By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Mendagri Tito Minta Calon Pemimpin Polri Biasakan Kebijakan Berbasis Sains dan Data
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Mendagri Tito Minta Calon Pemimpin Polri Biasakan Kebijakan Berbasis Sains dan Data
Berita Nasional

Mendagri Tito Minta Calon Pemimpin Polri Biasakan Kebijakan Berbasis Sains dan Data

Muhajir
Last updated: 2026/08/31 at 10:54 AM
Muhajir Published August 31, 2026
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta peserta Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri membiasakan diri mengambil keputusan dan menyusun kebijakan berdasarkan sains dan data.

Hal itu disampaikan Tito saat menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan Sespim Lemdiklat Polri di Gedung Tribrata Convention Center Dharmawangsa, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Tito mengatakan peserta Sespim merupakan calon pemimpin strategis yang nantinya akan menghadapi berbagai persoalan kompleks. Kondisi tersebut membutuhkan kemampuan mengambil keputusan secara cepat, tetapi tetap tepat dan terukur.

Karena itu, Tito meminta setiap persoalan terlebih dahulu dipahami melalui referensi, pengumpulan data, serta analisis menggunakan metodologi yang tepat.

“Setiap pengambilan keputusan, saya minta rekan-rekan selalu mengambil keputusan berbasis science, berbasis data,” ujar Tito.

Tito menekankan pendidikan formal tidak semata-mata bertujuan memperoleh gelar. Menurutnya, pendidikan harus mampu membentuk pola pikir ilmiah dalam diri seseorang.

Ia mencontohkan pendidikan pada jenjang sarjana yang melatih seseorang untuk mengubah kebiasaan mengambil keputusan berdasarkan perasaan atau feeling menjadi pendekatan yang lebih sistematis dan ilmiah.

“Jadi, targetnya S1 itu hanya untuk mengubah cara berpikir, mengambil keputusan yang tadinya hanya feeling-feeling-an menjadi berbasis systematic science, ilmiah,” katanya.

Menurut Tito, semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh, semakin kompleks pula kemampuan seseorang dalam mencari referensi, menguasai metodologi, menganalisis data, hingga menarik kesimpulan.

Kemampuan tersebut, kata dia, menjadi modal penting bagi seorang pemimpin ketika menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

Selain kemampuan akademis, Tito mengingatkan peserta Sespim bahwa seorang pemimpin yang kuat tidak cukup hanya mengandalkan kewenangan atau kekuasaan.

Menurutnya, pemimpin harus mampu menyusun konsep, menentukan arah, dan membawa organisasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

“Strong leader itulah leader yang tidak hanya memiliki power, kekuasaan. Kita nanti memiliki kekuasaan, kapolres, kapolda, kajati, kajari, atau mungkin menjadi komandan di TNI, tapi power is not enough,” tuturnya.

Tito menilai pengetahuan menjadi salah satu kunci untuk membangun kepemimpinan yang kuat dan konseptual.

Pengetahuan dapat diperoleh melalui pengalaman, pembelajaran dari orang lain, serta memperbanyak membaca berbagai referensi.

“Makin rajin membaca, makin banyak membaca, makin banyak knowledge, maka ketika menghadapi problem, kita akan memiliki referensi yang banyak, tinggal menambah data, terus bisa mengambil keputusan. Itulah, pemimpin yang kuat, strong leader, dia harus memiliki konsep,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tito juga mendorong peserta untuk memperluas wawasan melalui pendidikan, termasuk memanfaatkan kesempatan belajar di luar negeri.

Menurutnya, pengalaman menempuh pendidikan di negara maju tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga membuka kesempatan untuk mempelajari budaya, kedisiplinan, serta membangun jejaring internasional.

“Kalau sekolahnya luar negeri, apalagi negara maju, negara yang disiplin, less corrupt, keunggulannya kita bisa mendapatkan budaya itu tertular ke kita,” ujar Tito.

Editor: Yudistira

Rekomendasi

Religi

Sekjen Kemenhaj: Penguatan Pengaduan Publik Bagian dari Perbaikan Layanan Jemaah Haji

Olahraga

Persib Bandung Tantang Fc Seoul, Igor Tolic Minta Pemain Tampil Maksimal

Berita Nasional

Pangkoops TNI Habema Perintahkan Evakuasi Jalur Udara Sinta dari Mbua

Religi

Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 Bidik 300 Tenant dan 10 Ribu Pengunjung

Muhajir August 31, 2026 August 31, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Ciayumajakuning
DPRD Kab. Cirebon Setujui Raperda Pemerintahan Berbasis Data Desa
September 20, 2026
Berita Nasional
Mahasiswa Sungai Aua Minta Polemik Adat Dibuka Transparan
September 20, 2026
Berita Nasional
The Fed Naikkan Suku Bunga, Kripto Tertekan dan Investor Mulai Atur Strategi
September 20, 2026
Berita Nasional
Harga Emas Antam Hari Ini 20 September 2026 Stagnan
September 20, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

Mahasiswa Sungai Aua Minta Polemik Adat Dibuka Transparan

September 20, 2026
Berita Nasional

The Fed Naikkan Suku Bunga, Kripto Tertekan dan Investor Mulai Atur Strategi

September 20, 2026
Berita Nasional

Harga Emas Antam Hari Ini 20 September 2026 Stagnan

September 20, 2026
Berita Nasional

Harga Emas Naik, Minyak Turun Redakan Kekhawatiran Inflasi

September 20, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Mendagri Tito Minta Calon Pemimpin Polri Biasakan Kebijakan Berbasis Sains dan Data
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?