By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Skandal Pencurian Kabel Tembaga di Kediri: A.S. Diduga Bayar Oknum Aparat hingga Polda Jatim
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Skandal Pencurian Kabel Tembaga di Kediri: A.S. Diduga Bayar Oknum Aparat hingga Polda Jatim
Berita Nasional

Skandal Pencurian Kabel Tembaga di Kediri: A.S. Diduga Bayar Oknum Aparat hingga Polda Jatim

Muhajir
Last updated: 2025/09/08 at 7:19 AM
Muhajir Published September 8, 2025
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Kediri, 08 September 2025 – Kasus dugaan pencurian kabel tembaga milik Telkom di Kediri kembali mencuat ke permukaan. Aktivitas ilegal yang dilakukan secara diam-diam ini diduga melibatkan sejumlah pihak, termasuk inisial A.S., yang disebut-sebut membayar oknum aparat demi melancarkan praktik tersebut.

Kabel tembaga Telkom merupakan bagian dari infrastruktur vital komunikasi yang menjadi tulang punggung layanan telepon dan internet. Pencurian kabel tersebut bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan ancaman serius bagi keberlangsungan layanan publik. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerugian material bagi perusahaan negara, tetapi juga berpotensi mengganggu akses komunikasi masyarakat luas.

“Kalau kabel tembaga dicuri, jaringan telekomunikasi bisa lumpuh. Ini jelas merugikan masyarakat, bukan hanya Telkom,” ujar salah seorang warga Kediri yang enggan disebutkan namanya.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa penarikan kabel dilakukan pada malam hari di sejumlah titik rawan. Modus ini dipilih agar aktivitas tidak mudah terpantau masyarakat maupun pihak berwenang. Dengan menggunakan peralatan teknis, para pelaku menarik kabel bawah tanah tanpa dilengkapi nota dinas resmi atau dokumen pekerjaan yang sah.

“Seolah-olah resmi, padahal tidak ada surat tugas atau nota dinas. Itu sudah jelas pencurian,” tegas seorang sumber internal yang mengetahui praktik ini.

Yang lebih mengejutkan, nama A.S. ikut terseret dalam pusaran kasus ini. Ia diduga menjadi pengatur sekaligus penyokong dana dalam kegiatan ilegal tersebut. Tidak hanya itu, A.S. juga dikabarkan memberikan bayaran kepada oknum aparat, mulai dari tingkat lokal di Kediri hingga ke jajaran Polda Jawa Timur, agar aksi pencurian kabel berjalan mulus tanpa hambatan.

Meski informasi ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut, dugaan keterlibatan oknum aparat menambah panjang daftar masalah dalam kasus ini. Bila benar terjadi, hal tersebut menunjukkan adanya praktik penyalahgunaan wewenang yang berbahaya dan merusak kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Respons Publik dan Harapan Investigasi

Hingga berita ini diturunkan, pihak Telkom maupun aparat terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai kasus ini. Namun, desakan dari masyarakat agar kasus ini segera diusut tuntas semakin menguat.

“Ini bukan sekadar soal kabel. Kalau ada aparat yang terbukti menerima bayaran, itu bentuk pengkhianatan terhadap negara. Harus ditindak tegas,” ujar seorang tokoh masyarakat Kediri.

Publik berharap aparat kepolisian, khususnya di tingkat pusat, dapat mengambil langkah cepat dan transparan dalam menindaklanjuti dugaan ini. Pasalnya, kasus pencurian aset vital negara tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menyangkut hajat hidup orang banyak.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum dalam menunjukkan komitmen memberantas praktik ilegal yang melibatkan jaringan kuat. Jika benar terdapat praktik suap dan keterlibatan oknum aparat, maka penanganan yang tegas, transparan, dan terbuka kepada publik menjadi kunci dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Editor: Zen

Rekomendasi

Olahraga

Saka Cetak Hattrick, Masuk Daftar Elite Pencetak Gol Inggris di Piala Dunia

Olahraga

Tersingkir di Babak 32 Besar, Belanda Raih Penghargaan Fair Play Piala Dunia 2026

Olahraga

Fajar/Fikri Juarai Japan Open 2026 Usai Taklukkan Ganda Nomor Satu Dunia

Berita Nasional

Kemenag Terapkan Manajemen TalentaBerbasis Kompetensi dalam Penempatan Jabatan

Muhajir September 8, 2025 September 8, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Berita Nasional
Kemendagri Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi di Daerah
July 25, 2026
Berita Nasional
Generasi Muda Membangun Transmigrasi
July 25, 2026
Berita Nasional
Ribuan Umat Buddha Berbagai Negara Baca Tipitaka di Borobudur, Perdalam Pemahaman Dhamma
July 24, 2026
Berita Nasional
Wamen Viva Yoga Dukung Kawasan Transmigrasi Gorontalo Sebagai Penopang Pertumbuhan Ekonomi Daerah
July 24, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

Kemendagri Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi di Daerah

July 25, 2026
Berita Nasional

Generasi Muda Membangun Transmigrasi

July 25, 2026
Berita Nasional

Ribuan Umat Buddha Berbagai Negara Baca Tipitaka di Borobudur, Perdalam Pemahaman Dhamma

July 24, 2026
Berita Nasional

Wamen Viva Yoga Dukung Kawasan Transmigrasi Gorontalo Sebagai Penopang Pertumbuhan Ekonomi Daerah

July 24, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Skandal Pencurian Kabel Tembaga di Kediri: A.S. Diduga Bayar Oknum Aparat hingga Polda Jatim
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?