By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Jabulani Si “Bola Liar” yang Mengguncang Piala Dunia 2010
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Featured > Jabulani Si “Bola Liar” yang Mengguncang Piala Dunia 2010
Featured

Jabulani Si “Bola Liar” yang Mengguncang Piala Dunia 2010

Yudisthira Neirama
Last updated: 2023/12/15 at 1:17 AM
Yudisthira Neirama Published December 15, 2023
Share
Johannesburg- O ex- tecnico da Africa do Sul , Carlos Alberto parreira e o ex- jogador , Franz Beckembauer apresentam as bolas com os nomes dos times que jogaram a semifinal da copa do mundo Africa do sul 2010, e concedem entrevista a imprensa, parreira disse que não arrisca um palpite para um vencededor da copa, e Backembauer queria que o vencedor ficasse com um time eurpeu
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Jabulani adalah bola resmi yang digunakan pada Piala Dunia FIFA 2010 yang diselenggarakan di Afrika Selatan. Bola ini diproduksi oleh Adidas dan diklaim sebagai bola terbundar dan paling akurat yang pernah dibuat. Namun, Jabulani justru menuai kritik dari para pemain, terutama para kiper, karena pergerakannya yang tidak bisa ditebak.

Berikut ini adalah beberapa fakta unik tentang bola Jabulani:

1).Nama Jabulani berasal dari bahasa Zulu yang berarti “Untuk Merayakan”. Nama ini dipilih untuk menghormati semangat perayaan yang dirasakan oleh seluruh dunia saat Piala Dunia 2010 berlangsung di Afrika Selatan.

2).Jabulani memiliki 11 warna yang mewakili 11 pemain dalam satu tim, 11 bahasa resmi di Afrika Selatan, dan 11 suku asli di Afrika Selatan. Warna-warna tersebut adalah putih, biru, kuning, merah, hijau, hitam, oranye, abu-abu, pink, dan ungu.

3).Jabulani terbuat dari delapan panel yang diikat secara termal daripada dijahit. Hal ini membuat bola lebih bulat dan memiliki akurasi yang lebih tinggi.

4).Jabulani memiliki kecepatan rata-rata 220 km/jam, yang lebih cepat 10 km/jam daripada bola-bola sebelumnya. Hal ini membuat bola lebih sulit untuk dikontrol, terutama oleh para kiper.

Kritik terhadap Jabulani berfokus pada pergerakannya yang tidak bisa ditebak. Para pemain dan kiper merasa bahwa bola ini terlalu cepat dan mudah melambung. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk memprediksi arah bola dan melakukan kontrol yang akurat.

Meskipun menuai kritik, Jabulani tetap menjadi salah satu bola sepak paling ikonik dalam sejarah. Bola ini menjadi simbol dari Piala Dunia 2010 yang berlangsung di Afrika Selatan.

Rekomendasi

Berita Nasional

Menag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua

Berita Nasional

KAI Angkut 983.036 Ton Barang Non Batu Bara Selama Januari 2026, Perkuat Rantai Pasok Nasional

Berita Nasional

Angkut 47,4 Juta Pelanggan Sepanjang 2025, Kereta Api Jarak Jauh KAI Jaga Emisi Karbon Tetap Terkendali

Berita Nasional

Sambut Mudik Lebaran 2026, Tiket Kereta Api Reguler Terjual 382.047 Tiket

Yudisthira Neirama December 15, 2023 December 15, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Berita Nasional
Sambut Mudik Lebaran 2026, Tiket Kereta Api Reguler Terjual 382.047 Tiket
February 3, 2026
Berita Nasional
Angkut 47,4 Juta Pelanggan Sepanjang 2025, Kereta Api Jarak Jauh KAI Jaga Emisi Karbon Tetap Terkendali
February 3, 2026
Berita Nasional
KAI Angkut 983.036 Ton Barang Non Batu Bara Selama Januari 2026, Perkuat Rantai Pasok Nasional
February 2, 2026
Berita Nasional
Menag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
February 1, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita NasionalFeatured

Dari Solo ke Wonogiri, KA Lokal Batara Kresna Hadirkan Perjalanan Santai Bertarif Terjangkau

December 15, 2025
CiayumajakuningFeatured

Kreatif! Mahasiswa KKN UNU Cirebon Ubah Singkong Jadi Kudapan Modern dan Plastik Ramah Lingkungan

September 6, 2025
Featured

Glenmore, Pesona Alam dan Sejarah di Banyuwangi Kini Lebih Mudah Dijangkau KA Pandanwangi

August 11, 2025
Featured

Sambangi Kota Solo, Wamendagri Bima Apresiasi Meriahnya Destinasi “Wisata Jokowi”

April 3, 2025
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Jabulani Si “Bola Liar” yang Mengguncang Piala Dunia 2010
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?