UPDATECIREBON.COM – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) resmi ditutup di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (12/7/2026). Penutupan berlangsung meriah dan menjadi penanda berakhirnya rangkaian pameran serta promosi produk kriya dari berbagai daerah di Indonesia.
Prosesi penutupan ditandai dengan penabuhan alat musik tradisional jalappa secara bersama-sama oleh Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Dekranasda Sulsel Naoemi Octarina, Wali Kota Makassar Munafri Ariffudin, serta Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa.
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan HUT Dekranas ke-46 di Makassar. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi besar industri kerajinan Indonesia kepada masyarakat luas.
“Tapi, lebih dari itu, acara ini menghidupkan kembali sesuatu yang tidak ternilai, yaitu potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan terus kita kembangkan,” ujar Tito.
Ia menilai kekayaan budaya Nusantara merupakan keunggulan yang dimiliki Indonesia dalam menghasilkan produk kriya berkualitas dan bernilai tinggi. Dengan keberagaman tersebut, produk kerajinan Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk bersaing sekaligus menembus pasar internasional.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-46 Dekranas, Sukarniaty Kondolele, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tahun ini mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Sebanyak 203 stan dari Dekranasda tingkat provinsi, kabupaten, dan kota ikut memamerkan berbagai produk unggulan hasil karya para perajin dari seluruh Indonesia.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk kerajinan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Makassar. Sektor perhotelan, transportasi, kuliner, objek wisata, hingga penjualan suvenir mengalami peningkatan selama penyelenggaraan acara berlangsung.
Selain menghadirkan pameran produk kriya, HUT Dekranas ke-46 juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti workshop, talkshow, temu pelaku usaha, hingga pertunjukan seni dan budaya. Beragam agenda tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, perajin, dan masyarakat dalam memperkuat industri kerajinan nasional.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik, tertib, aman, dan lancar. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama serta sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Dekranas Pusat, dan seluruh Dekranasda kabupaten/kota,” kata Sukarniaty.
Usai acara penutupan, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian bersama rombongan meninjau sejumlah stan pameran. Dalam kesempatan tersebut, ia berdialog langsung dengan para perajin untuk melihat berbagai inovasi produk sekaligus memberikan dukungan terhadap pengembangan industri kriya nasional.
Penyelenggaraan HUT Dekranas ke-46 di Makassar diharapkan mampu memperkuat daya saing produk kerajinan Indonesia sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas perajin, industri kriya Indonesia diharapkan semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif nasional.
Editor: Zen
