Baranovichi (UPDATECIREBON.COM) – Seorang seniman asal Belarus, Roman Bondar, mencuri perhatian lewat karya seni yang tak biasa. Berbeda dari pelukis pada umumnya yang menggunakan kanvas dan cat, Bondar justru menciptakan potret hitam-putih dari pecahan kaca dengan bantuan palu dan pahat.
Dalam workshop miliknya di Baranovichi, Bondar dengan teliti membentuk retakan-retakan pada lembaran kaca hingga menghasilkan potret wajah dengan detail yang memukau. Teknik tersebut ia pelajari secara otodidak karena tidak ada lembaga pendidikan yang mengajarkannya.
“Ini merupakan bentuk seni yang sangat langka dan tidak ada kursus yang mengajarkannya di mana pun di dunia. Saya begitu tertarik sehingga memutuskan mempelajarinya sendiri. Melalui berbagai percobaan dan kesalahan, saya membutuhkan sekitar dua tahun untuk menguasainya,” ujar Bondar.
Menariknya, perjalanan Bondar di dunia seni visual bermula secara tidak terduga. Lulusan bidang musik itu mengaku mendapatkan inspirasi setelah mengalami kecelakaan mobil. Saat itu, retakan pada kaca depan kendaraan membentuk siluet yang menurutnya sangat indah dan memicu ketertarikannya mengembangkan teknik tersebut.
Setelah bertahun-tahun bereksperimen, Bondar menemukan jenis kaca dan peralatan yang paling sesuai. Namun menurutnya, tantangan terbesar bukan terletak pada alat yang digunakan, melainkan kemampuan menangkap karakter wajah.
“Semua orang bertanya tentang jenis palu yang saya gunakan dan jenis kaca yang saya pilih, tetapi tidak ada yang bertanya bagaimana saya mengerjakan wajah. Padahal, di situlah letak kerumitan karya ini, yaitu memahami dan melihat karisma, ekspresi wajah, serta permainan bayangan,” jelasnya.
Proses pembuatan satu potret membutuhkan waktu yang bervariasi, mulai dari satu hari hingga satu bulan. Seluruh tahapan harus dilakukan dengan sangat presisi karena satu kesalahan kecil dapat merusak seluruh karya.
“Ada saat-saat ketika lukisan sudah benar-benar selesai dan wajahnya sudah terbentuk sempurna. Namun ketika saya ingin menambahkan sentuhan terakhir, tiba-tiba muncul retakan seperti jaring laba-laba. Saya harus mengulang semuanya dari awal,” ungkap Bondar.
Saat ini Bondar bekerja sama dengan perusahaan berbasis di Moskow, ArtEPICENTER, untuk mengintegrasikan karya-karyanya ke dalam elemen arsitektur perkotaan, seperti etalase toko, pintu, hingga tangga.
Selain itu, ia juga tengah mengembangkan proyek sosial bertajuk “Psychological Portraits of the Future”, yang bertujuan mengangkat berbagai persoalan psikologis dan sosial melalui karya seni berbahan kaca.
Editor: Fath
