UPDATECIREBON.COM – Polda Banten memastikan jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, teridentifikasi sebagai Surakman alias Sukarman, 60 tahun. Surakman merupakan kru Kapal Arupadatu 1 yang sebelumnya dinyatakan hilang saat membawa rombongan jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Identifikasi dilakukan setelah aparat memeriksa dan mengidentifikasi jenazah yang ditemukan di perairan Enggano. Hasil pemeriksaan memastikan jenazah tersebut merupakan Surakman.
Surakman menjadi salah satu awak Kapal Arupadatu 1 yang hilang sejak tragedi pada 7 September 2026. Saat itu, kapal tersebut membawa sejumlah jurnalis yang menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penemuan dan identifikasi Surakman menambah kepastian mengenai salah satu korban dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, proses penanganan serta pendataan korban lainnya masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Sebelumnya, lima jurnalis dan tiga kru kapal berangkat menuju sekitar Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).
Rombongan tersebut kemudian dinyatakan hilang. Tim SAR melakukan proses pencarian sejak Selasa (8/9/2026).
Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga kru kapal yang turut hilang yakni Warta atau Surahman selaku kapten kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.
Editor: Yudistira
