UPDATECIREBON.COM – Aryna Sabalenka resmi mencatat tonggak bersejarah dengan genap menghabiskan 100 pekan sebagai petenis nomor satu dunia WTA. Pencapaian itu menjadikannya sebagai petenis ke-10 yang mampu menembus angka tersebut sejak sistem peringkat WTA diperkenalkan pada 1975.
Berdasarkan keterangan resmi WTA, Selasa, petenis asal Belarus itu kini bergabung dalam jajaran legenda tenis putri dunia seperti Steffi Graf, Martina Navratilova, Serena Williams, Chris Evert, Martina Hingis, Monica Seles, Iga Swiatek, Ashleigh Barty, dan Justine Henin yang pernah bertahan setidaknya 100 pekan di peringkat teratas.
Sabalenka menunjukkan dominasi luar biasa dalam dua musim terakhir. Setelah menutup musim 2024 dan 2025 sebagai petenis nomor satu dunia, ia kini telah membukukan 92 pekan berturut-turut di puncak ranking WTA. Catatan tersebut melampaui rekor Monica Seles dan menjadi rentetan terpanjang keenam dalam sejarah peringkat WTA. Hanya Steffi Graf, Serena Williams, Martina Navratilova, Ashleigh Barty, dan Chris Evert yang memiliki rekor lebih panjang.
Konsistensi itu juga membuat Sabalenka menjadi salah satu dari tujuh petenis pada abad ke-21 yang mampu mengakhiri dua musim berturut-turut sebagai petenis nomor satu dunia. Sepanjang musim 2025, posisinya di puncak klasemen tidak pernah tergeser, mengikuti jejak Serena Williams dan Ashleigh Barty.
Tak hanya mempertahankan peringkat, Sabalenka juga tampil impresif di lapangan. Hingga saat ini, ia telah mengoleksi 106 kemenangan level tur saat berstatus petenis nomor satu dunia. Dari 100 pertandingan pertamanya sebagai pemuncak ranking WTA, Sabalenka mencatat 82 kemenangan, tampil dalam 11 final, dan berhasil meraih lima gelar.
Dominasi Sabalenka juga terlihat di turnamen level WTA 1000. Sejak format tersebut diperkenalkan pada 2009, ia telah lima kali menembus final WTA 1000 sebagai petenis nomor satu dunia, menyamai rekor Victoria Azarenka sebagai yang terbanyak ketiga, di bawah Serena Williams dan Iga Swiatek. Dari lima final tersebut, Sabalenka meraih empat gelar dan satu kali menjadi runner-up, serta mengoleksi 46 kemenangan pertandingan WTA 1000 sebagai petenis nomor satu dunia.
Prestasi serupa juga ditorehkan di Grand Slam. Pada abad ke-21, hanya Serena Williams yang lebih sering mencapai final tunggal Grand Slam saat menyandang status petenis nomor satu dunia. Sabalenka telah empat kali melakukannya, menyamai catatan Iga Swiatek.
Pada awal musim ini, Sabalenka turut mengukir sejarah dengan menjadi petenis kedua setelah Steffi Graf yang mampu menyapu gelar Sunshine Double, yakni menjuarai turnamen WTA 1000 Indian Wells dan Miami dalam satu musim saat berstatus petenis nomor satu dunia.
Dengan torehan 100 pekan di puncak ranking WTA, Sabalenka semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu petenis terbaik pada era modern sekaligus mempertegas dominasinya di kancah tenis putri dunia.
Editor: Zen
