bekerja sama di bidang manajemen perkotaan dan transportasi publik. Ia menambahkan, ini juga menunjukkan minat Prancis dalam mengembangkan proyek-proyek konkret di Indonesia, khususnya di Kota Bandung.

Dirjen Aan pun berharap layanan BRT benar-benar dapat menjadi pilihan masyarakat dan penggunaan angkutan umum massal akan meningkat. Ia optimistis pengembangan layanan BRT dapat berdampak positif terhadap kelancaran lalu lintas di Bandung.

“Kami optimistis dengan dukungan dan sinergi semua pihak, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target. Sehingga masyarakat di kawasan Cekungan Bandung segera menikmati layanan yang lebih aman, nyaman, efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan,” pungkas Aan.

Tentang Group AFD
Grup Agence Française de Développement (AFD) merupakan lembaga yang berkontribusi dalam pelaksanaan kebijakan Prancis untuk pembangunan berkelanjutan dan solidaritas internasional. Grup ini terdiri dari Agence française de développement (AFD), yang mendanai sektor publik, LSM, riset dan pelatihan; anak perusahaannya, Proparco, yang didedikasikan untuk sektor swasta; dan Expertise France, sebuah lembaga kerja sama teknis. Grup ini mendanai, mendukung, dan mempercepat transisi yang diperlukan untuk mewujudkan dunia yang lebih adil dan tangguh.

Bersama para mitranya, Grup AFD membangun solusi bersama dengan dan untuk masyarakat di lebih dari 150 negara, serta di 11 Departemen dan Wilayah Seberang Laut Prancis. Sebagai bagian dari komitmen Prancis dan rakyat Prancis untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), tim-tim dalam Grup AFD sedang bekerja pada 4.200 proyek di lapangan. Tujuan Grup AFD adalah menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pelestarian kepentingan bersama, mulai dari perdamaian, iklim, dan keanekaragaman hayati, hingga kesehatan, pendidikan, dan kesetaraan gender.

Editor: Yudistira

Rekomendasi

Olahraga

Saka Cetak Hattrick, Masuk Daftar Elite Pencetak Gol Inggris di Piala Dunia

Berita Nasional

Dewan Pers Sesalkan Pernyataan Hotman Paris yang Dinilai Merendahkan Wartawan

Olahraga

Messi Ungkap Luka Mendalam Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia 2026

Olahraga

Mbappe Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Namun Akui Lebih Memilih Bermain di Final

Muhajir July 23, 2026 July 23, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Berita Nasional
Mendagri Tito Hadiri Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri di Istana Merdeka
July 22, 2026
Berita Nasional
PBNU-Kemenkes Perkuat Program Pemerintah Bidang Kesehatan Masyarakat
July 22, 2026
Berita Nasional
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Kasatgas Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program kepada Kepala Daerah
July 22, 2026
Berita Nasional
Kemenag Terapkan Manajemen TalentaBerbasis Kompetensi dalam Penempatan Jabatan
July 22, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

Mendagri Tito Hadiri Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri di Istana Merdeka

July 22, 2026
Berita Nasional

PBNU-Kemenkes Perkuat Program Pemerintah Bidang Kesehatan Masyarakat

July 22, 2026
Berita Nasional

Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Kasatgas Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program kepada Kepala Daerah

July 22, 2026
Berita Nasional

Kemenag Terapkan Manajemen TalentaBerbasis Kompetensi dalam Penempatan Jabatan

July 22, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Kurangi Waktu Tempuh dan Kemacetan, Kemenhub Kembangkan BRT Cekungan Bandung
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?