UPDATECIREBON.COM – Dari bahan sederhana, lahirlah inovasi: bolu lezat dan plastik biodegradable yang bisa menjadi solusi nyata bagi masalah sampah plastik
Singkong, bahan pangan sederhana yang kerap ditemui di desa, kini tampil berbeda di tangan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kondangsari Kecamatan Beber, para mahasiswa berhasil mengolah singkong tidak hanya menjadi bolu kekinian yang lembut dan lezat, tetapi juga plastik biodegradable yang ramah lingkungan.
Program ini disambut hangat masyarakat desa karena menghadirkan dua manfaat sekaligus: mendukung ketahanan pangan keluarga serta memberikan solusi alternatif dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai.
Singkong Jadi Bolu Modern
Selama ini singkong lebih banyak diolah menjadi gorengan, getuk, atau keripik. Namun melalui sentuhan kreativitas mahasiswa, singkong disulap menjadi bolu dengan cita rasa modern.
Warga yang mengikuti pelatihan tampak antusias saat melihat hasil olahan. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang gurih-manis membuat bolu singkong digemari, terutama oleh ibu-ibu rumah tangga yang bersemangat untuk mencoba resep baru.
“Selama ini kami hanya tahu singkong dibuat gorengan atau getuk. Ternyata bisa dibuat bolu yang enak sekali. Kalau dipasarkan, pasti laku,” ujar Asih, salah seorang peserta pelatihan.
Inovasi Plastik Biodegradable dari Pati Singkong
Tak hanya berhenti di ranah pangan, mahasiswa KKN juga memperkenalkan teknologi sederhana pembuatan plastik biodegradable dari pati singkong. Proses ini dilakukan dengan mengekstrak pati, kemudian mencampurnya dengan bahan alami lain, sehingga menghasilkan plastik yang bisa terurai dalam waktu relatif singkat.
“Plastik konvensional bisa bertahan ratusan tahun. Dengan plastik biodegradable berbahan singkong, kami ingin memberikan contoh kecil bahwa solusi ramah lingkungan dapat dimulai dari desa,” jelas Sukma Wijaya, ketua kelompok KKN 01 Desa Kondamgsari.
Produk plastik ini dapat dimanfaatkan sebagai kantong belanja maupun kemasan makanan. Selain lebih aman, penggunaannya juga membantu mengurangi timbunan sampah plastik yang selama ini mencemari sungai dan laut.
Antusiasme dan Harapan Masyarakat
Pelatihan yang digelar mahasiswa KKN UNU Cirebon ini diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga hingga perangkat desa. Suasana kegiatan berlangsung hangat, diselingi tawa dan diskusi ringan.
Sejumlah warga berharap pelatihan ini tidak berhenti hanya sebagai kegiatan KKN, melainkan bisa ditindaklanjuti menjadi usaha nyata di desa. “Kalau ada pendampingan lebih lanjut, kami ingin mencoba menjual bolu singkong ini di pasar atau lewat media sosial,” ungkap Yani, peserta lainnya.
Dukungan Pemerintah Desa
Kepala desa Kondangsari Bapak Sahari, sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN yang dinilai membawa manfaat ganda bagi warganya. “Inovasi ini sejalan dengan program pemerintah desa dalam mendorong pengembangan UMKM. Kami berharap masyarakat benar-benar memanfaatkan ilmu yang dibawa mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, singkong yang banyak tumbuh di lahan warga berpotensi menjadi komoditas unggulan desa bila diolah dengan baik. Produk turunannya, baik berupa pangan maupun plastik ramah lingkungan, bisa menjadi sumber penghasilan baru yang mendukung ekonomi lokal.
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
Kegiatan KKN ini membuktikan bahwa mahasiswa bukan sekadar datang untuk memenuhi kewajiban akademik, melainkan juga berperan sebagai agen perubahan di masyarakat. Dengan ilmu pengetahuan dan kreativitas, mereka berhasil memberi inspirasi sekaligus solusi konkret.
“Melalui KKN ini kami belajar bahwa pengabdian tidak selalu hal besar. Dari singkong sederhana, ternyata bisa lahir inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungan,” kata Dina salah satu peserta KKN.
Nurul Ekawati, selaku dosen pembimbing lapangan saya sangat bangga dengan kreativitas mahasiswa yang mampu memanfaatkan potensi lokal desa menjadi sesuatu yang bermanfaat. Inovasi bolu singkong dan plastik biodegradable ini tidak hanya mengangkat nilai tambah singkong sebagai bahan pangan, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan. Harapan saya, inovasi ini tidak berhenti hanya pada tahap pelatihan, tetapi bisa ditindaklanjuti menjadi usaha berkelanjutan yang memberi dampak ekonomi bagi warga sekaligus mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan
Dua Manfaat Sekaligus: Pangan dan Lingkungan
Inovasi bolu singkong dan plastik biodegradable ini menghadirkan dua manfaat nyata. Di satu sisi, masyarakat memiliki alternatif pangan yang bergizi dan bernilai jual. Di sisi lain, ada upaya kecil namun signifikan dalam mendukung pengurangan sampah plastik yang menjadi masalah global.
Dengan demikian, singkong yang dulu hanya dianggap sebagai makanan tradisional kini naik kelas menjadi simbol inovasi desa: mengenyangkan perut sekaligus menyelamatkan bumi.
Editor: Zen
