By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Jelaskan Makna Gelar Akademik, Mendagri: Bukan Sebatas Gelar, tetapi Cara Berpikir
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Jelaskan Makna Gelar Akademik, Mendagri: Bukan Sebatas Gelar, tetapi Cara Berpikir
Berita Nasional

Jelaskan Makna Gelar Akademik, Mendagri: Bukan Sebatas Gelar, tetapi Cara Berpikir

Muhajir
Last updated: 2024/07/27 at 12:35 PM
Muhajir Published July 27, 2024
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan makna penting gelar akademik, baik di jenjang S1, S2, dan S3. Dia menekankan, bukan tentang meraih gelar, tetapi mengubah cara berpikir. Adapun skripsi, tesis, dan disertasi berfungsi untuk melatih cara berpikir, berusaha mencari solusi dari suatu permasalahan dengan menggunakan metodologi ilmiah.

Hal inilah yang disampaikan Mendagri pada acara Pembekalan kepada Calon Wisudawan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Magister Terapan Studi Pemerintahan, dan Program Doktor Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun Akademik 2023/2024. Kegiatan itu berlangsung di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (26/7/2024).

“Saya ingin menyampaikan bahwa S1, S2, S3 mau belajar ini adalah mengubah cara berpikir dari non-science menjadi science, dari tidak berpikir ilmiah menjadi berpikir ilmiah, tapi ada tingkatannya. Pada saat di S1 targetnya cuma satu saja, mengubah dari cara berpikir yang non-ilmiah misalnya tebak-tebakan atau feeling-feeling-an, insting, menjadi berbasis ilmiah,” katanya.

Mendagri menjelaskan, pada tingkat S1, mahasiswa dilatih cara berpikirnya untuk menjawab pertanyaan “what”, dengan menggunakan referensi standar kemudian mendemonstrasikannya ke dalam metodologi yang paling dasar. Selanjutnya pada tingkat S2 lebih kompleks lagi, yakni menjawab pertanyaan “how”. Pertanyaan ini membawa kepada analisis yang lebih mendalam, dengan referensi lebih banyak dan metodologi lebih kompleks. Adapun pada tingkat S3 menjawab pertanyaan “why”. Pada tingkatan ini mahasiswa dituntut bisa menganalisis, menjawab, dan menemukan teori baru.

“Lebih hebat lagi dia mematahkan teori itu, temuan saya tidak cocok dengan teori itu, itu hebat, yang paling hebat kalau dia menemukan teori baru, itulah S3. Cara berpikir sudah menantang konsep orang lain yang melakukan penelitian juga dengan komprehensif, dan teorinya berlaku universal dan kita bisa patahkan, itu hebat,” ungkapnya.

Dirinya mengaku tidak begitu tertarik dengan problem yang dibuat dalam skripsi, tesis, maupun disertasi. Baginya yang menarik adalah bagaimana kerangka, pola, atau cara mahasiswa menyelesaikan permasalahan menggunakan referensi, studi kepustakaan, dan metodologi yang benar. Lewat referensi, maka akan bisa dibandingkan masalah apa yang hendak diselesaikan dan bagaimana solusinya. Selanjutnya, melalui studi pustaka, mahasiswa bisa mencari teori yang relevan. Kemudian, dengan metode yang tepat, mahasiswa dapat mencari dan mengumpulkan data yang berkualitas, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

“Kunci daripada S3 terutama adalah kemampuan metodologi, dan setelah itu, baru kita menganalisis semua temuan penelitian kita. Metodologi penelitian kita dengan referensi dan studi kepustakaan itu dianalisis, sehingga timbul, kita bisa memiliki opsi-opsi solusi pemecahan masalah jawaban atas masalah dan kita memilih yang kita anggap yang terbaik dari semua opsi itu. Itulah cara berpikir ilmiah,” jelasnya.

Mendagri menekankan kepada calon wisudawan IPDN dari tingkat sarjana hingga doktor agar tidak terjebak dengan kebanggaan semu terhadap gelar yang tidak memberikan makna apa-apa untuk diri pribadi. Menurutnya, gelar gampang dicari tetapi cara berpikir tidak. Cara berpikir inilah yang menjadi senjata penting untuk menghadapi berbagai permasalahan yang ditemui sehari-hari.

“Nah itulah sebetulnya makna yang terpenting dari seorang sarjana. Jadi, sekali lagi bukan gelarnya S1, S2, S3, dan lain-lain, tapi adalah mengubah cara berpikir. It’s not really the title you are after, what we are after is changing our way of thinking to be scientific,” pungkasnya.

Reporter: Yudistira
Editor: Ahmad

Rekomendasi

Berita Nasional

Ibukota Papua Selatan Disiapkan jadi Pusat Riset Padi Dan Pendidikan Pertanian

Berita NasionalReligi

Jemaah Gelombang Kedua Mulai Bergerak ke Madinah

Berita Nasional

Kongres VII BM PAN, Viva Yoga: Sebagai Sumber Perkaderan Untuk Keberlanjutan Partai

Berita Nasional

Viva Yoga: Politisi PAN Harus Bersikap Tulus, Bukan Basa-basi

Muhajir July 27, 2024 July 27, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Berita Nasional
Kongres VII BM PAN, Viva Yoga: Sebagai Sumber Perkaderan Untuk Keberlanjutan Partai
June 11, 2026
Berita Nasional
Viva Yoga: Politisi PAN Harus Bersikap Tulus, Bukan Basa-basi
June 8, 2026
Berita Nasional
Ibukota Papua Selatan Disiapkan jadi Pusat Riset Padi Dan Pendidikan Pertanian
June 8, 2026
Berita NasionalReligi
Menhaj Apresiasi Stakeholder Penyelenggaraan Haji
June 8, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

Kongres VII BM PAN, Viva Yoga: Sebagai Sumber Perkaderan Untuk Keberlanjutan Partai

June 11, 2026
Berita Nasional

Viva Yoga: Politisi PAN Harus Bersikap Tulus, Bukan Basa-basi

June 8, 2026
Berita Nasional

Ibukota Papua Selatan Disiapkan jadi Pusat Riset Padi Dan Pendidikan Pertanian

June 8, 2026
Berita NasionalReligi

Menhaj Apresiasi Stakeholder Penyelenggaraan Haji

June 8, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Jelaskan Makna Gelar Akademik, Mendagri: Bukan Sebatas Gelar, tetapi Cara Berpikir
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?