UPDATECIREBON.COM – Banjir yang melanda Desa Ambit beberapa hari lalu memaksa penutupan dapur MBG (Makanan Bergizi Gratis) yang berlokasi di tengah pemukiman warga. Air setinggi hampir satu meter merendam seluruh peralatan, bahan makanan, serta fasilitas pendukung sehingga operasional dapur tidak dapat dilanjutkan sementara.
Kepala SPPG Ambit, Faujan, menjelaskan kepada wartawan di lokasi bahwa pihaknya saat ini fokus melakukan pembersihan lumpur dan perbaikan akibat banjir. “Untuk beberapa hari ke depan kami terpaksa liburkan dapur karena kondisi masih mengenaskan. Sekitar 2.000 penerima manfaat tidak bisa kami layani karena dapur kebanjiran dan tutup,” kata Faujan. Rabu (20/5/2026).
Faujan yang berasal dari Nusa Tenggara Timur menilai kejadian ini menunjukkan lemahnya studi kelayakan lokasi saat pendirian dapur MBG. “Program yang menjadi bagian dari strategi nasional dan langsung berada di bawah Presiden Prabowo Subianto tampak kurang mempertimbangkan aspek risiko lokasi. Akibatnya ribuan penerima manfaat dirugikan untuk beberapa hari,” ujarnya.
Sedangkan Kuwu Ambit, Nazmi Eka Husada, menyatakan kekecewaan terhadap yayasan yang mengklaim sebagai pihak pendiri MBG dan berbasis di Jakarta karena kurangnya koordinasi dengan pemerintahan desa.
“Kami tak tahu-menahu soal pendirian fasilitas ini. Padahal berkali-kali kami meminta agar yayasan duduk bersama Pemdes, namun mereka seolah tak mengindahkan. Pernah juga terjadi demo warga karena hal ini,” Jelasnya.
Nazmi menambahkan bahwa pengelolaan fasilitas di desa seharusnya melibatkan izin dan koordinasi dengan pemdes.
“Jangankan dapur MBG, orang mau bertamu saja ada izinnya. Ini seperti slonong boy saja. Dapur MBG jangan munafik; kalau memang ini bisnis profit-oriented, jangan mengabaikan Pemdes,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari yayasan pendiri MBG terkait penutupan dan kerusakan akibat banjir.
“Warga dan aparat desa berharap pihak yayasan segera melakukan koordinasi untuk perbaikan dan pencarian lokasi dapur yang lebih aman guna mencegah kejadian serupa di masa depan.” Ungkap ungkapnya.
Editor: Alwi
