By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Hadiri Forum TTEG Ke 46, Indonesia Bersama Malaysia Dan Singapura Bahas Peningkatan Keselamatan Navigasi Pelayaran Di Selat Malaka
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Hadiri Forum TTEG Ke 46, Indonesia Bersama Malaysia Dan Singapura Bahas Peningkatan Keselamatan Navigasi Pelayaran Di Selat Malaka
Berita Nasional

Hadiri Forum TTEG Ke 46, Indonesia Bersama Malaysia Dan Singapura Bahas Peningkatan Keselamatan Navigasi Pelayaran Di Selat Malaka

Muhajir
Last updated: 2023/08/04 at 7:14 AM
Muhajir Published August 4, 2023
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Singapura – Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama dengan Pemerintah Singapura dan Malaysia telah menghadiri pertemuan The 46th Tripartie Technical Experts Group (TTEG) yang diselenggarakan oleh Malacca Straits Council (MSC) selama 2 (dua) hari 2 – 3 Agustus di Singapura.

Pertemuan ini diselenggarakan untuk meningkatkan keselamatan navigasi dan perlindungan maritim di Selat Malaka atau Straits of Malacca and Singapore (SOMS).

Pertemuan selama dua hari ini membahas beberapa agenda penting, termasuk pertukaran informasi mengenai kemajuan Mekanisme Kerjasama dan pelaporan perkembangannya.

Direktur Kenavigasian, Capt. Budi Mantoro selaku Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut menyampaokan bahwa Indonesia turut serta secara aktif membahas dan memfinalisasi beberapa inisiatif baru terkait pengembangan SOP keselamatan pelayaran di Selat Malaka dan agenda lain yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Kami memberikan beberapa masukan penting dalam finalisasi Proyek 14 yang merupakan inisiasi baru tentang Pengembangan SOP untuk Aids to Navigation Virtual di SOMS dan Proyek 15 tentang Pengembangan SOP untuk mengatasi insiden kontainer jatuh di SOMS. Kami juga telah membahas rencana revisi sistem rute kapal dan sistem pelaporan kapal, serta membahas lebih lanjut Proyek 13 yang diinisiasi oleh MSC dalam perpanjangan TTEG atau Bagian Dua Pertemuan ke-46 TTEG pada Januari/Februari 2024,” ungkapnya, pada Jumat (4/8).

Sumber Foto: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub

Capt. Budi menjelaskan bahwa selama ini Selat Malaka atau SOMS berfungsi sebagai salah satu jalur pelayaran yang paling strategis dan penting di dunia. Volume lalu lintas yang besar, panjangnya jalur, dan karakteristik geografisnya telah menjadi tantangan yang tiada henti bagi tiga Negara Pesisir untuk memastikan keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan di Selat tersebut.

“Mengakui hal tersebut, kami sangat menghargai apa yang disepakati oleh Indonesia, Malaysia, dan Singapura pada tahun 1977, yang mengarah pada pembentukan TTEG. Selama hampir lima dekade, tiga negara pesisir telah menjaga kemitraan yang sangat baik dalam hal-hal yang menyangkut Selat ini, dan TTEG telah terbukti menjadi platform yang efektif untuk mengimplementasikan langkah-langkah koordinasi guna menjaga keselamatan, kebersihan, dan keamanan pelayaran di Selat tersebut,” ungkapnya.

Dalam pertemuan ini juga dibahas terkait inisiatif rencana untuk mengubah Sistem Pelaporan Kapal Wajib yang ada dan juga Sistem Rute Kapal di SOMS, serta menjajaki peningkatan pelayanan pemanduan di SOMS guna meningkatkan keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan laut di SOMS.

SOMS berfungsi sebagai salah satu jalur pelayaran yang paling strategis dan penting di dunia. Volume lalu lintas yang besar, panjangnya jalur, dan karakteristik geografisnya telah menjadi tantangan yang tiada henti bagi tiga Negara Pantai untuk memastikan keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan di Selat tersebut.

Sumber Foto: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub

Capt. Budi menambahkan komitmen yang dicapai dalam pertemuan ini tidak hanya ditujukan untuk tiga negara pantai, melainkan juga Organisasi Internasional, Negara Pengguna, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan di Selat Malaka.

“Kami ingin menegaskan kembali bahwa menjaga SOMS adalah tanggung jawab internasional dan tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab Negara Pesisir saja, seperti yang ditetapkan oleh Pasal 43 UNCLOS,” tambah Capt. Budi.

Capt. Budi menyampaikan apresiasi kepada Singapura selaku tuan rumah dan seluruh delegasi yang hadir dalam pertemuan tersebut.

“Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan tulus kami kepada Pemerintah Singapura, khususnya MPA Singapura, atas penyelenggaraan pertemuan ini. Penghargaan yang sama juga kami sampaikan kepada para delegasi yang terhormat dari Malaysia, para pengamat dari IMO, Negara Pengguna, serta organisasi internasional yang terlibat dalam kerjasama di Selat Malaka dan Selat Singapura (SOMS). Mari kita bersama-sama menjaga SOMS tetap terbuka, aman, dan bersih untuk perdagangan internasional,” tutup Capt. Budi.

Sumber Foto: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub

Turut serta sebagai Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut adalah Kasubdit Perambuan dan Perbengkelan, Kasubdit Perencanaan Teknis Kenavigasian, Atase Perhubungan di Malaysia, Atase Perhubungan di Singapura serta perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Pelindo Jasa Maritim.(AM)

Rekomendasi

Berita Nasional

Perkuat Standar Keselamatan Kapal Indonesia, Kemenhub Perpanjang Kewenangan Sertifikasi Statutoria Kapal PT BKI

Berita Nasional

316 Perlintasan Ditutup, KAI Perkuat Edukasi dan Penegakan Keselamatan

Muhajir August 4, 2023 August 4, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Berita Nasional
316 Perlintasan Ditutup, KAI Perkuat Edukasi dan Penegakan Keselamatan
January 15, 2026
Berita Nasional
Perkuat Standar Keselamatan Kapal Indonesia, Kemenhub Perpanjang Kewenangan Sertifikasi Statutoria Kapal PT BKI
January 12, 2026
Berita Nasional
Ditjen Hubdat Bekukan Izin Penyelenggaraan Angkutan Orang PT Cahaya Wisata Transportasi
January 8, 2026
Berita Nasional
Stasiun Ketapang Perkuat Peran Mobilitas Banyuwangi Selama Nataru 2025/2026
January 8, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

316 Perlintasan Ditutup, KAI Perkuat Edukasi dan Penegakan Keselamatan

January 15, 2026
Berita Nasional

Perkuat Standar Keselamatan Kapal Indonesia, Kemenhub Perpanjang Kewenangan Sertifikasi Statutoria Kapal PT BKI

January 12, 2026
Berita Nasional

Ditjen Hubdat Bekukan Izin Penyelenggaraan Angkutan Orang PT Cahaya Wisata Transportasi

January 8, 2026
Berita Nasional

Stasiun Ketapang Perkuat Peran Mobilitas Banyuwangi Selama Nataru 2025/2026

January 8, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Hadiri Forum TTEG Ke 46, Indonesia Bersama Malaysia Dan Singapura Bahas Peningkatan Keselamatan Navigasi Pelayaran Di Selat Malaka
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?