By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Tahun Baru Hijriyah, Kulik Sejarah Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Featured > Tahun Baru Hijriyah, Kulik Sejarah Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW
Featured

Tahun Baru Hijriyah, Kulik Sejarah Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW

Muhajir
Last updated: 2024/07/06 at 5:21 PM
Muhajir Published July 6, 2024
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Hitungan jam, kita pun berjumpa dengan 1 Muharram 1446 H yang merupakan penanda pergantian tahun atau Tahun Baru Islam. Tepatnya saat ini, jatuh pada 7 Juli 2024. Dalam sejarahnya, penetapan Tahun Baru Islam pada 1 Hijriyah ialah bertepatan dengan tahun 622 Masehi, yakni saat peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW.

Nah, mari kita kulik peristiwa bersejarah hijrahnya Rasulullah SAW sesuai yang tertuang dalam Kitab Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, sebuah karya fenomenal seorang ulama besar sekaligus sejarawan abad 3 Hijriyah yang menjadi referensi lengkap kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Sebab Hijrah: Ingin Melindungi Para Sahabat

Dari Ibnu Ishaq, dikisahkan bahwa Rasulullah SAW bersedih dan berempati melihat penderitaan yang dialami sahabat-sahabatnya, sedang beliau dalam keadaan segar bugar karena kedudukan beliau di sisi Allah SWT dan di sisi pamannya, Abu Thalib. Rasulullah SAW bersedih karena tidak mampu melindungi mereka terhadap penderitaan yang dialami, maka beliau bersabda kepada mereka: ‘Bagaimana kalau kalian berangkat ke negeri Habasyah, karena rajanya tidak mengizinkan seorang pun didzalimi di dalamnya, dan negeri tersebut adalah negeri yang benar, hingga Allah memberi jalan keluar bagi penderitaan yang kalian alami?’

Atas saran tersebut, kaum Muslimin sahabat-sahabat Rasulullah SAW berangkat ke Habasyah dan mendekatkan kepada Allah dengan membawa agama mereka. Itulah hijrah pertama yang terjadi dalam Islam, yaitu ke Habasyah, yang kini dikenal sebagai Ethiopia, sebuah negara merdeka tertua yang terletak di daratan benua Afrika. Sedangkan Raja Habasyah saat itu adalah Ashhaman An-Najasyi, seorang raja yang adil dan tidak ada seorang pun yang teraniaya selama kepemimpinannya. Peristiwa itu terjadi tepat pada bulan Rajab tahun ke-5 kenabian.

Hijrah Ke Tanah Yang Berkah, Penanda Awal Mula Tahun Baru

Hijrahnya Rasulullah ke tanah berkah atau Yastrib (Madinah), menjadi penanda awal mula penetapan tahun baru Hijriyah atau yang kita kenal tahun baru Islam.

Hijrah tersebut pun mengingatkan kita pada peristiwa Baiat Aqabah, dimana yang pertama terjadi pada tahun kenabian ke-12 atau pada 621 M, dan yang kedua pada 622 M. Baiat Aqabah atau Perjanjian Aqabah 1 merupakan kesepakatan penting yang meneguhkan komitmen mematuhi prinsip-prinsip Islam dan menjaga persatuan serta keharmonisan di Yastrib (Madinah).

Setelah Baiat Aqabah, orang-orang Quraisy seolah-olah sedang berjalan di tepi jurang karena kota Yatsrib atau Madinah yang sudah dikuasai Islam, merupakan jalur penting kafilah Quraisy. Sedangkan, dideklarasikannya Baiat Aqabah bukan hanya ditujukan sebagai permusuhan dengan orang-orang Quraisy, tetapi juga pengumuman dimulainya proses migrasi manusia yakni lewat hijrahnya kaum Muslimin, baik secara jamaah atau individu dari Mekah ke Madinah.

Kaum Quraisy pun bereaksi keras dengan mencegah kepergian kaum Muslimin, diantaranya dengan memisahkan antara suami dan istri serta anak-anaknya. Sehingga demi bisa hijrah, seorang Muslim rela meninggalkan keluarganya, dengan terus berdoa semoga Allah SWT dapat menyatukan mereka kembali. Ada pula yang menebus dirinya dengan harta dan ditinggalkan begitu saja untuk diambil orang-orang Quraisy lalu pergi menuju Madinah. Adapun Umar berhijrah ke Madinah dengan menghunuskan pedang di tengah hari, seraya menantang orang-orang kafir dan berkata: “Barang siapa yang ingin (tega) seorang ibu kehilangan anaknya, maka jumpailah aku.”

Kemudian, kaum Muhajirin atau sahabat Rasulullah SAW yang berhasil hijrah meninggalkan Mekkah disambut sukacita oleh sahabat Anshar Madinah. Namun pada saat itu, Rasulullah SAW belum melakukan hijrah dan masih menetap di Kota Makkah sekalipun sahabat Abu Bakar terus meminta Rasulullah SAW segera berhijrah, namun beliau selalu berkata, “Janganlah tergesa-gesa, dan semoga Allah memberikanmu teman seperjalanan.” Sedangkan Abu Bakar yang begitu setia, tidak berpikir untuk mencari teman perjalanan hijrah selain Rasulullah SAW.

Di lain sisi, kaum Quriasy semakin ingin melakukan aksi membunuh Rasulullah SAW sebelum Rasulullah SAW berhijrah dan semakin kuat tatkala berkumpul bersama para pengikutnya di Madinah. Mulailah persekongkolan dan itikad buruk, diantaranya mengutus pemuda dari tiap kabilah untuk bersama-sama melakukan upaya membunuh Rasulullah SAW.

Satu malam, ketika Rasulullah SAW mengetahui upaya kaum Quraisy untuk mengepung rumah dan berupaya membunuhnya, maka Rasulullah dengan cendekia-nya telah mengatur strategi. Saat itu, beliau meminta Ali bin Abi Thalib untuk tidur menggantikannya di kasurnya. Sedangkan Rasulullah SAW segera pergi ke rumah Abu Bakar dan mengabarkannya bahwa Allah SWT telah mengizinkan untuk berhijrah. Lantas keduanya pun berangkat di waktu malam menuju Gua Tsur, sebuah gua yang terletak di atas gunung dan memiliki tanjakan yang sangat susah.

Kisah persembunyian Rasulullah SAW di dalam gua tsur ini kemudian menjadi sebuah salah satu petistiwa epik atau bersejarah. Salah satunya adalah ketika Allah SWT memberikan pertolongan melalui rumah laba-laba yang yang tidak rusak sedangkan jika ada manusia yang masuk dalam gua, seharusnya rumah laba-laba terputus.

Para pengejar yaitu para pemuda Quraisy, tidak yakin Rasulullah dan Abu Bakar berada dalam gua. Mereka berkata, “Kalau keduanya memasuki gua, sarang laba-laba ini pastinya putus dan burung merpati ini tentunya sudah terbang” (Dala’il an-Nubuwwah 2/381).

Pada akhirnya, Rasulullah pun berhasil meninggalkan kota Makkah dan bersabda sembari menatap kota Mekah dari kejauhan di atas ketinggian gunung: “Sesungguhnya aku mengetahui bahwa engkau adalah tanah yang paling disukai oleh Allah, dan paling dimuliakan di sisi Allah, dan tanah yang paling aku cinta. Kalau bukan karena pendudukmu mengusirku maka aku ndak akan meninggalkanmu.” (HR. Tirmizi 3925 & Ibnu Majah 3108).

Perjalanan hijrah pun dilanjutkan dengan menempuh jalur yang tidak biasanya, yaitu melalui selatan Mekah ke arah Yaman lalu ke Tihamah di samping Laut, kemudian ke utara melewati jalanan kasar dan tandus yang belum pernah dilalui manusia dan jauh dari penglihatan manusia, hingga kemudian berhasil menuju Yastrib atau Madinah.

Tahun peristiwa hijrah Rasululllah tersebut itulah yang kemudian ditetapkan sebagai awal tahun baru Islam, tepatnya tahun 622 M. dan dari persitiwa tersebut, kita pun dapat mengambil hikmah atas perjuangan, pengorbanan, keberanian, kesabaran, dan ketangguhan yang dimiliki Rasulullah SAW dan telah diteladani oleh para sahabat. Namun hadiah atas rangkaian perjuangan pun bukanlah mimpi belaka, namun nyata adanya yaitu kedamaian mereka di tanah penuh berkah Madinah.

Subhanallah, dan semoga kita semua dalam momentum tahun Hijriyah, meyakini bahwa setiap ikhtiar kita melakukan kebaikan, mendekatkan kita pada keberkahan hidup. Aamin.

Penulis Jatim NU Online: Lia Istifhama

Rekomendasi

Ciayumajakuning

Ketua DPRD Kota Cirebon Hadiri HLM TPID dan TP2DD

Olahraga

Cristiano Ronaldo antar Al-Nassr Juara Liga Arab Saudi 2025/2026

Berita NasionalReligi

Kemenhaj: Pembayaran Dam Harus Aman, Resmi, dan Sesuai Keyakinan Fikih Jemaah

Ciayumajakuning

BMKG Imbau Petani di Indramayu Antisipasi Dampak Kemarau

Muhajir July 6, 2024 July 6, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Berita Nasional
Dam Jemaah Haji makin Tertib dan Transparan, Indonesia Perluas Manfaat Hingga Palestina
May 23, 2026
Ciayumajakuning
Jalan Rusak di Cirebon Kembali Dikeluhkan, Warga Soroti Kondisi Parah Jalan Pancuran Kejaksan
May 22, 2026
Ciayumajakuning
Cirebon Raya Diusulkan Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
May 22, 2026
Ciayumajakuning
KTNA Dukung Modernisasi Pertanian PM-AAS di Indramayu
May 22, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Featured

Xiaomi YU7 GT Resmi Diluncurkan 21 Mei 2026

May 21, 2026
Berita NasionalFeatured

Dari Solo ke Wonogiri, KA Lokal Batara Kresna Hadirkan Perjalanan Santai Bertarif Terjangkau

December 15, 2025
CiayumajakuningFeatured

Kreatif! Mahasiswa KKN UNU Cirebon Ubah Singkong Jadi Kudapan Modern dan Plastik Ramah Lingkungan

September 6, 2025
Featured

Glenmore, Pesona Alam dan Sejarah di Banyuwangi Kini Lebih Mudah Dijangkau KA Pandanwangi

August 11, 2025
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Tahun Baru Hijriyah, Kulik Sejarah Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?