UPDATECIREBON.COM – Mahasiswa yang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Di Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, mengunjungi UMKM di desa tersebut. Kunjungan tersebut dalam rangka perkenalan Mahasiswa kepada masyarakat sekaligus melaksanakan tahap identifikasi sebagai langkah awal untuk menentukan program kerja.
Kunjungan Mahasiswa KKN UINSSC Kelompok 55 ke UMKM kali ini kepada seorang ibu rumah tangga bernama Aisyah. Aisyah memiliki usaha kecil-kecilan untuk mengisi waktu luang yaitu “Kerupuk Peredan”.
Kerupuk peredan terbuat dari tepung beras dan juga tepung tapioka yang dicampur dengan bumbu tertentu. Semua bahan dicampur hingga membentuk adonan yang kalis. Bentuk kerupuk peredan sangat unik dimana berbentuk seperti bunga sehingga dalam proses pembentukannya membutuhkan keahlian khusus.
“Banyak orang yang sudah mencoba membuat kerupuk peredan namun gagal, jadi yang bisa buatnya di desa ini cuma 3 orang saja mas” Ujar Aisyah.
Adonan kerupuk Peredan yang sudah dibentuk selanjutnya dikukus selama 15 menit kemudian di jemur selama seharian di bawah sinar matahari. Biasanya dalam sehari, ibu Aisyah dapat membuat kerupuk adonan sebanyak 2 kg saja. Jumlah tersebut tidak banyak, namun ibu Aisyah mengatakan bahwa itu hanya untuk mengisi waktu luang saja. Akan tetapi, beliau pernah membuat pesanan 100 bungkus kerupuk peredan, dan itu merupakan skala terbesar yang pernah beliau produksi.
Setelah mengunjungi pembuatan kerupuk peredan, kami diajak oleh Aisyah ke sebelah rumahnya untuk melihat proses pembuatan “Opak Kentang”. Opak kentang sudah ditekuni oleh sekelompok ibu-ibu selama 4 tahun, dan salah satu pembuat opak kentang adalah Aisyah.
“Opak kentang ini sudah berjalan 4 tahuan mas, dan sudah di distribusikan ke seluruh pasar di kecamatan gebang, bahkan sampai ke Indramayu mas. Kita juga sudah punya mobil khusus untuk mendistribusikan opak kentang, jadi alhamdulillah penjualannya sudah luas mas. ” Ujar salah satu Ibu yang membuat opak kentang.

Berbeda dengan kerupuk peredan, opak kentang terbuat dari tepung terigu, bumbu tertentu yang dicampur dengan air, dan daun kucai. Walaupun tidak berbahan dasar kentang, namun dikarenakan rasanya seperti kentang maka disebutlah Opak Kentang. Semua bahan dicampur hingga tekstur adonan seperti bubur. Selanjutnya adonan tersebut dipanaskan dan diratakan hingga berbentuk lingkaran, kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama satu hari penuh.
Setelah para UMKM dikunjungi oleh mahasiswa KKN UIN SSC Kelompok 55, harapannya adalah produk mereka dapat berkembang lagi sehingga dapat menambah pendapatan dan juga dapat meningkatkan ekonomi di Desa Dompyong Kulon. Dengan adanya kunjungan mahasiswa ke UMKM di Desa Dompyong Kulon, dapat menjadi inspirasi untuk merencanakan program kerja di bidang ekonomi, sehingga para UMKM dapat merasa terbantu dengan adanya program kerja dari mahasiswa KKN UINSSC.
Koresponden: Kelompok KKN 55 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Editor: Ahmad
