UPDATECIREBON.COM – Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, mendesak penyelidikan menyeluruh atas serangan berulang terhadap bandara-bandara di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional Riyadh. PBB juga meminta pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas serangan tersebut untuk dimintai pertanggungjawaban.
Türk menyampaikan keprihatinannya terhadap serangan yang disebut dilakukan kelompok Houthi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, serangan tersebut telah menewaskan dan melukai puluhan warga Arab Saudi maupun warga negara asing.
Ia menegaskan, serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional. Karena itu, seluruh dugaan pelanggaran oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konflik harus diselidiki.
Türk juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk meredakan ketegangan dan mencegah jatuhnya lebih banyak korban. Ia menekankan pentingnya mematuhi prinsip pembedaan antara sasaran militer dan warga sipil, serta prinsip proporsionalitas dalam hukum humaniter internasional.
Menurut Türk, konflik yang terus berlanjut hanya akan memperburuk penderitaan masyarakat, baik di Yaman maupun Arab Saudi. Ia mengingatkan bahwa permusuhan berkepanjangan tidak memberikan kepastian mengenai kapan konflik akan berakhir.
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan, serangan pada 10 Oktober menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Sementara itu, serangan pada 11 Oktober dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya.
Serangan tersebut mengenai dua terminal penumpang dan memicu kebakaran di area bandara. Insiden berulang ini menambah kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil dan keamanan infrastruktur penerbangan di Arab Saudi.
PBB menegaskan, penyelidikan dan pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional menjadi hal penting untuk melindungi warga sipil serta mencegah jatuhnya lebih banyak korban di tengah konflik kawasan.
Editor: Fath
