Yuncheng (UPDATECIREBON.COM) – Sebuah kompleks permukiman di Kota Yuncheng, China, menarik perhatian publik setelah memasang sistem penyemprot kabut air di atap gedung-gedung apartemen untuk membantu menurunkan suhu udara saat musim panas.
Sistem tersebut menyemprotkan butiran air halus dari bagian atap gedung sehingga membentuk kabut yang menyelimuti area sekitar bangunan. Teknologi ini dirancang untuk memberikan efek pendinginan sekaligus meningkatkan kenyamanan penghuni ketika suhu udara meningkat.
Seorang pengelola kompleks mengatakan sistem kabut air dioperasikan sekitar 10 menit setiap Sabtu dan Minggu sore, saat suhu biasanya berada pada puncaknya.
“Sistem ini dijalankan sekitar 10 menit pada sore hari saat akhir pekan untuk membantu menurunkan suhu yang dirasakan sekaligus meningkatkan kenyamanan hidup para penghuni,” ujarnya.
Para penghuni mengaku merasakan manfaat langsung dari teknologi tersebut. Selain membuat udara terasa lebih sejuk, kabut air juga dinilai membuat lingkungan menjadi lebih nyaman.
“Rasanya sangat menyenangkan. Udara terasa sejuk dan lebih bersih. Suhunya terasa sekitar empat hingga lima derajat lebih rendah dibandingkan di luar, dan lingkungannya juga menjadi lebih nyaman,” kata salah seorang penghuni.
Penghuni lainnya mengaku bangga karena inovasi di kompleks tempat tinggalnya mendapat perhatian luas di media sosial.
“Melihat sistem penyemprot air di kompleks kami mendapat begitu banyak apresiasi dari warganet internasional membuat saya merasa bangga,” ujarnya.
Sistem pendingin berbasis kabut air tersebut dipasang sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup warga selama periode cuaca panas ekstrem yang melanda kawasan tersebut.
Inovasi ini muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap dampak gelombang panas. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah negara di Eropa dilanda suhu ekstrem yang mengganggu aktivitas masyarakat, membebani infrastruktur publik, serta memicu meningkatnya risiko kesehatan akibat cuaca panas. Para ahli cuaca juga memperingatkan bahwa gelombang panas serupa berpotensi kembali terjadi dalam waktu dekat.
Editor: Zen
