UPDATECIREBON.COM – Sebuah lembaga pendidikan berbasis keagamaan di Desa Cikedunglor, Kecamatan Cikedung, Indramayu terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing. Pondok Pesantren Beet Al Yatim yang berada di bawah naungan Yayasan Yatim Piatu Hidayah Al Shibyan Wal Fataa ini mengusung konsep pendidikan terpadu antara ilmu agama dan keterampilan modern.
Pesantren yang diasuh oleh Kyai Haririe tersebut menitikberatkan pembinaan akhlakul karimah sebagai fondasi utama. Di samping itu, para santri juga dibekali pengetahuan luas serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Program unggulan yang dijalankan meliputi tahfidhul Al-Qur’an dan kajian kitab kuning. Kedua program ini menjadi pilar dalam membentuk pemahaman keislaman yang kuat sekaligus memperdalam nilai-nilai keagamaan para santri.
Tidak hanya fokus pada pendidikan agama, pesantren ini juga memberikan pembelajaran keterampilan umum. Santri dibekali kemampuan praktik komputer serta berbagai life skill sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan modern.
Dalam kesehariannya, para santri menjalani pola hidup disiplin. Aktivitas dimulai sejak dini hari, sekitar pukul 04.00 sebelum waktu Subuh, dengan melaksanakan salat sunnah dan tadarus Al-Qur’an. Kebiasaan ini menjadi bagian dari pembentukan karakter spiritual yang kuat.
Selain itu, santri juga dilatih untuk hidup mandiri dan bertanggung jawab dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Lingkungan pesantren yang kondusif turut mendorong semangat belajar dan tekad untuk meraih cita-cita.
Keberadaan Pondok Pesantren Beet Al Yatim menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan berbasis pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan memadukan nilai religius, ilmu pengetahuan, dan keterampilan teknologi, pesantren ini terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global.
Editor: Alwi
