UPDATECIREBON.COM – Kediri, 08 September 2025 – Kasus dugaan pencurian kabel tembaga milik Telkom di Kediri kembali mencuat ke permukaan. Aktivitas ilegal yang dilakukan secara diam-diam ini diduga melibatkan sejumlah pihak, termasuk inisial A.S., yang disebut-sebut membayar oknum aparat demi melancarkan praktik tersebut.
Kabel tembaga Telkom merupakan bagian dari infrastruktur vital komunikasi yang menjadi tulang punggung layanan telepon dan internet. Pencurian kabel tersebut bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan ancaman serius bagi keberlangsungan layanan publik. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerugian material bagi perusahaan negara, tetapi juga berpotensi mengganggu akses komunikasi masyarakat luas.
“Kalau kabel tembaga dicuri, jaringan telekomunikasi bisa lumpuh. Ini jelas merugikan masyarakat, bukan hanya Telkom,” ujar salah seorang warga Kediri yang enggan disebutkan namanya.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa penarikan kabel dilakukan pada malam hari di sejumlah titik rawan. Modus ini dipilih agar aktivitas tidak mudah terpantau masyarakat maupun pihak berwenang. Dengan menggunakan peralatan teknis, para pelaku menarik kabel bawah tanah tanpa dilengkapi nota dinas resmi atau dokumen pekerjaan yang sah.
“Seolah-olah resmi, padahal tidak ada surat tugas atau nota dinas. Itu sudah jelas pencurian,” tegas seorang sumber internal yang mengetahui praktik ini.
Yang lebih mengejutkan, nama A.S. ikut terseret dalam pusaran kasus ini. Ia diduga menjadi pengatur sekaligus penyokong dana dalam kegiatan ilegal tersebut. Tidak hanya itu, A.S. juga dikabarkan memberikan bayaran kepada oknum aparat, mulai dari tingkat lokal di Kediri hingga ke jajaran Polda Jawa Timur, agar aksi pencurian kabel berjalan mulus tanpa hambatan.
Meski informasi ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut, dugaan keterlibatan oknum aparat menambah panjang daftar masalah dalam kasus ini. Bila benar terjadi, hal tersebut menunjukkan adanya praktik penyalahgunaan wewenang yang berbahaya dan merusak kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
Respons Publik dan Harapan Investigasi
Hingga berita ini diturunkan, pihak Telkom maupun aparat terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai kasus ini. Namun, desakan dari masyarakat agar kasus ini segera diusut tuntas semakin menguat.
“Ini bukan sekadar soal kabel. Kalau ada aparat yang terbukti menerima bayaran, itu bentuk pengkhianatan terhadap negara. Harus ditindak tegas,” ujar seorang tokoh masyarakat Kediri.
Publik berharap aparat kepolisian, khususnya di tingkat pusat, dapat mengambil langkah cepat dan transparan dalam menindaklanjuti dugaan ini. Pasalnya, kasus pencurian aset vital negara tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menyangkut hajat hidup orang banyak.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum dalam menunjukkan komitmen memberantas praktik ilegal yang melibatkan jaringan kuat. Jika benar terdapat praktik suap dan keterlibatan oknum aparat, maka penanganan yang tegas, transparan, dan terbuka kepada publik menjadi kunci dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Editor: Zen
