By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: 41 Sapi Aset Pemkab Cirebon Gagal Lelang, Sekda Soroti Kondisi Ternak Kurus dan Harga Terlalu Tinggi
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Ciayumajakuning > 41 Sapi Aset Pemkab Cirebon Gagal Lelang, Sekda Soroti Kondisi Ternak Kurus dan Harga Terlalu Tinggi
Ciayumajakuning

41 Sapi Aset Pemkab Cirebon Gagal Lelang, Sekda Soroti Kondisi Ternak Kurus dan Harga Terlalu Tinggi

Muhajir
Last updated: 2026/05/22 at 9:27 AM
Muhajir Published May 22, 2026
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Kegagalan lelang 41 ekor sapi milik Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali menuai sorotan. Kondisi ternak yang kurus serta nilai appraisal yang dinilai terlalu tinggi disebut menjadi faktor utama gagalnya penjualan aset daerah bernilai ratusan juta rupiah tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala mengaku prihatin melihat kondisi fisik sapi yang tidak ideal sehingga tidak mampu menarik minat pembeli dalam proses lelang.

Menurut Hendra, persoalan utama terletak pada kondisi pemeliharaan ternak. Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait pola perawatan dan ketersediaan pakan bagi sapi-sapi tersebut.

“Kalau soal kenapa sapinya kurus, itu ada di dinas. Di sana ada anggaran operasional untuk pakan. Informasinya, anggaran tersebut sudah habis sejak Maret,” ujar Hendra, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari kepala dinas, kondisi tubuh sapi yang kurus membuat nilai jual ternak menurun drastis. Di sisi lain, harga hasil appraisal dinilai tidak sebanding dengan kondisi fisik sapi saat ini.

“Laporan dari kepala dinas, sapinya tidak laku karena kondisi fisiknya kurang bagus, kurus. Ditambah harga appraisal juga tinggi sehingga pembeli tidak berminat,” katanya.

Pemkab Cirebon kini tengah mencari solusi agar potensi kerugian tidak semakin besar. Salah satu opsi yang sedang dikaji yakni melakukan evaluasi ulang terhadap nilai appraisal agar harga jual bisa disesuaikan dengan kondisi riil sapi di lapangan.

“Sedang dikaji kembali appraisal-nya apakah terlalu tinggi atau tidak. Dikoordinasikan juga kemungkinan penyesuaian harga melihat kondisi sekarang,” jelas Hendra.

Selain penyesuaian harga, pemerintah daerah juga membuka peluang untuk menghibahkan sapi-sapi tersebut kepada kelompok tani maupun kelompok peternak apabila proses lelang tetap tidak membuahkan hasil.

Namun, menurut Hendra, opsi hibah tidak bisa dilakukan secara langsung karena harus melalui mekanisme hukum dan regulasi yang jelas, termasuk penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai payung hukum.

“Kalau memang itu menjadi jalan terakhir, bisa saja dihibahkan ke kelompok tani atau peternak. Tapi hibah harus ada regulasinya terlebih dahulu, harus ada perbup,” ungkapnya.

Ia berharap persoalan tersebut segera menemukan solusi agar aset daerah itu tidak terus mengalami penyusutan nilai, bahkan berisiko mati akibat kurangnya penanganan.

“Sayang kalau sampai mati. Nilainya juga tidak sedikit, mencapai ratusan juta rupiah,” pungkasnya.

Kasus gagalnya lelang 41 sapi ini menjadi perhatian serius Pemkab Cirebon, mengingat selain menyangkut pengelolaan aset daerah, persoalan ini juga berkaitan dengan efektivitas pemeliharaan ternak dan potensi kerugian anggaran pemerintah.

Editor: Ade MN

Rekomendasi

Berita NasionalReligi

Kemenhaj: Pembayaran Dam Harus Aman, Resmi, dan Sesuai Keyakinan Fikih Jemaah

Olahraga

Cristiano Ronaldo antar Al-Nassr Juara Liga Arab Saudi 2025/2026

Olahraga

Pep Guardiola Ucapkan Selamat Ke Arsenal

Berita NasionalReligi

Jelang Armuzna, Kemenhaj Siapkan Layanan Konsumsi Siap Santap untuk Jemaah Indonesia

Muhajir May 22, 2026 May 22, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Ciayumajakuning
Jalan Rusak di Cirebon Kembali Dikeluhkan, Warga Soroti Kondisi Parah Jalan Pancuran Kejaksan
May 22, 2026
Ciayumajakuning
Cirebon Raya Diusulkan Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
May 22, 2026
Ciayumajakuning
KTNA Dukung Modernisasi Pertanian PM-AAS di Indramayu
May 22, 2026
Ciayumajakuning
Jembatan Penghubung Dua Desa di Kedawung Cirebon Nyaris Ambruk, Warga Khawatir Akses Vital Terputus
May 22, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Ciayumajakuning

Jalan Rusak di Cirebon Kembali Dikeluhkan, Warga Soroti Kondisi Parah Jalan Pancuran Kejaksan

May 22, 2026
Ciayumajakuning

Cirebon Raya Diusulkan Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

May 22, 2026
Ciayumajakuning

KTNA Dukung Modernisasi Pertanian PM-AAS di Indramayu

May 22, 2026
Ciayumajakuning

Jembatan Penghubung Dua Desa di Kedawung Cirebon Nyaris Ambruk, Warga Khawatir Akses Vital Terputus

May 22, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: 41 Sapi Aset Pemkab Cirebon Gagal Lelang, Sekda Soroti Kondisi Ternak Kurus dan Harga Terlalu Tinggi
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?