Tangerang (UPDATECIREBON.COM) – Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menggelar Pelatihan Dangerous Goods Angkatan XIII di Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Curug, Tangerang.
Pelatihan yang dibuka oleh Kepala BP3 Curug, Sukahir, pada Senin (6/7), bertujuan meningkatkan kompetensi personel TNI AU dalam menangani barang berbahaya (dangerous goods) sesuai standar keselamatan penerbangan nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Sukahir mengatakan perkembangan industri penerbangan yang semakin dinamis menuntut setiap personel yang terlibat dalam pengangkutan barang berbahaya memiliki kompetensi yang memadai. Menurutnya, penanganan dangerous goods tidak hanya membutuhkan pemahaman terhadap karakteristik barang, tetapi juga ketelitian, disiplin, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
“Melalui Pelatihan Initial Dangerous Goods Type A ini, kami membekali personel TNI Angkatan Udara dengan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi sesuai peraturan nasional maupun standar internasional ICAO dan IATA. Dengan kompetensi tersebut, peserta diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan operasi penerbangan TNI AU yang aman, tertib, profesional, dan memenuhi aspek keselamatan penerbangan,” ujar Sukahir.
Senada dengan itu, Kepala Sub Dinas Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dinas Pendidikan TNI AU, Kolonel Adm Nugroho Adi Gunawan, menegaskan bahwa kesalahan dalam proses identifikasi, pengemasan, pelabelan, penyimpanan, dokumentasi, hingga pengangkutan barang berbahaya dapat menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan penerbangan.
“Oleh karena itu, pemahaman yang benar mengenai klasifikasi dan tata cara penanganan dangerous goods merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh setiap personel yang terlibat dalam rangkaian logistik dan operasi penerbangan,” kata Nugroho.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BP3 Curug atas penyelenggaraan pelatihan tersebut.
“Saya juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para instruktur dan penyelenggara yang telah mempersiapkan pelaksanaan pelatihan ini dengan baik,” ujarnya.
Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen BPSDMP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor transportasi udara melalui pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada keselamatan penerbangan.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai klasifikasi barang berbahaya, prosedur pengemasan, pelabelan, penandaan, hingga tata cara pengiriman dangerous goods menggunakan pesawat udara sesuai regulasi yang berlaku.
Editor: Eko
