UPDATECIREBON.COM – Banda Aceh, 11 November 2025, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, memulai rangkaian kunjungan kerja hari pertama dalam penanganan bencana alam di Sumatera. Didampingi para Pejabat Utama Kemenko Polkam yaitu Sesmenko Polkam, Letnan Jenderal TNI Mochammad Hasan, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, Mayor Jenderal TNI Dr. Heri Wiranto, M.M., M.Tr. (Han) dan Stafsus Menko Polkam, Ahmad Dedi.Menkopolkam bersama Pejabat Utama bergerak menuju Posko Utama Penanganan Bencana untuk memastikan bahwa seluruh unsur pemerintah hadir bekerja secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Kunjungan ini kembali menegaskan bahwa pemerintah untuk masyarakat, dan bahwa negara hadir memulihkan masyarakat Sumatera melalui langkah nyata, bukan sekadar pernyataan.
Setibanya di posko, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menerima paparan langsung dari Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, mengenai situasi terakhir bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Paparan tersebut meliputi kondisi terkini korban, kerusakan infrastruktur, status tanggap darurat, hingga tantangan di lapangan seperti akses yang terputus serta kebutuhan mendesak warga.
Kepala BNPB juga memaparkan strategi percepatan penanganan, termasuk penguatan komando di lapangan, percepatan pendataan, dan prioritas evakuasi serta dukungan logistik. Menkopolkam meminta agar seluruh langkah penanganan dilakukan dengan pendekatan terpadu, mengutamakan keselamatan warga, serta memastikan pemerintah pusat dan daerah bergerak dalam satu arah yang solid.
Usai menerima pemaparan, Menkopolkam meninjau langsung kesiapan alutsista yang dipersiapkan untuk mendukung operasi pencarian, penyelamatan, dan distribusi bantuan. Peninjauan mencakup helikopter, kendaraan taktis, peralatan evakuasi, serta perlengkapan penunjang lainnya. Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan bahwa keberadaan alutsista ini bukan hanya sebagai dukungan teknis, melainkan bentuk nyata dari kehadiran negara yang memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk menyelamatkan dan memulihkan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, unsur forkopimda turut mendampingi, memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah. Kehadiran unsur daerah ini penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah pusat dapat diterjemahkan menjadi langkah operasional yang cepat dan terukur di lapangan.
Pada peninjauan logistik bantuan, Menko Polkam memastikan bahwa seluruh kebutuhan dasar warga terdampak telah dipersiapkan dengan baik. Berdasarkan laporan resmi, bantuan dari Kemenko Polkam berjumlah total 75 koli bantuan dengan berat keseluruhan 4.460 kilogram telah dikonsolidasikan dan siap diberangkatkan. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh bantuan akan dikirimkan melalui rute strategis udara untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses. Bantuan direncanakan diterbangkan menggunakan pesawat C-130J/A-1339 dengan rute HLM – SMH – RSN – REMBELE – SIM, sehingga distribusi dapat dilakukan lebih merata dan tepat waktu sesuai titik prioritas.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan hari pertama ini, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago kembali menegaskan bahwa pemerintah bekerja tanpa henti di lapangan. Sinergi lintas kementerian/lembaga, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan relawan merupakan fondasi utama percepatan pemulihan kondisi pascabencana. Menkopolkam menekankan bahwa negara hadir memulihkan, memberikan perlindungan, kepastian, dan harapan bagi masyarakat Sumatera. Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerja hingga seluruh layanan dasar pulih, akses wilayah terbuka kembali, dan masyarakat dapat kembali menata kehidupan secara aman dan layak.
Editor: Fahri
