UPDATECIREBON.COM – Ahli biologi kelautan sekaligus profesor di Federal University of Rio de Janeiro, Rodrigo Leao de Moura, memperingatkan bahwa terumbu karang di Kepulauan Abrolhos, Brasil, semakin rentan akibat meningkatnya suhu global.
Rekaman dari kawasan tersebut memperlihatkan seorang penyelam menjelajahi perairan kepulauan vulkanik di Samudra Atlantik yang menjadi habitat lebih dari 500 spesies. Ekosistem Abrolhos mencakup terumbu karang, hutan bakau, dan pulau-pulau oseanik yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi.
Menurut De Moura, perubahan iklim memberikan tekanan yang semakin besar terhadap ekosistem laut, tidak hanya di Brasil tetapi juga di berbagai negara di kawasan Selatan Global yang bergantung pada kesehatan terumbu karang untuk ketahanan pangan dan mata pencaharian masyarakat pesisir.
“Kita memiliki Indonesia, Filipina, dan sejumlah negara di Selatan Global yang ekonomi subsistensi serta ketahanan pangannya sangat bergantung pada kondisi terumbu karang yang sehat,” ujarnya.
Sementara itu, pemerhati lingkungan Ricardo Gomes menilai gelombang panas laut (marine heatwaves) menjadi salah satu ancaman paling serius bagi keberlangsungan terumbu karang.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan suhu permukaan laut dapat memicu pemutihan karang (coral bleaching) dalam skala besar.
“Ketika fenomena El Nino yang sangat kuat terjadi di Samudra Pasifik, dampaknya juga dirasakan di sini. Pada periode itulah peristiwa pemutihan karang besar-besaran biasanya terjadi. Suhu air dapat mencapai 30 hingga 31 derajat Celsius dan menjadi terlalu panas bagi karang,” kata Gomes.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa pemutihan karang terjadi ketika suhu air yang lebih hangat dari biasanya berlangsung dalam waktu lama, sehingga karang mengeluarkan alga simbiotik yang menjadi sumber energi sekaligus pemberi warna alami. Jika kondisi suhu tinggi terus berlanjut, seluruh ekosistem terumbu karang berisiko mengalami kematian.
Dampak kerusakan terumbu karang tidak hanya dirasakan oleh kehidupan laut. Terumbu karang juga berfungsi sebagai pelindung alami garis pantai dengan meredam energi gelombang dan badai. Ketika ekosistem tersebut mengalami degradasi, masyarakat pesisir menghadapi risiko yang lebih besar terhadap banjir, abrasi, dan badai yang semakin kuat.
Kepulauan Abrolhos Archipelago selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan terumbu karang terpenting di Atlantik Selatan, sehingga para ilmuwan menilai upaya mitigasi perubahan iklim dan perlindungan ekosistem laut menjadi semakin mendesak untuk menjaga keberlanjutan kawasan tersebut.
Editor: Alwi
