By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Rektor Unair Klarifikasi Pemberhentian dan Pengangkatan Kembali Prof Budi Santoso sebagai Dekan FK
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Rektor Unair Klarifikasi Pemberhentian dan Pengangkatan Kembali Prof Budi Santoso sebagai Dekan FK
Berita Nasional

Rektor Unair Klarifikasi Pemberhentian dan Pengangkatan Kembali Prof Budi Santoso sebagai Dekan FK

Muhajir
Last updated: 2024/07/13 at 8:30 AM
Muhajir Published July 13, 2024
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Rektor Universitas Airlangga (Unair), Mohammad Nasih, menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap Dekan Fakultas Kedokteran (FK), Prof Budi Santoso (Prof Bus). Menurutnya, yang terjadi adalah pemberhentian dengan hormat.

“Tidak ada pemecatan, yang terjadi adalah ‘Pemberhentian dengan hormat dan terima kasih atas semua jasa’,” kata Nasih pada Jumat, 12 Juli 2024.

Nasih juga menjelaskan bahwa tidak ada pembatalan pemecatan terhadap Prof Bus. “Yang terjadi adalah pengangkatan kembali Prof Bus sebagai Dekan FK Unair,” katanya.

Latar Belakang Pemberhentian

Prof Bus sebelumnya diberhentikan setelah menyatakan penolakannya terhadap rencana pemerintah mendatangkan dokter asing ke Indonesia. Ia menyampaikan pendapatnya di hadapan wartawan pada 27 Mei lalu, menyatakan keyakinannya bahwa 92 Fakultas Kedokteran di Indonesia mampu meluluskan dokter-dokter berkualitas yang tidak kalah dengan dokter asing.

Klarifikasi dan Proses Pengangkatan Kembali

Setelah pernyataannya, Prof Bus dipanggil oleh rektor untuk mengklarifikasi pendapatnya. Pada 3 Juli, melalui WhatsApp Group (WAG) Dosen FK Unair, Prof Bus mengumumkan bahwa dirinya diberhentikan sebagai Dekan FK Unair oleh rektor.

Pemberhentian Prof Bus menimbulkan gelombang penolakan. Pada 9 Juli, pemberhentian tersebut dicabut dan Prof Bus diangkat kembali sebagai Dekan FK Unair. Nasih menjelaskan bahwa pengangkatan kembali ini terjadi setelah Prof Bus mengirimkan surat permohonan maaf.

Surat Permohonan Maaf

“Suratnya ditulis tangan sendiri oleh Prof Bus serta bermaterai dan bertanda tangan basah. Tentu hal tersebut menunjukkan keseriusan dari Prof Bus,” ujar Nasih.

Dialog dan Kesepakatan

Setelah pemberhentian, upaya dialog dan diskusi dilakukan untuk mencari solusi. “Pada kesempatan dialog tersebut, didiskusikan berbagai alternatif, mulai dari permohonan maaf hingga melanjutkan ke proses hukum dengan berbagai akibat dan konsekuensinya,” kata Nasih.

Proses Pengangkatan Kembali

Hasil dialog tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa Prof Bus membuat surat permohonan maaf. Dengan surat tersebut, Nasih memberikan maaf dan masalah pemberhentian dianggap selesai.

“Setelah surat diterima Rektor, maka SK Pengangkatan (kembali) Prof Bus sebagai Dekan FK diproses,” jelas Nasih. Prof Bus pun disumpah dan dilantik pada 10 Juli. “Pada Rabu (10 Juli 2024) pagi, Prof Bus disumpah, dilantik, dan membacakan sendiri Pakta Integritas sebagai Dekan di Fakultas Kedokteran,” tambahnya.

Pernyataan Prof Bus

Prof Bus mengakui bahwa pernyataannya mengenai dokter asing merupakan pendapat pribadi yang mungkin terlalu berlebihan. “Saya secara pribadi menghaturkan permohonan maaf kepada rektor. Mungkin saya bermaksud mewakili diri pribadi, tapi mungkin terlalu kelewatan, sehingga pernyataan saya itu menggunakan nama institusi,” kata Prof Bus.

Meskipun begitu, Prof Bus menegaskan bahwa dirinya akan tetap kritis menilai kebijakan pemerintah setelah kembali menjadi Dekan FK Unair. “Ya, tetap kritis. Dengan cara-cara yang mungkin berbeda,” ujarnya.

Dengan demikian, kontroversi terkait pemberhentian dan pengangkatan kembali Prof Bus sebagai Dekan FK Unair telah diselesaikan dengan baik, menunjukkan pentingnya dialog dan komunikasi dalam menyelesaikan konflik di institusi pendidikan tinggi.

Reporter: Baidhowi
Editor: Alwi

Rekomendasi

Berita Nasional

Tutup Rangkaian Kriyanusa 2026, Mendagri Tito: Potensi Kerajinan Indonesia Luar Biasa

Olahraga

Prancis Menang Tipis 1-0 atas Belgia

Religi

Presiden Prabowo Minta Biaya Jemaah Haji Tetap Ringan

Olahraga

John Herdman Benahi Strategi Menyerang dengan 10 Pemain

Muhajir July 13, 2024 July 13, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Featured
Benarkah AHY Ditunjuk Gantikan Gibran?
October 2, 2026
Featured
Hoaks Uang Rp18.000 Bergambar Prabowo-Gibran
October 1, 2026
Berita Nasional
Tutup Rangkaian Kriyanusa 2026, Mendagri Tito: Potensi Kerajinan Indonesia Luar Biasa
October 1, 2026
Berita Nasional
Dukung Program Perumahan Gentengisasi, Mendagri Bahas Rencana Pembangunan 2.200 Rumah Papua Pegunungan
September 30, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

Tutup Rangkaian Kriyanusa 2026, Mendagri Tito: Potensi Kerajinan Indonesia Luar Biasa

October 1, 2026
Berita Nasional

Dukung Program Perumahan Gentengisasi, Mendagri Bahas Rencana Pembangunan 2.200 Rumah Papua Pegunungan

September 30, 2026
Berita Nasional

Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan

September 30, 2026
Berita Nasional

Bandara Singkawang Kembali Layani Penerbangan 1 Oktober2026

September 29, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Rektor Unair Klarifikasi Pemberhentian dan Pengangkatan Kembali Prof Budi Santoso sebagai Dekan FK
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?