UPDATECIREBON.COM — Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali diperpanjang akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih terdeteksi di sekitar wilayah bandara.
Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga Minggu pukul 09.30 WIB. Keputusan tersebut tertuang dalam NOTAM Nomor A3344/26, yang merupakan perubahan atas NOTAM Nomor A3341/26.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa mengatakan, keputusan memperpanjang penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan.
Menurut Lukman, Kementerian Perhubungan terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif bersama operator penerbangan, pengelola bandara, penyelenggara layanan navigasi penerbangan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sebelumnya, Bandara Soekarno-Hatta dijadwalkan ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB. Penutupan dilakukan setelah hasil paper test yang berlangsung pada pukul 00.35 hingga 01.05 WIB menunjukkan indikasi positif adanya sebaran abu vulkanik.
Namun, hasil pemeriksaan terbaru kembali menunjukkan indikasi serupa.
Paper test yang dilakukan Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta di Gedung 725 AMOS pada pukul 06.05 hingga 06.35 WIB juga menunjukkan adanya indikasi positif sebaran abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta.
Atas dasar hasil tersebut, operasional bandara kemudian diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Di tengah penutupan operasional, Kementerian Perhubungan memastikan 170 pesawat yang melakukan Remain Over Night (RON) di Bandara Soekarno-Hatta berada dalam kondisi aman.
Ratusan pesawat tersebut berada di area apron, dengan rincian 66 pesawat di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, dan empat pesawat di area kargo.
Namun, penutupan wilayah udara tersebut berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Hingga periode penutupan pukul 01.30 hingga 09.30 WIB, tercatat 209 pergerakan penerbangan terdampak dengan total 22.798 penumpang.
Untuk penerbangan domestik, rute Makassar (UPG) menjadi salah satu yang paling terdampak dengan 16 pergerakan pesawat.
Sementara untuk penerbangan internasional, rute Singapura (SIN) tercatat sebagai rute dengan dampak terbesar, yakni 11 pergerakan pesawat.
Pada penerbangan internasional, tercatat 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan ulang. Gangguan tersebut terjadi pada sejumlah rute, antara lain Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.
Adapun penerbangan domestik mencatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan, terutama pada rute Lampung, Denpasar, dan Surabaya.
Ditjen Perhubungan Udara memastikan petugas bandara dan maskapai terus melakukan penanganan terhadap penumpang yang terdampak. Langkah tersebut mencakup pemberian informasi secara berkala, penyediaan ruang tunggu, serta pelayanan sesuai prosedur yang berlaku.
Kemenhub juga mengantisipasi dampak berantai atau cascading impact akibat penutupan bandara, termasuk terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, hingga kapasitas terminal.
Kementerian Perhubungan mengimbau calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan melalui Bandara Soekarno-Hatta untuk memantau perkembangan status penerbangan melalui maskapai masing-masing.
Penumpang juga diminta tidak datang ke bandara terlebih dahulu hingga mendapatkan informasi terbaru mengenai status operasional dan penerbangan dari pihak maskapai.
Editor: Alwi
